-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Danrem 044/Gapo Soroti Besarnya Potensi Sawah OKU Timur, Dorong Percepatan Cetak Sawah Rakyat Demi Ketahanan Pangan Nasional

7/30/2026 | 22:45 WIB


OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS,MY.ID – Potensi besar sektor pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur kembali mendapat perhatian serius dari jajaran TNI Angkatan Darat. Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo (Gapo), Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.IP., M.M., turun langsung ke lapangan untuk memastikan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) berjalan sesuai harapan serta mampu menjadi salah satu motor penguatan ketahanan pangan nasional.


Kunjungan kerja yang dipusatkan di Desa Sumber Harapan, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Kamis (30/7/2026), bukan sekadar agenda seremonial. Danrem memilih melihat langsung kondisi lahan, berdialog dengan petani, serta mendengar berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat dalam mengembangkan areal persawahan baru.


Didampingi Ketua Persit Koorcab Rem 044 beserta rombongan, Brigjen TNI Khabib Mahfud menyusuri lokasi program CSR yang menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan kapasitas produksi beras nasional.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kodim 0403/OKU, Danramil 403-15/Belitang II, Kapolsek Belitang II, Plt Kepala Dinas Pertanian OKU Timur, Camat Belitang Mulya, Sekretaris Kecamatan Belitang II, Kepala Desa Sumber Harapan, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Belitang II, penyuluh pertanian lapangan (PPL), mitra CSR, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, hingga unsur terkait lainnya.


Di hadapan petani dan awak media, Danrem menegaskan bahwa OKU Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan Sumatera Selatan. Luas areal persawahan yang dimiliki serta semangat petani menjadi modal penting untuk mendukung program swasembada pangan yang saat ini terus didorong pemerintah.


"Kita hadir untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, khususnya para petani. Program pertanian seperti ini harus terus kita dukung agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga produktivitas terus meningkat," ujar Brigjen TNI Khabib Mahfud.


Menurutnya, keberhasilan program cetak sawah tidak hanya diukur dari bertambahnya luas lahan pertanian, tetapi juga dari kemampuan lahan tersebut menghasilkan panen yang berkelanjutan. Karena itu, seluruh pihak harus bekerja secara terpadu mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian hingga kelompok tani.


Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga menyinggung masih adanya sejumlah usulan program cetak sawah yang belum dapat direalisasikan akibat penyesuaian kebijakan di tingkat kementerian.
Ia menjelaskan, sisa program dari tahun sebelumnya masih menunggu kepastian karena adanya perubahan kebijakan anggaran pemerintah.


"Untuk sisa program tahun sebelumnya sementara masih pending karena ada perubahan kebijakan.
Mudah-mudahan pada perubahan anggaran atau awal tahun depan dapat dilanjutkan sehingga seluruh rencana pengembangan lahan bisa terealisasi," jelasnya.


Meski demikian, Danrem memastikan pihaknya akan terus mengawal program tersebut melalui koordinasi intensif bersama pemerintah daerah dan instansi terkait agar tidak berhenti di tengah jalan.


Selain program cetak sawah baru, Brigjen TNI Khabib Mahfud menilai rehabilitasi sawah yang telah ada juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan produksi pertanian di Sumatera Selatan. Menurutnya, peningkatan kualitas jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, hingga pengelolaan lahan menjadi faktor yang tidak kalah penting dibanding perluasan areal tanam.



"Kita akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian, termasuk terkait kebutuhan petani seperti bibit, pengelolaan lahan, dan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan," katanya.


Dari hasil peninjauan, Danrem mengaku optimistis terhadap perkembangan sektor pertanian di wilayah Belitang II. Ia melihat sebagian besar lahan sawah masyarakat telah mampu mencapai Indeks Pertanaman (IP) 200 atau dua kali musim tanam dalam satu tahun.


Capaian tersebut dinilai sudah cukup baik, namun masih memiliki peluang untuk terus ditingkatkan apabila didukung pengelolaan yang lebih modern, ketersediaan air yang memadai, serta dukungan sarana produksi pertanian.


"Kalau saya lihat di sini sudah IP 200, artinya produksinya cukup bagus. Harapannya ke depan bisa terus meningkat, bahkan kalau memungkinkan mendekati IP 300 sehingga petani dapat menanam tiga kali dalam setahun," ungkapnya.


Ia menambahkan, peningkatan indeks pertanaman akan berdampak langsung terhadap produksi beras, pendapatan petani, serta memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan pangan nasional.
Menurut Danrem, ketahanan pangan tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu institusi.


Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, dunia usaha, serta kelompok tani agar seluruh program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


"OKU Timur diharapkan dapat terus menjadi salah satu penopang produksi padi Sumatera Selatan bahkan nasional. Kami dari TNI siap mendukung, mengawal, sekaligus menerima berbagai aspirasi masyarakat melalui koordinasi bersama Dinas Pertanian dan pemerintah daerah," tegasnya.


Kunjungan kerja tersebut juga menjadi momentum mempererat komunikasi antara aparat pemerintah dengan petani, sehingga berbagai kendala di lapangan dapat segera ditemukan solusi secara bersama-sama.


Usai melakukan peninjauan di lokasi program Cetak Sawah Rakyat, Danrem 044/Gapo beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Koramil 403-15/Belitang II untuk melaksanakan istirahat, ibadah, serta makan malam bersama Anggota.


Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan Danrem kembali bertolak menuju Palembang.



Seluruh rangkaian kunjungan kerja Brigjen TNI Khabib Mahfud di Desa Sumber Harapan hingga Koramil 403-15/Belitang II berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus mempertegas komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan Indonesia.


Reporter: Agustian
Editor: Info Nasional News
×
Berita Terbaru Update