OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS – Suasana haru, bangga, dan penuh makna mewarnai acara Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Negeri 01 Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di halaman sekolah, Sabtu (30/5/2026).
Mengusung tema “Kenangan Hari Ini Inspirasi untuk Esok Hari, Terus Melangkah Raih Cita-cita, Ukir Prestasi”, sebanyak 220 siswa kelas IX resmi dilepas setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan ujian sekolah selama tiga tahun terakhir.
Acara berlangsung meriah namun tetap sarat makna. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, penampilan Tari Sambut, pentas seni siswa, serta pembacaan ayat suci dari tiga agama, yakni Islam, Hindu, dan Kristen Katolik sebagai simbol kerukunan dan toleransi yang terus dijaga di lingkungan sekolah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur Wakimin, S.Pd., Kepala SMPN 01 Belitang II H. Hartoyo, S.Pd., Sekretaris Camat Belitang II Made Sukarawan, S.Kom., perwakilan Koramil Belitang II, komite sekolah, pengawas sekolah, kepala sekolah TK, SD, SMP, dan SMA se-Zona V, Kepala UPTD Belitang II, wali murid kelas IX, para siswa, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 01 Belitang II, H. Hartoyo, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pelepasan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa tiga tahun lalu para orang tua telah menitipkan anak-anak mereka kepada pihak sekolah untuk dididik dan dibimbing.
"Hari ini kami mengembalikan amanah itu kepada orang tua. Selama tiga tahun kami berusaha memberikan pendidikan dan pembinaan terbaik sesuai kemampuan kami. Jika selama proses tersebut terdapat kekurangan atau hal yang belum sesuai harapan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya.
Hartoyo menegaskan bahwa kelulusan dari SMP bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan tantangan yang semakin besar.
Ia juga meminta para orang tua untuk terus mengawasi penggunaan telepon genggam atau gadget selama masa libur sekolah agar anak-anak tidak terjerumus pada aktivitas yang merugikan. Selain itu, pihak sekolah mengimbau siswa agar tidak melakukan aksi konvoi, corat-coret seragam, maupun kegiatan lain yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat saat pengumuman kelulusan.
Mewakili wali murid, Zaenal Maksum menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh dewan guru yang telah mendidik anak-anak mereka dengan penuh kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan.
Menurutnya, perjuangan para guru selama tiga tahun terakhir telah menjadi fondasi penting bagi masa depan para siswa.
"Kami menyadari mendidik anak bukanlah pekerjaan mudah. Terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah menjadi orang tua kedua bagi anak-anak kami. Semoga ilmu yang diberikan menjadi bekal yang bermanfaat bagi masa depan mereka," ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada para siswa agar terus menuntut ilmu setinggi mungkin dengan tetap mengedepankan akhlak dan adab sebagai landasan utama dalam kehidupan.
Sementara itu, Sekretaris Camat Belitang II, Made Sukarawan, S.Kom., yang mewakili Camat Belitang II, memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap bangga terhadap almamaternya. Menurutnya, SMP Negeri 01 Belitang II merupakan salah satu sekolah yang memiliki reputasi baik di wilayah Belitang II.
"Jangan pernah minder. Kalian harus bangga menjadi bagian dari SMP Negeri 01 Belitang II. Jaga nama baik sekolah di mana pun kalian melanjutkan pendidikan nanti," pesannya.
Made juga mengingatkan agar teknologi dan gadget dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, bukan justru menjadi sarana yang merusak masa depan generasi muda.
Momen paling mengharukan terjadi saat perwakilan siswa kelas IX, Ajeng Nur Khasanah, menyampaikan pesan dan kesan di hadapan guru, orang tua, dan seluruh tamu undangan.
Dengan suara bergetar, ia mengenang perjalanan tiga tahun bersama teman-teman dan guru yang telah menjadi keluarga kedua selama menempuh pendidikan di SMPN 01 Belitang II.
"Kami datang ke sekolah ini dengan rasa takut dan canggung. Namun waktu telah mengubah semuanya menjadi kebersamaan yang tidak akan pernah kami lupakan. Terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengajarkan arti kehidupan, kedisiplinan, dan ketabahan," tuturnya.
Ia juga memohon doa restu agar seluruh siswa dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan meraih cita-cita yang diimpikan.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, Wakimin, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan perpisahan sekolah diperbolehkan selama tidak memberatkan wali murid serta memberikan nilai edukatif bagi siswa.
Menurutnya, momen perpisahan bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk rasa syukur sekaligus sarana menumbuhkan kenangan positif yang akan terus melekat dalam perjalanan hidup para siswa.
"Saya ingin anak-anak memahami bahwa sekolah bukan hanya untuk mencari nilai. Sekolah adalah tempat belajar bersosialisasi, membangun jaringan pertemanan, mengembangkan bakat, serta membentuk karakter," tegas Wakimin.
Ia mengajak seluruh siswa untuk terus melanjutkan pendidikan dan tidak berhenti sekolah setelah lulus SMP.
"Lajutkan sekolah mu, Jangan berhenti belajar. Masa depan kalian masih panjang dan tantangannya semakin besar," katanya.
Wakimin juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget. Menurutnya, banyak persoalan remaja saat ini berawal dari kurangnya kontrol terhadap penggunaan telepon pintar.
"HP boleh canggih, tetapi harus diawasi. Orang tua perlu mengetahui apa yang diakses anak-anaknya. Jangan sampai teknologi yang seharusnya membantu justru merusak masa depan mereka," ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahaya pergaulan bebas, kebiasaan keluar malam, balap liar, serta penggunaan kendaraan yang tidak sesuai aturan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakimin juga mengajak generasi muda untuk tidak malu menjadi petani modern. Menurutnya, sektor pertanian tetap memiliki prospek besar dan menjadi salah satu pilar penting pembangunan bangsa.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi akademik, panitia mengumumkan dan memberikan penghargaan kepada 10 siswa terbaik yang berhasil meraih nilai tertinggi dalam ujian sekolah Tahun 2026.
Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan dedikasi para siswa selama menempuh pendidikan.
Rangkaian acara ditutup dengan prosesi sungkeman siswa kepada orang tua dan guru yang diiringi pembacaan puisi perpisahan. Suasana haru tak terbendung ketika para siswa memeluk orang tua dan guru mereka sebagai ungkapan terima kasih atas kasih sayang, pengorbanan, serta bimbingan yang telah diberikan selama ini.
Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama, foto bersama, dan ramah tamah antara siswa, guru, serta wali murid.
Pelepasan siswa kelas IX SMP Negeri 01 Belitang II tahun ini bukan hanya menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan tingkat pertama, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh siswa bahwa perjalanan menuju masa depan baru saja dimulai.
"Kenangan hari ini akan menjadi inspirasi untuk esok hari. Teruslah melangkah, raih cita-cita, dan ukir prestasi untuk membanggakan orang tua, sekolah, serta Kabupaten OKU Timur."
(Agustian)

.jpg)








