Bandung Infonasionalnews.my.id – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali terlihat di kawasan Taman Kolam, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. Kegiatan kerja bakti yang melibatkan unsur aparat kewilayahan, pemerintah kelurahan, komunitas, hingga warga ini menjadi bukti nyata bahwa menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Dalam kegiatan tersebut, pihak kelurahan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Koramil, Kecamatan Cidadap dan Coblong, serta seluruh unsur masyarakat yang turut terlibat membersihkan kawasan lingkungan.
Lurah Ciumbuleuit, Franky, SH., MM., mengatakan kegiatan kolaborasi seperti ini sangat membantu dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Danramil dan jajaran atas kepeduliannya terhadap lingkungan di wilayah kami. Kehadiran aparat sangat membantu dan memberikan semangat bagi warga untuk terus peduli terhadap kebersihan,” ujar Franky.
Tak hanya aparat dan pegawai kelurahan, kegiatan ini juga diikuti unsur RW, RT, Linmas, komunitas P3K, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya. Kebersamaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi terus berlanjut menjadi gerakan bersama menjaga lingkungan.
Fokus Berikutnya: Sungai dan Permukiman Warga
Selain membersihkan taman dan jalan lingkungan, pemerintah kewilayahan juga berencana memperluas kegiatan ke kawasan sungai dan permukiman warga. Hal itu dilakukan karena masih ditemukan sejumlah rumah yang membuang limbah langsung ke aliran sungai.
Beberapa titik yang menjadi perhatian berada di aliran Sungai Cikapundung dan Sungai Cipaganti, khususnya di wilayah RW 1 dan RW 6.
“Kedepannya mungkin kita akan bergerak ke sungai atau rumah-rumah warga. Karena memang masih ada persoalan jamban dan kebersihan sungai yang harus ditangani bersama,” ungkap Franky.
Gerakan Subuh Bersih Sudah Berjalan Lima Minggu
Upaya menjaga kebersihan lingkungan ternyata sudah rutin dilakukan. Pemerintah kewilayahan mengaku telah menjalankan program bersih-bersih setiap Minggu sejak lima pekan terakhir.
Kegiatan dimulai sejak pukul 04.00 WIB hingga 07.00 WIB dengan melibatkan warga dan berbagai unsur kewilayahan. Antusiasme masyarakat disebut sangat tinggi, terutama saat kegiatan berlangsung di kawasan RW 4 dan RW 7.
“Alhamdulillah warga sangat antusias. Dari subuh mereka sudah hadir untuk gotong royong membersihkan lingkungan,” katanya.
Program tersebut juga didukung unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, komunitas, hingga organisasi masyarakat yang turut hadir dalam aksi kebersihan lingkungan.
Edukasi Sampah Jadi Fokus Utama
Selain aksi bersih-bersih, pemerintah kewilayahan juga terus mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah mandiri. Langkah itu dilakukan menyusul semakin terbatasnya kapasitas pembuangan sampah ke TPA Sarimukti.
Warga kini didorong untuk mulai memilah sampah organik, anorganik, dan residu dari rumah masing-masing.
“Sampah organik harus selesai di wilayah sendiri atau di rumah masing-masing. Metodenya banyak, bisa kompos, lodong sisa dapur, hingga lubang biopori,” jelasnya.
Sementara sampah anorganik diarahkan untuk dikelola melalui bank sampah atau disedekahkan karena memiliki nilai ekonomis. Sedangkan yang boleh dibuang ke TPS hanyalah sampah residu.
Menurut Franky, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah di Kota Bandung.
“Tujuan kami bukan hanya membersihkan lingkungan, tapi juga membangun rasa peduli, gotong royong, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan,” pungkasnya.
Semangat kolaborasi antara aparat dan warga ini diharapkan menjadi contoh positif bagi wilayah lain di Kota Bandung dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk semua.(Ivan Sukenda).**

.jpg)








