-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

KDM: Mengatakan: Kemerdekaan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat Jabar, APBD Difokuskan untuk Layanan Dasar

8/18/2026 | 10:22 WIB

BANDUNG Infonasionalnews.my.id — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Senin (17/8/2026), berlangsung dengan suasana berbeda. Untuk pertama kalinya, masyarakat diberi ruang lebih dekat menyaksikan langsung rangkaian upacara, termasuk pertunjukan defile.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, KDM menyampaikan pesan yang cukup tegas: kemerdekaan tidak boleh hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi harus benar-benar dirasakan melalui terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

KDM bahkan menyampaikan permohonan maaf karena menurutnya masih ada warga Jawa Barat yang belum sepenuhnya menikmati kemerdekaan.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotannya adalah akses listrik. Ia menyebut masih terdapat lebih dari 80.000 warga Jawa Barat yang belum teraliri listrik, meskipun Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan sumber energi listrik yang besar, termasuk melalui PLTA dan pembangkit listrik panas bumi.

“Masih ada rakyat Jawa Barat yang belum mendapatkan layanan dasar. Ini menjadi pekerjaan kita bersama,” ujar KDM.

Ia menegaskan, Pemprov Jawa Barat akan mengarahkan APBD untuk memperkuat pemenuhan layanan dasar masyarakat. Menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya pembangunan fisik, tetapi sejauh mana masyarakat mendapatkan pendidikan, kesehatan, listrik, pekerjaan, dan perlindungan sosial.

Tak Boleh Ada Warga Pulang dari Rumah Sakit Membawa Utang

Dalam pidatonya, KDM juga menyoroti persoalan biaya kesehatan. Ia menegaskan tidak boleh ada masyarakat yang harus pulang dari rumah sakit dengan membawa beban utang karena tidak mampu membayar biaya pengobatan.

“Tidak boleh ada rakyat yang masuk ke rumah sakit, pulangnya hutang karena tidak mampu membayar. Tidak boleh ada rakyat yang operasi caesar, KTP ditahan rumah sakit karena tidak mampu bayar,” tegasnya.

KDM mengajak seluruh unsur pemerintahan dan aparat, mulai dari kepolisian, TNI, pengadilan hingga perangkat daerah, untuk bersama-sama menciptakan Jawa Barat yang masyarakatnya benar-benar merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

Ia juga menyerukan agar penyelenggara negara tidak hanya memikirkan peningkatan tunjangan maupun fasilitas, tetapi lebih mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Harusnya kita membangun rasa adil pada seluruh rakyat,” katanya.

Pendidikan, Kesehatan dan Lapangan Kerja Jadi Prioritas

KDM mengatakan dirinya siap melakukan pengorbanan agar anggaran pemerintah lebih banyak diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mencontohkan keputusan menunda pembelian pakaian baru menggunakan uang negara serta menunda pembelian properti untuk rumah dinas.

Menurutnya, penghematan tersebut harus memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, terutama dalam peningkatan pendidikan hingga minimal 12 tahun, kesehatan, perekonomian dan kesempatan kerja.

Pada momentum kemerdekaan tahun ini, KDM juga menegaskan tekad untuk melindungi generasi muda Jawa Barat dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka, termasuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Warga Antusias Masuk Halaman Gedung Sate

Keterbukaan pelaksanaan upacara di halaman Gedung Sate mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga dapat menyaksikan lebih dekat barisan defile yang menampilkan unsur TNI, Polri hingga berbagai elemen pelayanan masyarakat.

Maryam, warga asal Soreang, mengaku terkejut ketika masyarakat diperbolehkan mendekati area panggung tamu upacara.

“Biasanya penjagaan ketat, saya kaget pas warga bisa lihat lebih dekat defile,” ucap Maryam.

Ia juga mengaku bangga dapat menginjakkan kaki di halaman Gedung Sate yang selama ini tidak selalu dapat diakses bebas oleh masyarakat.

“Setelah dibuka seperti ini lumayan bangga karena bisa menginjakkan kaki di Gedung Sate sebagai rakyat biasa,” katanya.

Hal senada disampaikan Tini, warga Pasirkoja. Ia mengaku baru pertama kali dapat masuk ke halaman Gedung Sate saat peringatan HUT RI.

“Bangga tahun ini bisa masuk karena sebelumnya berdiri di luar Gedung Sate saja,” ujar Tini.

Ia pun senang anaknya dapat melihat secara langsung barisan tentara, polisi hingga petugas penyapu jalan yang ikut dalam defile.

Bagi masyarakat, keterbukaan tersebut menjadi simbol bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya milik pejabat dan tamu undangan, tetapi juga milik seluruh rakyat.

Pesan KDM pun menjadi semakin jelas: 81 tahun Indonesia merdeka harus menjadi momentum untuk memastikan kemerdekaan hadir dalam kehidupan sehari-hari—melalui listrik yang menyala, pendidikan yang terjangkau, layanan kesehatan yang manusiawi, pekerjaan yang tersedia, serta masa depan generasi muda yang terlindungi.**(Ivan Sukenda).
×
Berita Terbaru Update