Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Rekrutmen Polri 2026 di Polda Jabar Transparan Total, Nilai Tes Langsung Tampil di Layar

5/28/2026 | 11:35 WIB

Bandung Infonasionalnews — Proses penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama Polri Tahun 2026 di lingkungan Polda Jawa Barat dipastikan berjalan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad.

Dalam keterangannya, Kamis (27/5/2026), Fadly menegaskan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka agar para peserta dapat mengetahui langsung hasil yang diperoleh pada setiap tes.

“Setelah tes selesai, nilai langsung terpampang di layar. Semua peserta bisa melihat hasilnya, baik nilainya sendiri maupun peserta lain,” ujar Fadly.

Sistem transparansi ini menjadi salah satu langkah nyata Polri dalam menghadirkan proses rekrutmen yang objektif dan bebas dari praktik kecurangan. Menurutnya, mekanisme seleksi terbuka sudah diterapkan selama beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari transformasi menuju Polri Presisi.

Tak hanya itu, peserta juga diberikan hak untuk melakukan koreksi apabila merasa terdapat ketidaksesuaian terhadap nilai yang muncul saat pelaksanaan tes berlangsung.

“Peserta mengetahui bobot penilaian akademik, psikologi, maupun jasmani. Dengan sistem terbuka ini, calon taruna bisa menghitung sendiri hasil yang diperoleh,” tambahnya.

Pengawasan Ketat dan Berlapis

Dalam pelaksanaannya, proses seleksi diawasi secara internal oleh Itwasda dan Bid Propam Polda Jabar. Sementara pengawasan eksternal melibatkan unsur organisasi masyarakat guna memastikan seluruh tahapan berjalan jujur, profesional, dan bebas intervensi.

Fadly menegaskan, tidak ada perlakuan khusus bagi peserta tertentu. Seluruh proses dilakukan murni berdasarkan kemampuan dan integritas masing-masing peserta.

Tahapan seleksi sendiri dimulai dari pendaftaran online dan verifikasi administrasi, kemudian dilanjutkan pemeriksaan administrasi awal (rikmin awal), pemeriksaan kesehatan tahap pertama (rikkes 1), tes psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT), hingga tes akademik, komputer, Mental Ideologi (MI), dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK).

Peserta yang lolos kemudian mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap kedua (rikkes 2), tes kesamaptaan jasmani, wawancara PMK dan psikologi, hingga pemeriksaan administrasi akhir (rikmin akhir) sebagai penentu kelulusan akhir.

Sebelum memasuki ruang ujian, peserta juga menjalani pemeriksaan ketat untuk memastikan tidak membawa alat komunikasi maupun perangkat lain yang berpotensi digunakan untuk berbuat curang.

“Tes CAT ini dirancang untuk mengukur potensi dan karakter peserta secara objektif. Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama, dan hasilnya murni berdasarkan kemampuan masing-masing,” tegas Fadly.

Bangun Kepercayaan Publik

Sementara itu, Kabagbinkar Ro SDM Polda Jabar, AKBP Condro Sasongko menilai keterbukaan dalam proses seleksi menjadi kunci penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Polda Jabar memastikan tidak ada jalan pintas dalam seleksi penerimaan anggota Polri, baik Taruna Akpol, Bintara, maupun Tamtama. Setiap peserta yang lulus adalah mereka yang benar-benar memenuhi kriteria kemampuan dan integritas,” ujarnya.

Melalui sistem seleksi yang profesional, objektif, dan transparan, Kepolisian Negara Republik Indonesia berharap dapat melahirkan calon anggota Polri yang unggul, berintegritas, serta siap menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di masa depan.(Ivan Sukenda).**
×
Berita Terbaru Update