Bandung, Infonasionalnews – Gelombang kritik terhadap pemerintah kembali menggema dari Kota Bandung. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (17/6/2026).
Aksi yang diikuti sekitar 1.200 mahasiswa dari 23 perguruan tinggi ini menjadi salah satu demonstrasi mahasiswa terbesar di Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir. Massa menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai semakin membebani rakyat, mulai dari melemahnya ekonomi, kebijakan anggaran, hingga isu demokrasi dan hak asasi manusia.
Sejak sore hari, lautan mahasiswa memadati kawasan DPRD Jabar. Mereka melakukan long march dari Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat sambil membawa bendera organisasi, spanduk, poster kritik, serta berbagai atribut aksi yang menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan.
Koordinator BEM SI Jawa Barat, Muhammad Risaldi, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan puncak akumulasi kekecewaan mahasiswa terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
> "Ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan kami dan juga akumulasi kemarahan, khususnya dari kami yang sering kali menyuarakan aspirasi yang memang sama sekali tidak didengarkan," tegas Risaldi di sela-sela aksi.
Menurutnya, selama lebih dari satu tahun pemerintahan berjalan, mahasiswa belum melihat langkah strategis yang mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
Selain menyoroti kondisi ekonomi nasional, massa aksi juga mengkritik pola komunikasi pemerintah yang dinilai sering menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), Nahdah Nabillah, menekankan pentingnya pembenahan tata kelola fiskal negara serta evaluasi terhadap sejumlah program prioritas pemerintah.
Ia menilai pemerintah perlu melakukan realokasi anggaran yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan daya beli masyarakat serta memperkuat sektor manufaktur nasional.
> "Masyarakat membutuhkan kebijakan yang berbasis data dan komunikasi publik yang efektif agar tidak terus terjadi polarisasi di tengah masyarakat," ujarnya.
Tujuh Tuntutan Mahasiswa
Dalam aksi tersebut, BEM SI Jawa Barat menyampaikan tujuh tuntutan utama kepada pemerintah, yaitu:
1. Menstabilkan nilai tukar rupiah dan menurunkan harga BBM.
2. Mengevaluasi program KDMP dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
3. Menyelamatkan APBN dari pemborosan anggaran.
4. Membenahi sistem komunikasi kepresidenan.
5. Mencabut Undang-Undang TNI dan Polri.
6. Mengevaluasi total jajaran kabinet yang dianggap tidak kompeten.
7. Menegakkan hak asasi manusia serta menghapus praktik impunitas.
Simbol Kegelisahan Generasi Muda
Aksi di depan Gedung DPRD Jawa Barat tidak hanya menjadi penyampaian tuntutan politik, tetapi juga simbol kegelisahan generasi muda terhadap arah kebijakan nasional. Berbagai orasi yang disampaikan bergantian menyoroti persoalan ekonomi, pendidikan, lapangan pekerjaan, hingga kualitas demokrasi yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.
Hingga menjelang malam, ribuan mahasiswa masih bertahan di lokasi aksi. Demonstrasi berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Aksi ini menjadi pesan kuat bahwa mahasiswa masih memegang peran sebagai salah satu elemen kontrol sosial yang terus mengawal jalannya pemerintahan dan menyuarakan aspirasi masyarakat ketika dianggap tidak mendapatkan ruang yang cukup dalam proses pengambilan kebijakan.**
(Ivan Sukenda)

.jpg)








