-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Perpisahan Sederhana, Penuh Makna dan Air Mata

6/18/2026 | 14:54 WIB

OKU Timur, INFONASIONALNEWS.COM
Suasana haru bercampur kebanggaan menyelimuti halaman SDN Ulak Buntar, Kecamatan Belitang Mulya Kabupaten OKU Timur pada Kamis (18/06/2026), saat digelarnya acara perpisahan dan pelepasan siswa-siswi kelas VI tahun ajaran 2025/2026.


Mengusung tema “Merajut Asa, Satukan Rasa Menjadi Generasi Penerus Bangsa”, kegiatan ini menjadi momentum sakral yang menandai berakhirnya perjalanan enam tahun pendidikan dasar bagi para siswa.


Sebanyak 27 siswa dinyatakan lulus 100 persen setelah menuntaskan seluruh rangkaian ujian sekolah tahun 2026.


Kelulusan penuh ini menjadi catatan manis sekaligus kebanggaan bagi pihak sekolah, guru, dan orang tua.


Acara dibuka dengan lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan secara khidmat oleh seluruh peserta. Momen tersebut langsung menghadirkan suasana emosional, mengingat perpisahan ini bukan sekadar seremoni, melainkan juga perpisahan ikatan batin yang telah terjalin selama enam tahun.



Sebelum acara inti, para siswa menampilkan berbagai pentas seni, mulai dari hadroh, pembacaan ayat-ayat pendek, hingga tari kreasi Nusantara. Penampilan sederhana tersebut berhasil menghibur para tamu undangan dan wali murid, sekaligus mendapat apresiasi atas bakat dan kreativitas siswa yang telah dibina di lingkungan sekolah.



Dalam sambutannya, Kepala SDN Ulak Buntar, Haryono, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh wali murid kelas VI atas kerja sama yang terjalin selama ini. Ia menegaskan bahwa kelulusan 100 persen merupakan hasil kerja keras bersama antara guru, siswa, dan orang tua.


“Anak-anak kita telah menempuh pendidikan selama enam tahun. Hari ini mereka lulus 100 persen. Kami berharap mereka terus merajut asa, menyatukan rasa, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya nilai karakter yang telah ditanamkan di sekolah, seperti disiplin, akhlak mulia, serta rasa hormat kepada orang tua dan guru. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian.

“Jangan lupakan sekolah ini dan jangan lupakan guru-guru kalian. Hormati orang tua, karena itu kunci kesuksesan,” pesannya dengan penuh haru.


Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Cikwan, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara perpisahan yang sederhana namun penuh makna tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua dan guru.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan agama dan karakter.

 “Pendidikan tanpa akhlak yang baik tidak akan membawa anak menjadi apa-apa, meskipun secara akademik bagus,” tegasnya.


Komite sekolah juga mengajak masyarakat untuk mendukung keberadaan sekolah lanjutan di wilayah tersebut, termasuk SMP di Ulak Buntar, agar anak-anak dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan.


Perwakilan wali murid turut menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh dewan guru.



Dalam sambutan penuh emosi, ia mengakui kesabaran para guru dalam mendidik dan membimbing anak-anak selama enam tahun.


“Anak-anak kami sering melakukan kesalahan, tetapi bapak dan ibu guru tetap sabar membimbing mereka. Kami sangat berterima kasih,” ucapnya.


Ia juga berpesan kepada para siswa agar terus melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita setinggi mungkin.


"Ini adalah langkah awal. Jaga nama baik sekolah ini dan teruslah berprestasi,” tambahnya.


Suasana semakin haru ketika perwakilan kelas V menyampaikan pesan perpisahan untuk kakak kelas VI. Dengan suara bergetar, mereka mengucapkan selamat sekaligus terima kasih atas teladan yang telah diberikan.


“Perpisahan ini bukan akhir, melainkan awal perjuangan baru. Kami akan melanjutkan perjuangan kalian dengan belajar lebih giat,” ungkapnya.


Puncak acara terjadi saat penampilan lagu perpisahan, puisi, dan persembahan dari siswa kelas VI. Lagu “Terima Kasih Guruku” yang dibawakan dengan penuh penghayatan membuat suasana hening. Banyak tamu undangan, guru, dan orang tua tak mampu menahan air mata.

Alunan musik lembut mengiringi suasana haru tersebut. Kenangan enam tahun kebersamaan seolah kembali hadir di tengah tenda sederhana tempat acara berlangsung. Tangis pecah ketika siswa dan guru saling berpelukan sebagai tanda perpisahan.



Momen sungkeman antara siswa dan orang tua menjadi salah satu bagian paling menyentuh. Anak-anak memeluk orang tua sambil memohon doa restu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Tangis tidak terbendung, baik dari siswa, guru, maupun orang tua yang hadir.



Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran para siswa dalam melanjutkan pendidikan.



Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara siswa, guru, kepala sekolah, dan wali murid.



Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, SDN Ulak Buntar kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan moral.


Reporter: Agustian
Editor: Info Nasional News .
×
Berita Terbaru Update