OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS – Momen bersejarah sekaligus penuh haru tercipta di halaman SMP Negeri 02 Belitang II, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Rabu (3/6/2026).
Sebanyak 80 siswa kelas IX Angkatan Pertama Tahun Pelajaran 2025/2026 resmi dilepas dalam sebuah prosesi yang sarat makna, menandai tonggak sejarah perjalanan sekolah yang baru berdiri beberapa tahun lalu namun telah berhasil menorehkan berbagai prestasi membanggakan.
Mengusung tema "Bersinar dalam Kenangan, Berprestasi di Masa Depan", kegiatan pelepasan berlangsung meriah sekaligus emosional. Tangis haru, rasa bangga, dan kebahagiaan bercampur menjadi satu saat para siswa angkatan perdana sekolah tersebut mengakhiri perjalanan pendidikan mereka di jenjang sekolah menengah pertama.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui sekolah maupun para siswa.
Berbagai penampilan seni turut memeriahkan kegiatan. Tari Sambut yang dibawakan siswa SMPN 02 Belitang II berhasil memukau para tamu undangan. Penampilan drum band yang menjadi salah satu kebanggaan sekolah juga mendapat sambutan hangat dari hadirin. Selain itu, siswa-siswi SD Negeri 01 dan SD Negeri 02 Totorejo turut menampilkan tari kreasi yang menambah semarak suasana.
Puncak haru terjadi saat sesi pesan dan kesan yang disampaikan perwakilan siswa berprestasi, Siti Elfa Famuji. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia mengenang perjuangan angkatan pertama sejak awal berdirinya sekolah.
Ia menceritakan bagaimana mereka memulai pendidikan ketika gedung sekolah belum sepenuhnya selesai dibangun, fasilitas masih terbatas, hingga harus bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah yang dipenuhi ranting dan genangan air.
"Kami adalah angkatan pertama. Kami datang saat sekolah ini baru berdiri. Kami tumbuh bersama sekolah ini. Perjuangannya tidak mudah, tetapi justru itulah yang membuat kami bangga," ungkapnya yang disambut tepuk tangan panjang dari hadirin.
Siti Elfa juga mengisahkan berbagai prestasi yang berhasil diraih siswa SMPN 02 Belitang II meski berasal dari sekolah yang tergolong baru. Salah satunya adalah kesempatan mengikuti ajang nasional di Jakarta sebagai finalis lomba sastra tingkat nasional.
"Saya tidak pernah bermimpi bisa naik pesawat, pergi ke Jakarta, tinggal di hotel, dan bertemu banyak orang hebat. Semua itu saya dapatkan melalui sekolah ini. Meskipun belum menjadi juara, pengalaman tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya," tuturnya.
Selain itu, ia juga berhasil meraih Juara II Siswa Terbaik Kabupaten OKU Timur dalam kegiatan kepemimpinan yang digelar di Palembang.
Menurutnya, seluruh pencapaian tersebut tidak lepas dari peran dan dedikasi para guru yang tanpa lelah membimbing para siswa.
Pidato yang penuh ketulusan itu membuat suasana sejenak hening. Banyak siswa, guru, bahkan orang tua yang tidak kuasa menahan air mata saat mendengar kisah perjuangan dan kenangan yang disampaikan.
Sementara itu, mewakili wali murid, Boyiman menyampaikan apresiasi kepada seluruh dewan guru dan pihak sekolah yang telah memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.
"Kami melihat sendiri bahwa anak-anak kami bukan anak-anak biasa. Mereka luar biasa. Prestasi mereka bahkan mampu menembus tingkat nasional hingga ke Jakarta. Ini membuktikan bahwa meskipun sekolah ini baru berdiri, kualitas pendidikannya sangat membanggakan," ujarnya.
Menurut Boyiman, pendidikan merupakan investasi masa depan yang tidak ternilai. Ia berpesan kepada seluruh siswa agar terus melanjutkan pendidikan setinggi mungkin dan berani mengejar cita-cita.
