Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

*Dedi Mulyadi Turun Tangan di Cicadas, Farhan Mulai Disorot Publik soal Penataan Kota Bandung*

5/20/2026 | 13:18 WIB

Bandung Infonasionalnews - Langkah tegas Dedi Mulyadi turun langsung memimpin penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Cicadas memunculkan sorotan baru terhadap kepemimpinan Muhammad Farhan dalam menangani persoalan tata kota di Bandung.

Penertiban yang dilakukan di kawasan padat dan rawan macet tersebut langsung menyita perhatian masyarakat. Selama bertahun-tahun, kawasan Cicadas dikenal semrawut akibat trotoar yang dipenuhi kios liar dan aktivitas PKL yang memakan badan jalan hingga menyebabkan kemacetan hampir setiap hari.

Di tengah lambannya penataan yang selama ini dikeluhkan warga, Dedi Mulyadi memilih turun langsung ke lapangan. Ia memimpin pembongkaran kios sekaligus memastikan fungsi trotoar dikembalikan untuk pejalan kaki.

Namun langkah itu tidak dilakukan dengan pendekatan represif semata. Sebelum pembongkaran berlangsung, Dedi berdialog langsung dengan para pedagang dan koordinator PKL Cicadas guna mencari solusi bersama agar penataan berjalan tanpa gejolak sosial yang besar.

Dalam keterangannya, Dedi memastikan pemerintah tidak akan lepas tangan terhadap para pedagang terdampak. Ia menjanjikan kompensasi serta solusi pekerjaan agar para PKL tetap dapat memiliki penghasilan setelah relokasi dan pembongkaran dilakukan.

Pendekatan tersebut mendapat respons luas dari masyarakat. Banyak warga menilai langkah cepat Dedi menunjukkan keberanian dalam menyelesaikan persoalan klasik Kota Bandung yang selama ini dianggap dibiarkan berlarut-larut.

Di sisi lain, perhatian publik mulai mengarah kepada Muhammad Farhan sebagai Wali Kota Bandung. Muncul pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana efektivitas Pemerintah Kota Bandung dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan, mulai dari PKL liar, kemacetan, hingga penataan kawasan pedestrian.

Penertiban Cicadas sendiri bukan sekadar pembongkaran kios. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyebut langkah tersebut menjadi bagian penting dari persiapan pembangunan sistem Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang membutuhkan kawasan jalan lebih tertib dan steril.
Jika penataan berjalan sesuai rencana, kawasan Cicadas yang selama ini identik dengan kemacetan dan kesemrawutan ditargetkan berubah menjadi area yang lebih nyaman, tertib, dan ramah bagi pejalan kaki.

Kini publik menanti apakah penataan di Cicadas akan menjadi titik awal perubahan wajah Kota Bandung, atau justru kembali menjadi polemik tahunan tanpa solusi jangka panjang.(Ivan Sukenda).**
×
Berita Terbaru Update