BANDUNG Infonasionalnews.my.id — Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung memasuki babak baru dalam proses reaktivasi penerbangan komersial. Garuda Indonesia kembali mengoperasikan pesawat jet dari Bandung pada Jumat (14/8/2026) melalui rute Bandung–Denpasar–Bandung.
Kembalinya Garuda Indonesia menjadi momentum penting bagi konektivitas udara Kota Bandung setelah sebelumnya penerbangan dari Bandara Husein kembali dibuka secara bertahap sejak 6 Agustus 2026 dengan pesawat propeller untuk sejumlah rute domestik.
Antusiasme masyarakat terhadap penerbangan Bandung–Denpasar juga disebut sangat tinggi. Bahkan, penerbangan Garuda Indonesia pada hari pertama hingga hari ketiga dilaporkan terisi penuh, dengan calon penumpang masuk dalam daftar tunggu apabila terdapat pembatalan.
✈️ Garuda Layani Bandung–Denpasar 4 Kali Seminggu
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Letjen (Purn) Glenny H. Kairupan, mengatakan penerbangan perdana Garuda dari Bandung menjadi bagian dari percepatan pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara.
Untuk tahap awal, Garuda Indonesia akan melayani rute tersebut empat kali dalam sepekan. Selain Garuda, Citilink juga disiapkan untuk melayani penerbangan dari Bandara Husein.
Menurut Glenny, reaktivasi Bandara Husein berlangsung relatif cepat setelah adanya arahan Presiden Republik Indonesia.
“Syukur alhamdulillah dalam waktu tiga bulan kurang lima hari hari ini kita bersama-sama bisa menyaksikan bahwa Husein Sastranegara dibuka kembali dan Garuda pertama penerbangan Bali ke Bandung, dari Bandung ke Bali,” ujarnya.
📈 Tingkat Keterisian Jadi Sinyal Positif
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut positif kembali beroperasinya pesawat jet di Bandara Husein Sastranegara.
Menurutnya, tingginya tingkat keterisian penerbangan Garuda pada hari perdana menjadi sinyal bahwa masyarakat masih membutuhkan konektivitas udara langsung dari Bandung.
Sementara penerbangan kelompok Lion yang telah beroperasi sejak 6 Agustus dengan sejumlah rute seperti Lampung, Balikpapan dan Palembang juga disebut memiliki tingkat peminat di atas 50 persen.
Ke depan, konektivitas dari Husein ditargetkan dapat berkembang menuju sejumlah kota, antara lain Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Batam, Lampung, Balikpapan, Pontianak, Makassar, Denpasar dan Surabaya.
Namun, Pemkot Bandung belum ingin terburu-buru menetapkan target jumlah penumpang tahunan.
Farhan justru menekankan pentingnya kesiapan pelayanan dengan target kapasitas sekitar 3.000 penumpang per hari.
“Pokoknya kita mesti siap dulu dengan 3.000 penumpang per hari. Dengan 3.000 penumpang itu kita mesti memastikan bahwa bandaranya siap,” kata Farhan.
🏙️ Bukan Hanya Warga Bandung yang Terbang Keluar
Reaktivasi Husein Sastranegara juga diharapkan memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian Kota Bandung.
Pemkot Bandung ingin menjadikan bandara sebagai pintu masuk wisatawan, pelajar, mahasiswa, pebisnis, maupun masyarakat dari berbagai daerah menuju Bandung.
Salah satu potensi yang akan didorong adalah Bandung sebagai kota pendidikan.
Farhan berharap konektivitas udara tidak hanya digunakan warga Bandung untuk bepergian ke daerah lain, tetapi juga mampu mendatangkan masyarakat dari berbagai kota untuk belajar, bekerja, berwisata, dan beraktivitas di Bandung.
“Tantangan buat kita adalah bagaimana caranya tidak hanya orang Bandung yang terbang bolak-balik, tetapi juga kita akan mengundang orang lain dari kota lain untuk datang ke Kota Bandung,” ujarnya.
🛫 Bandara Dipastikan Memenuhi Standar Keselamatan
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi memastikan reaktivasi Bandara Husein dilakukan setelah berbagai aspek pelayanan, keamanan, keselamatan, serta kelayakan fasilitas diperiksa dan memenuhi standar yang dipersyaratkan.
Menurutnya, kesiapan bandara tidak hanya dinilai secara visual. Berbagai fasilitas dan sarana prasarana diuji sesuai standar kebandarudaraan.
Proses persiapan dilakukan hampir dua bulan. Setelah melalui pengujian internal, kesiapan bandara dilaporkan kepada Kementerian Perhubungan untuk pemeriksaan dan verifikasi langsung.
“Bukan sekadar visual, tetapi seluruhnya diuji sesuai kelayakan dengan pola dan standar yang memenuhi standar airport internasional,” katanya.
🌏 Penerbangan Internasional Ditargetkan Mulai Oktober
Kabar yang tak kalah menarik, penerbangan internasional dari Bandara Husein Sastranegara juga tengah dipersiapkan.
InJourney Airports bersama Kementerian Perhubungan terus melakukan koordinasi untuk membuka kembali konektivitas internasional dari Bandung.
Penerbangan internasional diperkirakan mulai dilayani Oktober 2026, dengan harapan dapat terus berkembang setelah pengoperasian awal.
Bandara Husein sendiri memiliki sejarah melayani penerbangan internasional, termasuk rute menuju Singapura dan Kuala Lumpur.
Dengan kembali aktifnya bandara, peluang penambahan maskapai dan rute domestik maupun internasional pun terbuka.
🚀 Husein Sastranegara Menuju Era Baru
Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara bukan sekadar kembalinya pesawat jet ke Bandung.
Bagi Kota Bandung, bandara ini diharapkan menjadi penggerak konektivitas, pariwisata, pendidikan, perdagangan, investasi, dan perekonomian daerah.
Antusiasme tinggi pada penerbangan perdana Garuda menjadi sinyal awal bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses penerbangan langsung dari Bandung masih sangat besar.
Kini tantangannya adalah bagaimana seluruh pihak memastikan pelayanan semakin baik, rute semakin banyak, harga tetap kompetitif, dan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat Bandung dan Jawa Barat.
✈️ Husein Sastranegara kembali terbang.
Bandung kembali terkoneksi.
Pertanyaannya: rute mana yang paling ditunggu wargi Bandung berikutnya?**(Ivan Sukenda).



.jpg)