"Kami sebagai orang tua akan terus mendukung perjuangan anak-anak kami. Apa pun tantangan dan pengorbanannya, kami ingin mereka menjadi generasi yang sukses dan membanggakan," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala SMP Negeri 02 Belitang II, Tulus Basuki Rahmat, S.Si., mengenang perjalanan sekolah sejak awal berdiri hingga berhasil mengantarkan angkatan pertamanya lulus 100 persen.
Ia mengungkapkan bahwa tiga tahun lalu para orang tua masih mengantar anak-anak mereka ke sekolah dengan perasaan penuh keraguan karena saat itu bangunan sekolah belum tersedia secara utuh.
"Kami memulai semuanya dari nol. Menumpang dua ruang kelas di SD Negeri 01 Totorejo. Gedung belum ada, fasilitas sangat terbatas, tetapi semangat anak-anak dan dukungan masyarakat tidak pernah surut," ungkapnya.
Tulus menyampaikan rasa bangga karena sekolah yang dahulu hanya menjadi impian masyarakat kini telah berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu melahirkan berbagai prestasi.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 80 orang berhasil lulus 100 persen dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai minat dan bakat masing-masing.
"Kalian adalah angkatan pertama. Kalian akan menjadi contoh bagi adik-adik kalian di masa depan. Buktikan bahwa anak-anak dari daerah juga mampu bersaing dan berprestasi seperti siapa pun di negeri ini," pesannya
Kepada para siswa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, Wakimin, S.Pd., M.M., yang hadir langsung dalam acara tersebut turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh masyarakat, pemerintah desa, guru, dan masyarakat yang telah berjuang mewujudkan berdirinya SMP Negeri 02 Belitang II.
Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat yang menginginkan akses pendidikan lebih dekat bagi anak-anak di wilayah Totorejo dan sekitarnya.
"Saya mengetahui betul bagaimana perjuangan mendirikan sekolah ini. Banyak tokoh masyarakat yang menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah. Alhamdulillah, hari ini kita melihat hasilnya. Sekolah ini telah meluluskan angkatan pertamanya dengan prestasi yang membanggakan," ujar Wakimin.
Ia menilai perjuangan yang dialami para siswa sejak awal berdirinya sekolah menjadi modal berharga dalam membentuk karakter yang tangguh dan tidak mudah menyerah.
"Anak-anak yang terbiasa menghadapi keterbatasan akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat. Mereka belajar tentang kerja keras, gotong royong, dan semangat pantang menyerah. Itu lebih penting daripada sekadar nilai akademik," tegasnya.
Selain itu, Wakimin juga mengajak seluruh siswa untuk terus menjaga nilai-nilai agama, menghormati orang tua dan guru, serta mempererat silaturahmi dengan sesama.
Suasana haru kembali terasa saat prosesi sungkeman berlangsung. Diiringi pembacaan puisi perpisahan, para siswa satu per satu memohon doa restu kepada orang tua dan guru mereka.
Banyak yang tidak mampu menahan tangis ketika memeluk orang tua dan guru yang selama ini mendampingi perjalanan pendidikan mereka.
Acara pelepasan turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur Wakimin, S.Pd., M.M., Kepala SMPN 02 Belitang II Tulus Basuki Rahmat, S.Si., Pengawas sekolah, Ketua K3S Kecamatan Belitang II, Sekretaris Camat Belitang II Made Sukarawan, S.Kom., unsur Koramil dan Polsek, UPTD Pendidikan Belitang II, para kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kecamatan Belitang II, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, wali murid, dewan guru, tenaga kependidikan, serta tamu undangan lainnya.
Pelepasan Angkatan Pertama SMP Negeri 02 Belitang II bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan simbol keberhasilan sebuah perjuangan besar. Dari sekolah yang lahir dari harapan masyarakat, tumbuh di tengah keterbatasan, hingga akhirnya mampu meluluskan generasi pertama dengan segudang prestasi.
Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat mampu menghadirkan pendidikan berkualitas bagi generasi penerus bangsa.
Angkatan pertama SMPN 02 Belitang II kini telah menorehkan sejarah sekaligus membuka jalan bagi generasi-generasi berikutnya untuk terus bersinar dan mengukir prestasi yang lebih gemilang.
(Agustian | Info Nasional News)

.jpg)








