Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jalan Hantap Raya Kiaracondong Ambles 50 Meter, Warga: Jangan Tunggu Viral Baru Diperbaiki

5/28/2026 | 07:58 WIB


Bandung Infonasionalnews - Jalan Hantap Raya di Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, ambles sepanjang sekitar 50 meter dengan kedalaman mencapai 1 hingga 2 meter. Amblesnya badan jalan yang berada di bantaran Sungai Cidurian itu membuat akses warga lumpuh sekaligus memunculkan kekhawatiran longsoran terus meluas hingga mengancam rumah penduduk.

Pantauan di lokasi pada Selasa, 26 Mei 2026, kondisi jalan tampak terbelah dan turun drastis di sejumlah titik. Aspal menggantung di bagian tepi, sementara tanah di bawahnya terkikis arus air. Warga hanya memasang pembatas seadanya untuk mencegah pengendara terperosok.

Warga setempat, Aceng (56), mengatakan tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah muncul hampir tiga minggu lalu. Retakan kecil terus melebar setiap hari, terutama setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

“Awalnya retak kecil, ditutup tanah seadanya. Lama-lama makin besar sampai akhirnya gubrag begini. Mobil sekarang enggak bisa lewat,” ujar Aceng.

Menurutnya, warga sudah melaporkan kondisi jalan kepada pihak terkait. Namun penanganan dinilai lambat sehingga kerusakan terus membesar hingga akhirnya jalan ambruk total.

“Kalau dari awal cepat ditangani mungkin enggak separah ini. Jangan sampai nunggu viral atau ada korban dulu baru serius diperbaiki,” katanya.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung akhirnya melakukan penanganan sementara di lokasi. Kepala Bidang Pengendali Daya Rusak Air (PDRA) DSDABM Kota Bandung, Raden Deni Saputra, menjelaskan kerusakan dipicu ambruknya kirmir Sungai Cidurian yang berada tepat di sisi jalan.

Ia menyebut Sungai Cidurian merupakan sungai ordo dua yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Meski begitu, Pemkot Bandung tetap turun melakukan langkah darurat untuk mencegah kerusakan semakin meluas.

“Kalau Kota Bandung tidak mengambil langkah preventif, ini akan membahayakan,” ujar Deni.

Menurutnya, kerusakan awal sebenarnya sudah mulai terlihat sekitar tiga pekan lalu dalam skala kecil. Namun kondisi memburuk setelah hujan deras disertai luapan Sungai Cidurian pada Sabtu, 23 Mei 2026.

“Awalnya amblas kecil, kemudian setelah hujan deras dan ada luapan sungai, kerusakan jadi semakin besar,” katanya.
DSDABM mencatat panjang jalan terdampak mencapai sekitar 40 hingga 50 meter. Saat ini petugas melakukan pembongkaran kirmir lama untuk dirapikan dan diperkuat menggunakan material sementara sebelum perbaikan permanen dilakukan.

“Insyaallah seminggu ke depan dilakukan penanganan permanen,” ucap Deni.

Selama proses perbaikan berlangsung, akses kendaraan dialihkan ke jalur alternatif di kawasan utara lokasi amblas. Pemerintah juga mengaku telah berkoordinasi dengan aparat kewilayahan dan kelurahan terkait rekayasa lalu lintas sementara.

Di sisi lain, Deni mengingatkan potensi kerusakan serupa masih mengintai sejumlah titik di Kota Bandung, terutama pada kirmir sungai yang usianya sudah tua dan rawan tergerus arus saat curah hujan tinggi.

“Masih ada beberapa kirmir tua yang perlu diwaspadai,” katanya.

Peristiwa amblesnya Jalan Hantap Raya kembali menjadi alarm soal lemahnya antisipasi kerusakan infrastruktur di Kota Bandung. Retakan yang sudah muncul berminggu-minggu sebelumnya seolah baru dianggap darurat setelah jalan benar-benar putus dan aktivitas warga terganggu total.
(Ivan Sukenda).**
×
Berita Terbaru Update