BANDUNG Infonasionalnews — Kabar gembira bagi warga Kota Bandung. Setelah melalui proses perbaikan, Alun-alun Bandung dipastikan kembali dibuka untuk masyarakat tepat pada momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Pembukaan kembali ruang publik ikonik tersebut tidak akan berlangsung biasa-biasa saja. Pemerintah Kota Bandung menyiapkan pesta rakyat lengkap dengan berbagai perlombaan khas 17 Agustus yang dapat diikuti masyarakat secara langsung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, setelah pelaksanaan upacara kemerdekaan, masyarakat akan diajak merayakan momentum kemerdekaan di kawasan Alun-alun Bandung.
«“Setelah upacara 17-an kita akan pesta rakyat 17-an di Alun-alun. Alun-alun akan dibuka pada tanggal 17 Agustus. Kita akan pesta 17-an di sana,” ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (11/8/2026).»
Bukan Sekadar Dibuka, Alun-alun Langsung Jadi Pusat Pesta Rakyat
Farhan mengatakan konsep kegiatan dibuat santai, meriah, dan dekat dengan masyarakat.
Sejumlah permainan tradisional khas perayaan kemerdekaan akan dihadirkan, mulai dari balap karung hingga lomba makan kerupuk.
«“Pesta rakyatlah, balap kerupuk, lomba makan kerupuk. Pokoknya pesta rakyat, semuanya seseruan di sana,” katanya.»
Farhan menegaskan, perlombaan tersebut bukan kompetisi serius. Tujuan utamanya adalah menghadirkan kegembiraan dan mempererat kebersamaan warga.
Ia bahkan mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu serius mengejar kemenangan.
«“Tong kompetitif teuing, da ieu mah moal asup olimpiade. Resepeun hungkul ieu mah,” ujarnya sambil berseloroh.»
Mau Ikut Lomba? Tak Perlu Daftar dari Jauh-jauh Hari
Kabar menarik lainnya, warga yang ingin berpartisipasi dalam perlombaan tidak perlu melakukan pendaftaran jauh-jauh hari.
Pendaftaran peserta akan dilakukan langsung di lokasi.
«“Boleh, langsung di lokasi,” kata Farhan.»
Pemkot Bandung juga memastikan tersedia hadiah bagi para pemenang untuk menambah kemeriahan pesta rakyat.
Dengan konsep tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat terlibat langsung dalam perayaan kemerdekaan di salah satu ruang publik paling ikonik di Kota Bandung.
Ada Aturan: Jangan Makan dan Merokok di Area Tertentu
Meski Alun-alun kembali dibuka, Pemkot Bandung mengingatkan masyarakat bahwa terdapat sejumlah aturan yang harus dipatuhi.
Salah satu yang paling ditekankan adalah menjaga kebersihan serta larangan makan dan merokok di area tertentu.
«“Aturan khusus mah yang paling penting enggak boleh makan, enggak boleh ngerokok. Bermain-main mah boleh. Jaga kebersihan,” ujar Farhan.»
Aturan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi Alun-alun agar tetap bersih dan terawat setelah dilakukan perbaikan.
Untuk perlombaan tertentu, seperti balap karung, peserta juga diminta mengikuti ketentuan permainan yang ditetapkan, termasuk terkait penggunaan alas kaki.
Kalau Rusak Lagi? Farhan: “Sikat Deui”
Kekhawatiran mengenai kemungkinan fasilitas kembali mengalami kerusakan setelah digunakan masyarakat juga menjadi perhatian.
Namun Farhan memastikan Pemkot Bandung tidak akan tinggal diam apabila terdapat kerusakan akibat penggunaan fasilitas.
«“Enggak, mun rusak deui mah sikat deui weh ku urang,” katanya.»
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pemkot Bandung siap melakukan pemeliharaan kembali apabila fasilitas mengalami kerusakan.
Alun-alun Kembali Jadi Ruang Publik Warga
Dibukanya kembali Alun-alun Bandung diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni perayaan HUT Kemerdekaan.
Pemkot Bandung ingin menjadikan kawasan tersebut kembali sebagai ruang publik yang hidup, tempat masyarakat berkumpul, bermain, bersosialisasi, sekaligus menikmati suasana kota.
Momentum 17 Agustus menjadi pintu masuk untuk menghidupkan kembali fungsi Alun-alun sebagai ruang bersama seluruh lapisan masyarakat.
Dengan konsep sederhana namun meriah, Pemkot Bandung ingin menghadirkan perayaan kemerdekaan yang bukan hanya bisa ditonton, tetapi juga dirasakan dan diikuti langsung oleh warga.
Jadi, bagi warga Bandung yang ingin merasakan suasana 17 Agustus dengan lomba khas zaman dulu, catat tanggalnya: 17 Agustus 2026 di Alun-alun Bandung.
Tak perlu terlalu serius mengejar juara.
Seperti pesan Farhan:
«“Pokokna mah resepeun, insyaallah. Pesta rakyat.”»**(Ivan Sukenda).


.jpg)








