OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menggelar kegiatan simulasi manasik haji cilik tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Belitang II, Sabtu (14/02/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di lapangan Kantor Camat Belitang II dan diikuti sebanyak 580 anak PAUD dari seluruh desa di wilayah tersebut.
Sejak pagi hari, ratusan anak tampak antusias mengenakan busana muslim bernuansa putih menyerupai pakaian ihram. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar acara berjalan lancar dan penuh keberkahan.
Selanjutnya, dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada perwakilan PAUD secara simbolis oleh pihak kecamatan bersama Bunda PAUD, perwakilan Kementerian Agama (Depag), KUA Kecamatan, serta tamu undangan lainnya.
Simulasi manasik haji kemudian dipandu oleh para pembimbing dan tim Himpaudi Kabupaten OKU Timur. Anak-anak diperkenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji secara sederhana, mulai dari niat, tawaf, sa’i, hingga wukuf, yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan sesuai dengan usia dini.
Camat Belitang II, M. Suyadi, SE, yang diwakili oleh Kasi Trantib Karim Mulyadi, SE, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam keterangannya kepada media, Karim menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan manasik haji cilik oleh Himpaudi Kabupaten OKU Timur.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Himpaudi Kabupaten. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi anak-anak kita, khususnya PAUD di Kecamatan Belitang II. Terima kasih kepada Himpaudi yang telah melaksanakan kegiatan ini. Semoga menjadi motivasi bagi orang tua dan anak-anak kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Himpaudi Kabupaten OKU Timur, Maryamah, S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan nilai-nilai agama dan moral bagi anak usia dini.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan nilai keagamaan dan keimanan kepada anak-anak sejak dini. Salah satunya melalui pengenalan rukun Islam yang kelima, yaitu ibadah haji. Dengan adanya simulasi manasik haji ini, anak-anak dan guru dapat lebih memahami makna ibadah haji sesuai dengan kurikulum pendidikan PAUD,” jelasnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini akan lahir generasi yang berakhlak Qurani, beriman, dan memiliki dasar pemahaman agama yang kuat sejak usia dini.
Antusiasme juga datang dari para orang tua peserta. Salah satu wali murid dari PAUD Al Ikhlas Desa Karang Jaya, Siti Kusesiy, orang tua dari Yo Celvin Hasan Sairi, mengaku merasa bangga dan terharu melihat anaknya mengikuti manasik haji cilik.
“Kami sebagai orang tua sangat senang dan bangga. Semoga anak kami kelak benar-benar bisa menunaikan ibadah haji. Kegiatan ini sangat bermanfaat agar anak memahami rukun Islam yang kelima dan menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, guru, serta bangsa,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Himpaudi Kabupaten OKU Timur beserta rombongan, perwakilan Depag Kabupaten OKU Timur, KUA Kecamatan Belitang II, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bunda PAUD, kepala sekolah TK dan PAUD se-Kecamatan Belitang II, serta tamu undangan lainnya.
Manasik haji cilik tingkat Kecamatan Belitang II tahun 2026 ini berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Dukungan penuh dari orang tua serta semangat anak-anak menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dan nilai keagamaan sejak usia dini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak di Kabupaten OKU Timur.
Agustian.





.jpg)



.jpg)
.png)


