-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

4.200 Orang Deklarasikan Perang Melawan Sampah, Bandung Raih Penghargaan Meski Baru 30 Persen Sampah Tertangani

7/24/2026 | 16:41 WIB


Bandung | Infonasionalnews.my.id – Semangat membangun Jawa Barat yang bersih dan bebas sampah menggema di SOR Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026). Sebanyak 4.200 peserta mengikuti Apel Siaga Jabar Berseka, sebagai penanda dimulainya gerakan besar pengelolaan sampah berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.


Peserta apel terdiri dari pelajar, personel TNI, petugas kebersihan, relawan lingkungan, hingga berbagai komunitas yang bersama-sama menyatakan komitmen untuk membangun budaya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.


Gerakan Jabar Berseka menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengubah pola pikir masyarakat. Tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga mendorong kebiasaan memilah sampah dari rumah sehingga proses daur ulang dan pengolahan menjadi lebih efektif, mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang masih dapat dimanfaatkan.


Bandung Raih Penghargaan, Namun Tantangan Masih Besar


Dalam momentum tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atas kepemimpinan dan komitmen Kota Bandung dalam pengelolaan sampah.


Namun Farhan mengingatkan bahwa penghargaan tersebut bukan berarti persoalan sampah telah selesai.


«"Saat ini Kota Bandung baru mampu mengelola sekitar 30 persen sampah. Sisanya masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan bersama," ungkap Farhan.»


Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar yang masih dihadapi meliputi keterbatasan anggaran, perubahan budaya masyarakat dalam mengelola sampah, serta kebutuhan peningkatan infrastruktur persampahan.


Meski demikian, Farhan menilai penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Bandung untuk bekerja lebih keras dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.


Penghargaan itu juga dipersembahkan kepada para petugas kebersihan, pengelola Bank Sampah, kader lingkungan, serta seluruh pegiat lingkungan yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan Kota Bandung.


Kota Bandung Butuh 108.900 Lubang Kompos


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Darto, mengungkapkan bahwa kota ini membutuhkan langkah besar agar tidak lagi bergantung pada sistem open dumping di TPA Sarimukti.


Salah satu strategi utama adalah memperkuat kinerja Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah) melalui pembangunan sekitar 108.900 lubang kompos (compost pit).


Menurut Darto, jumlah tersebut diperlukan agar Kota Bandung mampu mengolah sekitar 65 ton sampah organik setiap hari.


Ia menegaskan bahwa hasil pemilahan sampah tidak boleh lagi berakhir sia-sia di Tempat Penampungan Sementara (TPS), tetapi harus benar-benar diproses menjadi kompos atau produk yang memiliki manfaat ekonomi dan lingkungan.


Kolaborasi Jadi Kunci


Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi antara masyarakat, sekolah, dunia usaha, aparat, relawan, dan komunitas menjadi faktor utama dalam membangun budaya hidup bersih.


Gerakan Jabar Berseka diharapkan menjadi momentum perubahan perilaku masyarakat, sehingga pengelolaan sampah tidak lagi menjadi program sesaat, melainkan menjadi kebiasaan sehari-hari demi mewujudkan Jawa Barat yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.**(Ivan Sukenda)

×
Berita Terbaru Update