**BANDUNG Infonasionalnews* – Siapa sangka, sampah yang selama ini dianggap masalah justru disulap jadi bahan bangunan bernilai ekonomi? Inovasi keren ini datang dari Kelurahan Gempolsari, yang kini viral berkat aksi nyata pengelolaan sampah terpadu hingga menghasilkan ratusan paving blok setiap hari!
Yang bikin makin menarik, gerakan ini tak cuma melibatkan warga dan tim pengelola sampah, tapi juga mendapat dukungan langsung dari Kodim 0618/Kota Bandung. Kolaborasi sipil dan TNI ini membuat kegiatan bersih-bersih dan pengolahan sampah berjalan lebih masif dan optimal.
### 🚛 30 Ton Sampah per Hari “Dihabisi” Mesin Motah
Lurah Gempolsari, Tri Setya, mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah di wilayahnya sudah berjalan rutin. Namun dengan tambahan dukungan TNI, dampaknya terasa signifikan.
Di kelurahan ini, sampah tidak lagi sekadar dikumpulkan lalu dibuang. Mereka menerapkan sistem terpadu dari hulu ke hilir:
* **Sampah basah** → diolah dalam lubang komposter alami raksasa
* **Sampah residu** → dibakar menggunakan mesin olah runtah (Motah)
Mesin Motah ini bukan kaleng-kaleng. Kapasitasnya mencapai **30 ton sampah per hari**! Sementara sampah basah yang dikelola menyentuh **6 ton lebih setiap minggu**.
Seluruh pengelolaan ini mencakup **10 RW di wilayah Gempolsari**, dilakukan secara bergiliran agar merata dan efektif.
### 🧱 Dari Abu Jadi Paving Blok
Yang paling bikin netizen geleng-geleng kepala: abu sisa pembakaran sampah tidak dibuang begitu saja.
Abu tersebut justru dimanfaatkan sebagai campuran bahan bangunan untuk membuat paving blok. Dalam sehari, produksi bisa mencapai **200–300 paving blok**.
Menariknya lagi:
* Abu Motah bisa dicampur semen dengan tambahan material minimal
* Sudah digunakan untuk membuat pembatas dan benteng di area pengolahan sampah
Dari limbah jadi infrastruktur. Dari masalah jadi solusi.
### 📊 Bisa Jadi Model Se-Kecamatan?
Data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung menyebutkan produksi sampah di Bandung bisa mencapai sekitar **200 ton per hari**. Untuk skala kecamatan padat penduduk, dibutuhkan hingga **6 unit mesin Motah** agar pengolahan berjalan maksimal.
Jika diterapkan luas, sistem seperti di Gempolsari bisa menjadi blueprint pengelolaan sampah perkotaan — mengurangi volume limbah sekaligus menciptakan nilai ekonomi.
---
Di tengah krisis sampah yang melanda banyak kota besar, langkah Bandung melalui inovasi di Kelurahan Gempolsari ini jadi angin segar.
Kolaborasi warga, pemerintah, dan TNI membuktikan satu hal:
**Sampah bukan akhir cerita. Dengan inovasi, ia bisa jadi awal perubahan.** 🌱♻️
Tak heran jika banyak yang menyebut, ini bukan sekadar program kebersihan — tapi gerakan revolusi lingkungan dari tingkat kelurahan.
(Ivan Sukenda).**







.jpg)



.jpg)
.png)


