-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wali Kota Farhan Tegaskan MPLS Wajib Bebas Perpeloncoan, Pemkot Bandung Perkuat Perang Melawan Bullying

7/13/2026 | 19:45 WIB
Bandung Infonasionalnews – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan tidak ada lagi ruang bagi praktik perpeloncoan dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di seluruh sekolah di Kota Bandung. Ia memastikan MPLS harus menjadi momen yang aman, menyenangkan, dan edukatif bagi seluruh peserta didik baru.

Penegasan tersebut disampaikan Farhan saat meninjau pelaksanaan hari pertama MPLS di sejumlah sekolah di Kota Bandung, Senin (13/7/2026).

"Perpeloncoan tidak boleh, sama sekali tidak boleh. MPLS hanya untuk pengenalan sekolah," tegas Farhan.

Menurutnya, orientasi sekolah harus menjadi sarana bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan belajar, guru, teman, serta budaya sekolah tanpa adanya tekanan, intimidasi, maupun tindakan yang berpotensi melukai fisik dan mental peserta didik.

Tak hanya menyoroti pelaksanaan MPLS, Farhan juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam memerangi bullying yang dinilai masih menjadi ancaman serius di lingkungan pendidikan.

Sebagai langkah nyata, Pemkot Bandung telah meningkatkan kapasitas guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) melalui pelatihan khusus bersama para psikolog profesional. Program tersebut akan dievaluasi selama satu semester untuk mengukur efektivitasnya dalam mencegah dan menangani kasus perundungan di sekolah.

"Yang ingin kita cegah adalah berkembangnya budaya kekerasan dan budaya bullying di kalangan anak-anak sekolah. Pencegahan harus dilakukan sejak dini," ujarnya.

Selain penguatan peran guru, Pemkot Bandung juga melanjutkan Program Penguatan Pendidikan Karakter bagi siswa kelas IX melalui pendekatan bela negara yang melibatkan instruktur dari TNI dan Polri setiap hari Jumat.

Program yang telah berjalan sejak 2025 itu difokuskan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta jiwa kebangsaan para remaja yang tengah berada dalam fase pencarian jati diri.

Farhan menilai pembentukan karakter harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap kesehatan mental peserta didik. Karena itu, Pemkot Bandung tengah mengevaluasi layanan psikolog klinis di 12 puskesmas agar mampu memberikan pendampingan yang lebih optimal bagi pelajar.

Menurutnya, hasil Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis menunjukkan adanya peningkatan persoalan kesehatan mental pada anak-anak, mulai dari stres hingga depresi. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi proses belajar dan perkembangan sosial siswa.

Tak hanya itu, hasil pemeriksaan juga menemukan kecenderungan meningkatnya konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan karbohidrat yang berpotensi meningkatkan risiko diabetes pada usia muda.

Menyikapi temuan tersebut, Pemerintah Kota Bandung sedang mengkaji penambahan frekuensi pelajaran olahraga menjadi tiga kali dalam sepekan. Kebijakan itu diharapkan mampu mendorong peserta didik lebih aktif bergerak, menjaga kebugaran, sekaligus membangun pola hidup sehat sejak dini.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Bandung ingin memastikan sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang yang aman, sehat, bebas dari kekerasan, serta mampu membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, sehat secara fisik maupun mental.

Dengan dimulainya tahun ajaran 2026/2027, Wali Kota Farhan berharap seluruh sekolah di Kota Bandung benar-benar menerapkan MPLS yang humanis, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk perpeloncoan maupun bullying, sehingga setiap peserta didik dapat memulai perjalanan pendidikannya dengan rasa aman, percaya diri, dan penuh semangat.**(Ivan Sukenda).
×
Berita Terbaru Update