OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS — SMAN 1 Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, membatalkan rencana kegiatan ekstrakurikuler berupa project membatik di Yogyakarta yang sedianya diikuti oleh siswa kelas X dan XI pada Mei 2026.
Sebelumnya, rencana kegiatan ini sempat ramai diperbincangkan di media sosial, baik melalui portal berita online maupun Facebook. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan oleh pihak sekolah.
Menanggapi hal itu, muncul pula kritik dari sejumlah wali murid. Mereka menilai bahwa rencana kegiatan tersebut belum melibatkan komite sekolah maupun orang tua dalam pengambilan keputusan, khususnya terkait biaya keberangkatan dan pelaksanaan kegiatan di luar kota.
Biaya yang ditetapkan, yakni sebesar Rp2.800.000 per siswa, juga menjadi alasan keberatan dari sebagian wali murid. Mereka merasa tidak dilibatkan dalam pembahasan, termasuk terkait rincian biaya dan tanggung jawab selama kegiatan berlangsung.
Akibatnya, sejumlah wali murid menyampaikan protes kepada pihak sekolah atas rencana kegiatan tersebut.
Tim jurnalis Info Nasional News Sumatera Selatan kemudian mengonfirmasi langsung kepada Kepala SMAN 1 Belitang II, Drs. H. Ali Syahbanalian, M.M., melalui pesan WhatsApp guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Dalam pernyataannya, Kepala Sekolah menjelaskan bahwa sebelum mengadakan rapat dengan komite dan wali murid, pihak sekolah terlebih dahulu mengajukan permohonan izin kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.
“Jika diizinkan, barulah sekolah akan merencanakan rapat bersama komite dan orang tua siswa kelas X dan XI untuk meminta persetujuan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini izin tersebut tidak diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.
“Untuk apa kita rapat dengan komite terlebih dahulu jika permohonan izin belum didapatkan. Bahkan sampai saat ini, dinas tidak mengizinkan,” ujarnya pada Senin (27/04/2026).
Dengan tidak adanya izin tersebut, pihak sekolah resmi membatalkan seluruh rangkaian kegiatan ekstrakurikuler project membatik di Yogyakarta.
“Kegiatan ini tidak mendapatkan izin dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Oleh karena itu, saya sebagai kepala sekolah menyampaikan kepada seluruh siswa, orang tua, dan dewan guru bahwa kegiatan ini dibatalkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rencana kegiatan tersebut merupakan usulan dari OSIS SMAN 1 Belitang II melalui para guru, yang kemudian diajukan kepada kepala sekolah dan komite untuk diteruskan permohonan izinnya ke dinas pendidikan.
“Jadi, ini bukan program sekolah atau program kepala sekolah secara langsung,” tambahnya.
Dengan pembatalan ini, seluruh kegiatan terkait project membatik di Yogyakarta ditiadakan. Pihak sekolah berharap kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik demi kemajuan siswa dan SMAN 1 Belitang II.
Agustian.








