OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS – Suasana penuh khidmat, sukacita, dan semangat iman mewarnai Perayaan Ekaristi Penerimaan Sakramen Krisma di Gereja St. Yudas Tadeus Serdang, Desa Karang Melati, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Sabtu (9/5/2026).
Sebanyak 117 krismawan dan krismawati resmi menerima Sakramen Krisma dalam misa yang dipimpin langsung oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, RD Yohanes Kristianto. Ribuan umat Katolik tampak memadati area gereja sejak pagi hari untuk menyaksikan momen sakral tersebut.
Penerimaan Sakramen Krisma menjadi peristiwa penting bagi umat Katolik Paroki Para Rasul Kudus Tegal Sari. Selain sebagai tanda pendewasaan iman, sakramen ini juga menjadi bentuk pengutusan bagi kaum muda Katolik agar semakin aktif dalam pelayanan gereja dan menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
Perayaan Ekaristi berlangsung meriah dengan nuansa budaya yang kental. Iringan musik janger rohani dari Stasi Santa Allah Sabet Margo Mulyo, Paroki Santa Maria Tak Bernoda Tegal Rejo, serta paduan suara gabungan wilayah Paroki Tegal Sari menambah semarak suasana ibadah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPP Paroki Para Rasul Kudus Tegal Sari Pontianus Sudirman, RP Rafael Sudibyo SCJ selaku Romo Paroki, RP FX Kusmariati SCJ, para suster, pendamping krisma, wali baptis, serta umat Katolik dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Ketua DPP Paroki Para Rasul Kudus Tegal Sari, Pontianus Sudirman, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengapresiasi kerja keras para romo, panitia, misdinar, paduan suara, tim musik gamelan rohani, hingga seksi komunikasi sosial (Komsos) yang aktif mewartakan kegiatan gereja melalui media digital.
“Melalui Sakramen Krisma ini, kami berharap para krismawan dan krismawati sungguh menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui perkataan maupun tindakan nyata,” ujarnya.
Pontianus juga menegaskan pentingnya peran wali krisma dan orang tua dalam mendampingi perkembangan iman anak-anak setelah menerima Roh Kudus.
Sementara itu, Romo Paroki RP Rafael Sudibyo SCJ menjelaskan bahwa para peserta telah menjalani masa pembinaan iman selama kurang lebih lima bulan atau sekitar 20 kali pertemuan sebelum menerima Sakramen Krisma.
Menurutnya, proses pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kaum muda Katolik agar semakin dewasa dalam iman dan aktif dalam kehidupan menggereja.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Semoga Roh Kudus yang diterima hari ini sungguh memberi semangat baru bagi anak-anak untuk lebih aktif dalam pelayanan dan kehidupan iman,” kata Romo Rafael.
Ia juga memberikan apresiasi kepada umat wilayah IV yang menjadi tuan rumah dan bergotong royong menyiapkan seluruh kebutuhan kegiatan.
Di tempat yang sama, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, RD Yohanes Kristianto, memberikan apresiasi kepada umat Paroki Para Rasul Kudus Tegal Sari yang tetap menjaga tradisi liturgi bernuansa budaya lokal.
Menurutnya, perpaduan liturgi gereja dengan budaya Jawa melalui gamelan dan musik rohani merupakan kekayaan Gereja Katolik yang perlu terus dilestarikan.
“Saya memberi apresiasi khusus kepada umat yang masih mempertahankan budaya dalam liturgi gereja. Ini kekayaan iman dan budaya yang luar biasa,” ungkapnya.
RD Yohanes Kristianto juga mengingatkan para penerima Krisma agar tetap aktif dalam kehidupan gereja setelah menerima Sakramen Krisma.
“Jangan sampai setelah menerima Krisma kalian tidak terlihat lagi di gereja. Roh Kudus yang diterima hari ini harus membuat kalian menjadi pribadi yang aktif, berani, dan menjadi teladan,” pesannya.
Suasana haru turut terasa saat perwakilan krismawan dan krismawati, Lusi Susanti, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para romo, pendamping, orang tua, wali baptis, dan panitia yang telah mendukung seluruh proses persiapan hingga penerimaan Sakramen Krisma.
Ia menyebut penerimaan Sakramen Krisma bukan sekadar seremoni, melainkan awal perjalanan baru untuk hidup lebih dewasa dalam iman Katolik.
“Kami sadar tantangan hidup di zaman modern semakin berat. Namun kami percaya Roh Kudus akan memberi kekuatan dan hikmat agar kami mampu menjadi saksi Kristus di keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat,” tuturnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama para romo, petugas liturgi, wali krisma, serta seluruh krismawan dan krismawati dari enam wilayah.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar serta penuh semangat persaudaraan, menunjukkan kuatnya sinergi umat Katolik dalam membangun kehidupan menggereja yang harmonis dan penuh kasih.
(Agustian)
.jpg)








