OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS – Kelompok pengrajin Sekar Tandjung Batik Desa Karang Manik, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menyerahkan hasil karya sekaligus sertifikat membatik kepada siswa-siswi SMAN 1 Belitang II, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan tersebut merupakan penutupan program Outing Class Kokurikuler Project Membatik yang diikuti sebanyak 112 siswa SMAN 1 Belitang II. Selama empat hari, para siswa mendapatkan pelatihan langsung dari para pengrajin Sekar Tandjung Batik dengan pendampingan dewan guru.
Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Pengrajin Batik Karang Manik, Suryarni, melalui anggotanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga besar SMAN 1 Belitang II yang telah mempercayakan kegiatan pembelajaran membatik di Desa Karang Manik.
“Semoga apa yang telah dikerjakan dari awal hingga akhir praktik membatik ini dapat bermanfaat bagi anak-anak sekalian,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan budaya batik sekaligus membuka peluang usaha di masa depan.
“Semoga anak-anak dapat membawa nama daerah OKU Timur, khususnya Desa Karang Manik, sebagai sentra batik di Sumatera Selatan. Hasil karya ini diharapkan menjadi motivasi agar ke depan mereka bisa menjadi pengusaha maupun pengrajin batik,” tambahnya.
Selain itu, pihak pengrajin juga berpesan kepada para siswa agar terus belajar serta menghormati orang tua dan guru, sehingga kelak dapat berguna bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara.
Sementara itu, perwakilan pihak sekolah Marfiani,S.Pd menyampaikan apresiasi atas pembelajaran yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, semangat siswa selama mengikuti praktik membatik menjadi bukti bahwa mereka mampu menghasilkan karya nyata yang membanggakan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Sekar Tandjung Batik yang telah membimbing anak-anak kami hingga hari ini mereka mampu menghasilkan karya yang sangat berharga,” ungkapnya.
Guru pendamping SMAN 1 Belitang II, Marfiani, S.Pd dan Made Rina Santi, S.Pd, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pembina serta pengrajin batik yang telah memberikan ilmu kepada para siswa.
“Kami dari SMAN 1 Belitang II mengucapkan banyak terima kasih atas pembelajaran yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga ilmu dan kebaikan yang diberikan dapat bermanfaat bagi mereka di kemudian hari,” ujar Made Rina Santi, S.Pd.
Di tempat yang sama, salah satu peserta yang mewakili siswa, Khanisa, mengaku sangat bersyukur atas pengalaman belajar membatik tersebut.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Sujarni dan para pembimbing yang telah mengajarkan kami cara menyanting, mewarnai, waterglass, hingga merebus kain batik. Batik adalah budaya Indonesia yang harus dilestarikan dan jangan sampai punah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut juga diumumkan para siswa terbaik dalam praktik membatik di Desa Karang Manik, yaitu,
Ignahus Brendy kategori kombinasi warna terbaik,
Shilvi kategori mencanting terbaik,
Khanisa kategori pewarnaan background terbaik,
Ilham kategori pewarnaan motif terbaik, dan
Bilqkis kategori kerapatan motif terbaik.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus upaya pelestarian budaya batik kepada generasi muda di Kabupaten OKU Timur.
Penulis: Agustian
.jpg)








