BANDUNG — Di tengah dinamika informasi dan situasi sosial yang berkembang di masyarakat, peran ulama dinilai semakin penting dalam menjaga ketenangan, memperkuat persatuan, dan mencegah munculnya kepanikan publik.
Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam silaturahmi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama ulama dan organisasi keagamaan Kota Bandung di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Rabu (26/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan tokoh agama untuk memperkuat sinergi dalam menjaga persatuan, ketertiban, serta kondusivitas Kota Bandung.
Ulama Diminta Hadirkan Narasi yang Sejuk
Dalam pertemuan tersebut, Prof. KH. Miftah Farid mengingatkan pentingnya peran ulama dalam menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan dan mengajak masyarakat tetap tenang.
Menurutnya, semangat persatuan perlu terus diperkuat melalui berbagai ruang dakwah, mulai dari khutbah, ceramah, forum diskusi keagamaan hingga kegiatan yang melibatkan generasi muda, termasuk mahasiswa.
Ia juga mendorong peningkatan kegiatan spiritual bersama, seperti doa bersama di tengah masyarakat, sebagai salah satu upaya memperkuat ketenangan batin sekaligus kebersamaan warga.
Tabayyun Jadi Kunci Hadapi Banjir Informasi
Sementara itu, KH. Asep Mulyana Ismail menekankan pentingnya menerapkan prinsip tabayyun, yakni melakukan verifikasi dan klarifikasi terhadap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial, sikap kritis dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru memicu kesalahpahaman, keresahan, bahkan perpecahan di tengah masyarakat.
Aspirasi Tetap Disalurkan Lewat Jalur Konstitusional
Pesan serupa disampaikan Ustaz H. Musa Muhammad yang mendorong masyarakat agar menyampaikan aspirasi melalui jalur konstitusional.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Namun, aspirasi tersebut tetap dapat disampaikan secara elegan, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Dengan demikian, kebebasan menyampaikan pandangan tetap berjalan tanpa mengorbankan ketertiban dan keamanan bersama.
Ulama Punya Peran Cegah Kepanikan Publik
Ustaz H. Andri Mulyadi turut menyoroti peran strategis ulama dalam mengantisipasi kepanikan publik.
Ulama diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi yang valid dan terverifikasi melalui berbagai kanal dakwah.
Peran tersebut menjadi semakin penting ketika masyarakat menghadapi derasnya arus informasi yang belum tentu seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Dr. H. Ahmad Suherman mendorong agar rumah ibadah semakin dioptimalkan sebagai ruang interaksi dan edukasi masyarakat.
Menurutnya, ruang-ruang tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan warga dalam menyaring, memeriksa, dan memvalidasi informasi sebelum menyebarkannya.
Ia juga mendorong agar penyebaran informasi publik diperluas ke lingkungan perguruan tinggi dengan tetap memperhatikan keberagaman latar belakang mahasiswa.
Kolaborasi Ulama dan Pemerintah untuk Bandung yang Kondusif
Pertemuan Wali Kota Bandung bersama para ulama tersebut menjadi sinyal penting bahwa menjaga kondusivitas kota bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan.
Ulama, tokoh agama, organisasi keagamaan, generasi muda, perguruan tinggi, serta masyarakat memiliki peran yang sama dalam menjaga persatuan dan ketenangan Kota Bandung.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun masyarakat yang tidak mudah terprovokasi, cerdas menyikapi informasi, serta tetap mengedepankan persaudaraan dalam menghadapi berbagai dinamika.
Pesan yang mengemuka dari pertemuan ini sederhana namun penting: saring sebelum sharing, kedepankan tabayyun, salurkan aspirasi secara konstitusional, dan jaga persatuan demi Bandung yang aman, damai, serta kondusif.**(Ivan Sukenda).




.jpg)








