-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Diskusi Wawasan Kebangsaan JAWARA, Ormas dan LSM Jabar Didorong Aktif Kawal Pemerintahan

8/22/2026 | 18:16 WIB

 



BANDUNG — INFONASIONALNEWS — Semangat JAWARA (Jaga Rawat) Jawa Barat digaungkan dalam Diskusi Wawasan Kebangsaan yang digelar Forum Ormas, LSM dan Komunitas Provinsi Jawa Barat, Jumat (21/8/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Formas Jabar, Jalan Sumedang No. 4, Kota Bandung, sejak pukul 14.00 WIB tersebut menjadi ruang dialog antara aparat kepolisian dengan berbagai elemen masyarakat.


Diskusi tidak hanya membahas wawasan kebangsaan, tetapi juga menyoroti pentingnya keterlibatan Ormas, LSM, komunitas dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas sekaligus mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan di Jawa Barat.


Semangat yang dibawa dalam forum tersebut adalah mewujudkan Jawa Barat yang semakin maju, sejahtera dan berkeadilan, dengan pemerintahan yang amanah, berintegritas, tidak korup serta berpihak kepada kepentingan masyarakat.


Polisi Buka Ruang Aspirasi Masyarakat


Pembahasan wawasan kebangsaan disampaikan AKBP M. A. Taufan T. S., S.H., selaku Kasubdit Sosbud.


Dalam penyampaiannya, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan masukan terkait berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing.


Komunikasi antara kepolisian dan organisasi masyarakat, menurutnya, perlu terus dibangun agar persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat diketahui dan ditangani secara tepat.


Masyarakat juga diingatkan untuk segera melaporkan berbagai kejadian yang membutuhkan kehadiran kepolisian melalui Layanan Polisi 110.


Ruang komunikasi tersebut dinilai penting agar forum-forum masyarakat tidak berhenti pada kegiatan diskusi, tetapi mampu menjadi jembatan penyampaian aspirasi dan informasi kepada aparat.


Hendra Mulyana: Ormas dan LSM Harus Hadir di Tengah Masyarakat


Ketua Koordinator Forum Ormas, LSM dan Komunitas Jawa Barat, Rd. H. Hendra Mulyana, S.H., menyambut positif kegiatan tersebut.


Menurut Hendra, diskusi wawasan kebangsaan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.


Ia juga mendorong seluruh bidang dalam organisasi dan komunitas untuk membuat kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Hendra menyampaikan bahwa Forum Ormas, LSM dan Komunitas Provinsi Jawa Barat yang dipimpinnya telah mendapatkan pengakuan dari Kesbangpol Jawa Barat.



Keberadaan forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang belajar dan komunikasi bagi Ormas, LSM, komunitas maupun yayasan, termasuk organisasi yang baru berdiri agar memahami peran dan tanggung jawabnya di tengah masyarakat.


Namun, Hendra menegaskan bahwa eksistensi Ormas dan LSM tidak boleh hanya terlihat ketika ada kepentingan atau kegiatan seremonial.


Peran sebagai kontrol sosial harus diperkuat dari tingkat kelurahan hingga tingkat kota.


«“Ormas dan LSM harus hadir di tengah masyarakat. Jangan hanya menjadi penonton. Peran pengawasan terhadap pemerintah harus ditingkatkan, dari tingkat kelurahan sampai kota,” tegas Hendra dalam forum.»


Soroti Dugaan Mafia Tanah


Salah satu persoalan yang turut mendapat perhatian adalah dugaan praktik mafia tanah di Jawa Barat.


Hendra menilai persoalan pertanahan perlu mendapat pengawasan serius karena berkaitan langsung dengan hak masyarakat dan kepastian hukum.


Ia menyinggung dugaan permainan dokumen pertanahan, termasuk surat keterangan tertentu, yang menurutnya perlu diawasi secara serius.


Apabila ditemukan dugaan penyimpangan yang melibatkan aparatur pemerintahan, menurut Hendra, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja.


Meski demikian, pengawasan terhadap pemerintah harus dilakukan secara bertanggung jawab, berdasarkan data dan fakta serta melalui mekanisme hukum apabila ditemukan dugaan pelanggaran.


Dengan demikian, kritik dan kontrol sosial tidak berubah menjadi tuduhan tanpa dasar, melainkan menjadi bagian dari upaya masyarakat menjaga pemerintahan tetap berjalan sesuai aturan.


APAK Jabar Dorong Generasi Muda Pahami Kebangsaan


Sebelumnya, Ketua Umum APAK (Aliansi Pemuda Anti Korupsi) Jawa Barat, Rd. Yadi Suryadi, turut menyampaikan gagasan mengenai wawasan kebangsaan.


Menurutnya, wawasan kebangsaan tidak cukup hanya dipahami secara teoritis. Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan sosial, kehidupan bermasyarakat, pemerintahan dan masa depan bangsa.


Semangat antikorupsi juga menjadi bagian penting dalam pembahasan.


Pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dinilai akan sulit diwujudkan apabila penyelenggaraan pemerintahan tidak dibarengi integritas serta komitmen untuk mengutamakan kepentingan publik.


JAWARA: Jaga dan Rawat Jawa Barat Bersama


Diskusi Wawasan Kebangsaan JAWARA akhirnya menegaskan satu pesan penting: menjaga Jawa Barat bukan hanya tugas pemerintah dan aparat keamanan.


Ormas, LSM, komunitas, pemuda, tokoh masyarakat dan seluruh warga memiliki ruang untuk berkontribusi melalui kegiatan sosial, edukasi, penyampaian aspirasi hingga pengawasan pembangunan.


Forum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda diskusi, tetapi mampu melahirkan kolaborasi dan langkah nyata di lapangan.


Sebab, Jawa Barat yang maju bukan semata-mata ditandai oleh pembangunan fisik. Kemajuan juga harus tercermin dari pemerintahan yang bersih, masyarakat yang berdaya, penegakan hukum yang adil dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan rakyat.


Semangat JAWARA — Jaga Rawat Jawa Barat menjadi pengingat bahwa masa depan Jawa Barat membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


Jaga Jawa Barat. Rawat Jawa Barat. Awasi dengan data. Sampaikan aspirasi dengan santun. Dan kawal pembangunan untuk kepentingan rakyat.**( Ivan Sukenda).

×
Berita Terbaru Update