Kabupaten Tasikmalaya,Infonasionalnews.my.id – Gerakan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Kabupaten Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Senin (13/4/2026). Menuntut perhatian dan respons atas sejumlah aspirasi yang mereka sampaikan.
Aksi yang berlangsung dengan tertib tersebut diikuti oleh puluhan anggota GIBAS. Mereka menyuarakan berbagai tuntutan terkait kebijakan dan pelayanan pemerintah daerah yang dinilai belum maksimal.
Namun, aksi tersebut berujung kekecewaan. Pasalnya, massa aksi tidak berhasil bertemu langsung dengan pihak yang diharapkan, yakni Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Tasikmalaya maupun Bupati Tasikmalaya.
Koordinator aksi sekaligus Ketua Gibas Kabupaten Tasikmalaya Waris dalam orasinya menyampaikan bahwa ketidakhadiran pejabat terkait dianggap sebagai bentuk kurangnya respons terhadap aspirasi masyarakat. Massa berharap adanya keterbukaan dan komunikasi langsung antara pemerintah daerah dengan masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan.
“Kami datang dengan harapan bisa berdialog langsung, namun sangat disayangkan tidak ada satu pun pejabat yang berwenang hadir menemui kami,” ujar waris
Waris juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya yang dinilai lambat dan tidak ada titik temu untuk mmemecahkan suatu permaslahan yang ada di Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya.
"Kami merasa kecewa khusunya kepada Kepala Bagian Umum Sekda Kabupaten Tasikmalaya,yang terindikasi Kabag Umum itu menggunakan anggaran 430juta untuk Soevenir,soevenirnya tidak ada dan yang ke dua mobil Plat Merah di ganti dengan Plat Hitam untuk memperirit atau untuk menyamar, itu membuat saya jadi tanda tanya."ucapnya
Lanjut Waris,untuk langkah selanjutnya saya akan serahkan kepada pihak yang berwajib bahwa saya mendapatkan bisik-bisik dari Pak Polisi untuk tidak dilanjutkan sampai malam. Dan kami akan menunggu sampai minggu depan apakah ada solusi dari aparat penegak hukum (APH) , apakah saya harus lapor Tipikor dan Kejaksaan atau kita dipertemukan secara non formal."tegasnya
"Kami berharap masalah ini jangan dibiarkan , jangan sampai kalau masalah wartawan minta uang tapi ditangkap reskrim,tapi Bupati minta 3% tapi kenyataannya dibiarkan tidak ada hukum yang berjalan,apa keadilan yang ada di negara ini."pungkasnya
Setelah beberapa waktu melakukan orasi dan menunggu kehadiran pihak terkait, massa akhirnya memutuskan untuk membubarkan diri dengan tertib. Mereka menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak mendapat tanggapan serius dari pemerintah daerah.
Aksi tersebut mendapat pengawalan dari aparat keamanan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif. (Rustandi)








