OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS – Pemerintah Kecamatan Belitang Mulya menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Program Ketahanan Pangan pada Kamis (11/09), bertempat di Aula Kantor Camat Belitang Mulya. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Belitang Mulya Sigit Haryo Yudanto, para kepala desa se-Kecamatan Belitang Mulya, pengurus dan operator BUMDes, pendamping desa, pegawai Bank Mandiri, serta jajaran staf kecamatan.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari tenaga ahli pendamping desa Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten OKU Timur yang memaparkan regulasi terbaru terkait pengelolaan dana ketahanan pangan, yang bersumber dari Dana Desa.
Dalam sambutannya, Camat Sigit Haryo Yudanto menekankan pentingnya alokasi 20% Dana Desa tahun 2025 yang diprioritaskan untuk ketahanan pangan, sebagaimana diatur dalam Permendes PDTT Nomor 2 Tahun 2024.
"Kalau dulu bantuan langsung diberikan ke warga, sekarang dana 20% ini wajib dikelola secara kelembagaan oleh BUMDES yang berbadan hukum. Ini menjadi tantangan, tapi juga peluang untuk pengelolaan yang lebih terarah dan berkelanjutan," ujarnya.
Camat Sigit juga menyoroti kondisi BUMDes di beberapa desa yang belum optimal, baik dari sisi legalitas maupun operasional. Ia mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam mencari solusi, agar program ini bisa berjalan maksimal.
"Kami tahu masih ada BUMDES yang belum berbadan hukum atau belum aktif,Tapi ini bukan alasan untuk menyerah. Mari kita cari jalan bersama, jangan patah semangat, Ojo lemes, karena ini tanggung jawab kita bersama," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari Bank Mandiri turut hadir dan memberikan informasi seputar program Koperasi Merah Putih Desa yang mendukung penguatan ekonomi desa.
Sementara itu, narasumber dari provinsi dan kabupaten, yakni Hendra Subakti dan Dwi Muksidianto, menjelaskan secara teknis mengenai pengelolaan dana ketahanan pangan, regulasi terbaru, serta pentingnya dokumentasi kegiatan sebagai bentuk akuntabilitas.
Dalam sesi diskusi, seluruh kepala desa dan pengurus BUMDes diminta untuk menyampaikan kondisi terkini lembaganya, khususnya kesiapan dalam menerima dan mengelola dana ketahanan pangan. Diskusi berlangsung interaktif dan menjadi wadah berbagi solusi terhadap tantangan administratif maupun teknis yang dihadapi desa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan Program Ketahanan Pangan Berbasis Desa tahun 2025. (Agustian)


.jpg)








