KAB.TASIKMALAYA,Infonasional.news – Dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya yang ke-393, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) tampil pidato dalam Sidang Paripurna DPRD dalam Memperingati Milangkala Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya yang ke-393 yang dihadiri puluhan ribu warga dan tokoh masyarakat,” Sabtu (26/7/2025).
Kang Dedi Mulyadi menyampaikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan moral dan sosial yang menyoroti urgensi pelayanan publik, keadilan sosial, dan pelestarian nilai-nilai budaya Sunda.
Dalam pidato sidang paripurna DPRD KDM menegaskan bahwa jalan rusak tidak boleh lagi menjadi pemandangan umum di Tasikmalaya. Ia menyebut bahwa akses jalan yang baik adalah hak dasar warga dan fondasi pembangunan ekonomi lokal.
Pemerintah harus menjamin akses pengobatan gratis dan berkualitas bagi warga kurang mampu. KDM menolak keras praktik diskriminatif dalam layanan kesehatan dan menekankan pentingnya sistem yang inklusif.
Rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang tumbuh keluarga. KDM menyerukan agar rumah warga miskin dibangun dengan prinsip kenyamanan, keamanan, dan ketenangan, bukan sekadar formalitas bantuan.
KDM mengkritik keras praktik penjualan LKS dan seragam sekolah yang membebani orang tua. Ia menyebut bahwa pendidikan harus bebas dari komersialisasi dan menjadi ruang pembentukan karakter, bukan ladang bisnis.
Program wisata sekolah harus berorientasi pada pengayaan wawasan dan pengalaman siswa, bukan menjadi ajang pungutan berkedok edukasi. KDM menolak keras eksploitasi siswa dalam kegiatan wisata yang tidak transparan.
KDM mengangkat kembali ajaran luhur Sunda yang dikenal sebagai “Wejangan Padjadjaran”, sebuah panduan hidup yang menekankan keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Ia menyebut Tasikmalaya sebagai “guru peradaban tata ruang Sunda”, karena memiliki komposisi geografis yang ideal: gunung sebagai simbol kekuatan dan sungai sebagai aliran kehidupan.
KDM mengajak masyarakat untuk menjadikan bambu sebagai ikon ekosistem lokal, karena bambu melambangkan fleksibilitas, keberlanjutan, dan kekuatan komunitas. Ia juga menyentil praktik perusakan alam dan eksploitasi sumber daya yang tidak beretika.
KDM menutup pidatonya dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat pemerintah, tokoh adat, pendidik, dan warga biasa untuk bersatu membangun Tasikmalaya yang beradab, adil, dan berkelanjutan, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai buhun dan etika sosial.
(RTI)





.jpg)



.jpg)
.png)


