OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS — Suasana khidmat menyelimuti halaman Yayasan Al Musthofa, Desa Nusa Tunggal, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Senin (3/8/2026). Ribuan harapan masa depan generasi bangsa tercermin dalam upacara bendera yang dipimpin langsung oleh M. Suyadi, SE, salah satu pendiri sekaligus Ketua II Yayasan Al Musthofa.
Upacara yang diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, tenaga pendidik, serta staf yayasan berlangsung tertib dan penuh makna. Kegiatan rutin sekolah satu atap yang menaungi jenjang RA, MI, MTs, hingga MA tersebut menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan rasa tanggung jawab kepada para peserta didik.
Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, pembacaan UUD 1945, penyampaian amanat pembina upacara, dan ditutup dengan doa.
Dalam amanatnya, M. Suyadi, SE menegaskan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama dalam membangun masa depan generasi muda. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ilmu pengetahuan, tetapi juga harus diiringi dengan pembentukan karakter dan akhlak yang baik.
“Menuntut ilmu adalah bekal penting untuk menghadapi masa depan. Anak-anak harus terus semangat, disiplin, dan jangan pernah berhenti belajar, baik ilmu formal maupun nonformal. Namun yang paling utama adalah menjaga akhlak,” pesannya.
Sebagai pembina upacara untuk pertama kalinya, Suyadi juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membangun serta mengembangkan Yayasan Al Musthofa.
“Tanpa kebersamaan dan kerja keras kita semua, sekolah ini tidak akan bisa berkembang menjadi besar dan maju seperti sekarang. Mari terus bersinergi memajukan pendidikan demi masa depan anak-anak yang lebih cemerlang,” ujarnya.
Di akhir amanatnya, Suyadi memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.
“Rajinlah belajar, tetap semangat menghadapi segala tantangan. Raihlah cita-cita kalian, jadilah generasi yang berprestasi serta memiliki akhlak yang mulia,” tambahnya.
M. Suyadi yang sebelumnya telah menyelesaikan tugas pengabdiannya sebagai Camat Belitang II, kini melanjutkan kiprahnya di dunia pendidikan. Baginya, masa purna bakti bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan awal untuk terus memberikan manfaat melalui jalur yang berbeda.
“Bagi saya, purna bakti bukan berarti selesai pengabdian, tetapi justru menjadi awal pengabdian dengan cara lain,” pungkasnya.
Upacara tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari karakter, kedisiplinan, serta nilai moral yang tertanam dalam diri setiap peserta didik.
Reporter: Agustian
Editor: Info Nasional News

.jpg)








