-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dari Begal hingga Narkoba, Polda Jabar Bongkar 352 Kasus Kejahatan Jalanan

8/09/2026 | 12:10 WIB
BANDUNG Infonasionalnews — Perang melawan kejahatan jalanan di Jawa Barat memasuki babak baru. Jajaran Polda Jawa Barat bersama seluruh Polres/Polresta mengungkap 352 kasus kejahatan jalanan dengan 413 orang pelaku dalam operasi terpadu yang digelar serentak di berbagai wilayah Jawa Barat.

Pengungkapan tersebut dipaparkan dalam Press Release Pengungkapan Kejahatan Jalanan (Street Crime) Jawa Barat di Mapolda Jabar, Jumat (7/8/2026). Kegiatan dipimpin Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto dan dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Kasus yang diungkap tidak hanya berkaitan dengan pencurian kendaraan bermotor, tetapi juga pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, kepemilikan senjata, peredaran narkotika, obat keras tertentu (OKT), minuman keras hingga penggunaan knalpot tidak standar.

1.016 Motor Diamankan, Ratusan Sajam Disita

Dari 352 kasus street crime tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang menunjukkan skala operasi cukup besar.

Di antaranya 1.016 unit sepeda motor, 12 kendaraan roda empat, tiga pucuk senjata api, serta ratusan senjata tajam yang diduga digunakan dalam berbagai aksi kriminal.

Kapolda Jabar menegaskan bahwa pemberantasan kejahatan jalanan tidak boleh dilakukan secara parsial. Penanganannya harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari aparat keamanan hingga pemerintah dan masyarakat.

«“Kami menginginkan adanya penguatan kolaborasi. Seluruh elemen di Jawa Barat, mulai dari TNI, pemerintah daerah, Satpol PP hingga unsur masyarakat bergerak bersama,” ujar Pipit.»

Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya difokuskan di Bandung Raya. Seluruh jajaran Polda Jawa Barat diperintahkan bergerak secara serentak untuk menekan berbagai bentuk gangguan keamanan.

2,7 Juta Pil OKT Disita

Ancaman lain yang menjadi perhatian serius adalah peredaran narkotika dan obat keras tertentu yang dinilai berkaitan dengan munculnya berbagai tindak kriminal.

Dalam operasi tersebut, Polda Jabar mengungkap 80 kasus narkotika dengan 95 tersangka serta 115 kasus obat keras tertentu dengan 128 tersangka.

Barang bukti yang diamankan antara lain:

- 1.718,43 gram sabu/metamfetamin
- 2.917 gram ganja
- 612 butir ekstasi
- 618,86 gram tembakau sintetis
- 822 butir psikotropika
- 2.720.000 butir obat keras tertentu (OKT)
- Sekitar 25.000 botol minuman keras

Total nilai barang bukti narkotika dan OKT tersebut diperkirakan mencapai Rp20,2 miliar.

Pipit menyebut pengungkapan tersebut diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 3,1 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika dan obat keras tertentu.

9.128 Knalpot Brong Diamankan

Penertiban juga menyasar penggunaan knalpot nonstandar atau knalpot brong yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat karena menimbulkan kebisingan dan berpotensi memicu gangguan ketertiban.

Sebanyak 9.128 knalpot nonstandar diamankan melalui penindakan maupun pendekatan persuasif.

Menariknya, sebagian pengendara memilih mengganti sendiri knalpot brong mereka dengan knalpot standar setelah mendapatkan edukasi dari petugas.

Bandung Siap Perkuat Perang Melawan Kejahatan Jalanan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan Pemkot Bandung siap memperkuat sinergi dengan Polda Jabar, TNI, pemerintah provinsi, Satpol PP hingga masyarakat.

Menurut Farhan, keamanan bukan sekadar persoalan penegakan hukum, tetapi merupakan fondasi bagi aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.
«“Kami mendukung penuh langkah Polda Jawa Barat dalam memerangi street crime. Kota Bandung siap memperkuat kolaborasi dengan TNI, Polri, Satpol PP, kewilayahan, serta seluruh elemen masyarakat,” kata Farhan.»

Farhan menilai sejumlah langkah harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari patroli gabungan, menghidupkan kembali siskamling, memperbanyak CCTV, meningkatkan penerangan jalan hingga membangun kepedulian masyarakat.

Ia juga mengajak warga tidak bersikap pasif ketika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Ada Layanan Pengawalan Pulang Malam

Polda Jabar tidak hanya mengandalkan penindakan. Upaya pencegahan juga akan diperkuat melalui patroli dialogis yang melibatkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) dan personel gabungan.

Patroli akan diarahkan ke kawasan permukiman, titik rawan kriminalitas serta pusat aktivitas masyarakat.

Salah satu terobosan yang disiapkan adalah layanan pengawalan pulang malam gratis bagi masyarakat yang merasa khawatir bepergian sendirian pada malam hari.

Langkah tersebut diharapkan memberikan rasa aman sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan.

Dedi Mulyadi: Keamanan Adalah Fondasi Pembangunan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi langkah Polda Jabar dalam memperkuat pemberantasan kejahatan jalanan.

Menurut Dedi, pembangunan tidak akan memiliki arti apabila masyarakat masih dihantui rasa takut ketika beraktivitas.

«“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Gangguan keamanan menimbulkan dampak psikologis yang besar bagi masyarakat. Karena itu negara harus hadir memberikan rasa aman,” ujar Dedi.»

Dedi juga memastikan Pemprov Jabar akan memberikan perhatian kepada korban kejahatan jalanan.

Pemprov Jabar, kata dia, akan menanggung biaya pengobatan korban begal, pencurian dengan kekerasan, perampokan maupun perundungan yang tidak ditanggung BPJS atau asuransi.

Jika korban meninggal dunia dan meninggalkan anak, Pemprov Jabar juga akan membantu keberlangsungan pendidikan anak-anak korban.

Bukan Sekadar Razia, Ekosistem Keamanan Harus Dibangun

Dedi juga mendorong adanya solusi bagi pengendara yang terjaring penertiban knalpot brong. Salah satunya dengan menyediakan knalpot standar di pos-pos lalu lintas, sehingga masyarakat dapat langsung mengganti knalpot kendaraannya.

Sementara itu, pemberantasan peredaran tramadol dan obat keras tertentu menjadi perhatian khusus karena barang tersebut dinilai banyak dikonsumsi kalangan remaja dan berpotensi menjadi salah satu pemicu tindak kriminal.

Polda Jabar pun akan mendorong pemerintah daerah memperkuat ekosistem keamanan melalui siskamling, CCTV yang benar-benar berfungsi, penerangan jalan, patroli bersama serta edukasi keamanan melalui kegiatan sosial dan keagamaan.

Pesan yang muncul dari operasi ini cukup jelas: memberantas street crime bukan hanya tugas polisi.

Ketika aparat melakukan penindakan, pemerintah memperbaiki lingkungan dan masyarakat ikut menjaga wilayahnya, ruang gerak pelaku kejahatan akan semakin sempit.

Jawa Barat kini tidak hanya bicara soal menangkap pelaku, tetapi membangun sistem keamanan agar masyarakat tidak menjadi korban berikutnya.**(Ivan Sukenda).
×
Berita Terbaru Update