-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pembinaan Pengelola Perpustakaan Desa, Dinas Perpustakaan OKU Timur Dorong Pojok Baca Menjadi Perpustakaan Desa

7/02/2026 | 15:50 WIB

OKU TIMUR, INFONASIONAL.NEWS – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten OKU Timur menggelar kegiatan Pembinaan Pengelola Perpustakaan Desa melalui Gerakan Pengembangan Pojok Baca Menjadi Perpustakaan Desa se-Kabupaten OKU Timur Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Belitang Mulya, Kamis (2/7/2026).



Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama sebagai pembuka kegiatan.



Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten OKU Timur Dr. H. Sopian Hadi, S.Pd., M.M., Kabid PMD Kabupaten OKU Timur Hendri, S.Sos., Camat Belitang Mulya H. Sigit Haryo Yudanto, S.E., Camat Belitang II, M.Suyadi,SE, Camat Belitang III, Sandra Darma,B, S.Km, MM, Camat Semendawai Timur, Drs, H.A.Sholehan, MM, Camat SS III Bun Yamin,SE para kepala desa dari lima kecamatan, Bunda Literasi, serta tamu undangan lainnya.



Dalam sambutannya, Camat Belitang Mulya H. Sigit Haryo Yudanto, S.E. mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang telah mempercayakan Kecamatan Belitang Mulya sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan.


Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh kepala desa dalam mengembangkan pojok baca menjadi perpustakaan desa yang lebih representatif dan bermanfaat bagi masyarakat.



"Literasi merupakan jendela pengetahuan. Melalui perpustakaan desa diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki akses yang lebih luas terhadap ilmu pengetahuan sebagai bekal menuju Generasi Emas Indonesia 2045," ujarnya.



Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten OKU Timur, Dr. H. Sopian Hadi, S.Pd., M.M., menyampaikan materi mengenai pembinaan dan pengelolaan perpustakaan desa sekaligus pentingnya pengelolaan arsip di tingkat desa.


Ia menjelaskan bahwa perpustakaan desa bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan sebuah lembaga yang harus memiliki struktur pengelola, koleksi yang memadai, serta ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Desa.



Menurutnya, perbedaan mendasar antara pojok baca dan perpustakaan desa terletak pada sistem pengelolaannya. Pojok baca hanya merupakan sarana sederhana untuk menyediakan bahan bacaan bagi masyarakat, sedangkan perpustakaan desa merupakan lembaga yang dikelola secara profesional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.



Dr. Sopian Hadi juga menyoroti masih rendahnya Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat. Ia mengatakan bahwa tantangan literasi saat ini semakin besar karena perubahan pola membaca masyarakat, terutama generasi muda yang lebih banyak mengakses informasi melalui media digital.




"Literasi bukan hanya sekadar mampu membaca dan menulis, tetapi bagaimana hasil dari membaca dapat diterapkan menjadi karya yang bermanfaat, bahkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami mengusung semangat 'Literasi untuk Kesejahteraan'," jelasnya.



Selain membahas perpustakaan, ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan arsip desa. Menurutnya, arsip merupakan dokumen penting yang harus dikelola dengan baik karena sewaktu-waktu dapat menjadi kebutuhan administrasi maupun pembuktian hukum.



Melalui kegiatan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten OKU Timur berharap seluruh desa di Kabupaten OKU Timur dapat meningkatkan status pojok baca menjadi perpustakaan desa yang aktif, tertata, dan mampu menjadi pusat pembelajaran masyarakat.


Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pengembangan perpustakaan desa di Kabupaten OKU Timur.

Reporter, Agustian 
Editor, Info Nasional News
×
Berita Terbaru Update