Bandung Infonasionalnews– warga di Kelurahan Tamansari, Kota Bandung, Selasa, 2 Agustus 2025, di Kampung Tamansari Bawah RW 20, menggelar deklarasi penolakan terhadap segala bentuk tindakan maupun kegiatan anarkis di wilayah mereka. Aksi ini digelar sebagai bentuk komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Dalam deklarasi tersebut, dibawah komando Forum RW, Kelurahan Tamansari membentangkan spanduk bertuliskan “Tamansari Ngahiji, Warga Menolak Segala Bentuk Tindakan/Kegiatan Anarkis di Wilayah Kami”. Kehadiran warga secara sukarela ini menunjukkan solidaritas untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman, serta kondusif bagi seluruh masyarakat.
Perwakilan warga menyampaikan bahwa langkah ini merupakan upaya nyata dari masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga ketentraman. “Kami ingin lingkungan tetap damai, jauh dari tindakan anarkis yang bisa merugikan orang banyak,” ujar salah seorang tokoh warga Tamansari Kang Abay.
Deklarasi ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga kemasyarakatan, aparat kewilayahan, serta tokoh masyarakat yang hadir. Warga berharap, dengan adanya pernyataan sikap bersama, potensi kerawanan sosial dapat dicegah sejak dini.
Melalui kegiatan ini, warga Tamansari menegaskan bahwa mereka siap bekerja sama dengan aparat terkait untuk terus menjaga keamanan lingkungan, sekaligus memperkuat semangat persatuan,
Ketua Forum RW se-Kelurahan Tamansari, Sukwani Sabran, menyampaikan bahwa warga merasa sangat terganggu dengan tindakan provokatif sejumlah oknum yang meresahkan warga hingga larut malam.
“Beberapa malam terakhir kami dihantui oleh suara lemparan batu dan pembakaran yang terjadi di sekitar . Ini sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan warga,” ujarnya.
Menurut Sukwani, aksi-aksi tersebut bukan bagian dari Kasi damai, melainkan ulah kelompok yang sengaja menciptakan kericuhan. Ia menyebut, para pelaku sering kali bersembunyi di gang-gang sempit saat dikejar aparat, terutama di wilayah RW 12.
Lebih jauh lagi, Sukwani juga menyoroti salah satu kampus di kawasan Tamansari yang diduga menjadi tempat berlindung bagi para pelaku setelah jam operasional kampus selesai.
“Kami harap kampus bisa lebih bijak. Setidaknya tutup akses setelah pukul 18.00 WIB untuk mencegah tempatnya salah digunakan,” tegasnya.
Menangapi situasi tersebut, Lurah Tamansari, Dadang Sobandi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan meningkatkan koordinasi antarwarga.
“Kami berkomitmen menjaga Tamansari tetap aman dan nyaman. Terima kasih kepada seluruh pengurus RW yang telah ikut menjaga wilayahnya,” ujarnya.
Dadang juga menegaskan bahwa pihak kelurahan siap bersinergi dengan aparat TNI dan Polri demi menjaga ketertiban dan mencegah kerusakan fasilitas umum maupun organisasi warga.
“Beruntung, hingga kini tidak ada kerusakan parah. Ini berkat kesigapan warga dan dukungan dari lembaga masyarakat,” tambahnya.
”Kami menolak kegiatan anarkis di wilayah Kelurahan Tamansari. Kami berharap bisa bersinergi dengan TNI dan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Dadang, seraya menambahkan bahwa berkat kesigapan warga, aksi anarkis tidak sampai merusak permukiman(Ivan Sukenda). ***
. (Ivan Sukenda).**

.jpg)








