OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS – Sebanyak 112 siswa-siswi SMAN 1 Belitang II, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, mengikuti pelatihan membatik di Desa Karang Manik, Kecamatan Belitang II. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Outing Class kokurikuler proyek membatik yang diselenggarakan pihak sekolah bersama OSIS.
Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai Jumat hingga Senin (8–11 Mei 2026), dengan peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing berjumlah sekitar 40 siswa. Setiap harinya, pelatihan dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Pelatihan membatik dibimbing langsung oleh Ketua Kelompok Pengrajin Batik Sekar Tandjung, Suyarni, bersama tujuh orang lainnya. Setiap sesi kegiatan turut didampingi tiga guru pendamping serta pengurus OSIS SMAN 1 Belitang II.
Kegiatan ini juga telah mendapatkan izin resmi dari Kepala SMAN 1 Belitang II melalui surat nomor 420/070/SMAN.1.BLT.II/OT/2026 tertanggal 30 April 2026.
Dalam pelatihan tersebut, setiap siswa menerima kain berukuran 115 x 90 sentimeter untuk dibatik dengan motif sesuai kreativitas masing-masing.
Para peserta diajarkan dua metode membatik, yakni teknik tulis langsung di kain dan teknik cap, sesuai pilihan siswa. Seluruh bahan dan perlengkapan, seperti kain, tinta, lilin, serta alat lainnya, disediakan oleh pihak pengrajin.
Ketua Sekar Tandjung Batik, Suyarni, mengatakan kegiatan berjalan lancar dan sesuai harapan.
“Anak-anak selama belajar membatik mendapatkan bimbingan, makan satu kali sehari, dan hasil karya mereka bisa dibawa pulang. Mereka juga akan mendapatkan sertifikat dari kami,” ujarnya saat diwawancarai Info Nasional News, Senin (11/5/2026).
Suyarni menambahkan, jika tidak ada kendala, seluruh siswa akan kembali pada 12 Mei 2026 untuk menerima hasil karya dan sertifikat mereka.
“Kegiatan ini kami usung dengan tema ‘Mengenal dan Melestarikan Batik sebagai Warisan Budaya Nasional’,” katanya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut para siswa dapat memahami proses pembuatan batik sekaligus mengembangkan keterampilan membatik, baik secara individu maupun berkelompok.
“Semoga kerajinan batik di Karang Manik dapat menjadi sentra batik di Kabupaten OKU Timur, khususnya Kecamatan Belitang II,” tambahnya.
Selain itu, Suyarni juga berpesan agar para siswa mampu menghargai budaya, menghormati orang tua, dan terus mengembangkan potensi diri melalui kegiatan kreatif seperti membatik.
“Anak-anak bisa melanjutkan usaha batik, baik sebagai hobi maupun peluang usaha di masa depan,” tutupnya.
Penulis: Agustian
.jpg)








