Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sempat Dibatalkan, Outing Class Kokurikuler Project Membatik ke Jogja SMAN 1 Belitang II Akhirnya Disetujui Wali Murid.

4/29/2026 | 15:29 WIB

OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS – SMAN 1 Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menggelar rapat komite sekolah pada Rabu (29/04/2026) di aula sekolah. Rapat tersebut membahas rencana keberangkatan siswa dalam kegiatan outing class kokurikuler berupa project membatik ke Yogyakarta.



Rapat dihadiri oleh Ketua Komite Sekolah H. Danial, SE, Kepala Sekolah Drs. Ali Syahbanilan, MM, perwakilan biro perjalanan wisata, Ketua OSIS, dewan guru, siswa, serta ratusan wali murid yang direncanakan ikut serta dalam kegiatan tersebut.



Agenda utama rapat adalah mengonfirmasi persetujuan orang tua terkait rencana keberangkatan yang dijadwalkan pada 4 hingga 9 Mei 2026. Sebelumnya, kegiatan ini sempat dibatalkan oleh pihak sekolah karena belum adanya kesepakatan dari wali murid. Pembatalan tersebut sempat memicu pro dan kontra di kalangan Siswa dan Sekolah.




Kekecewaan pun muncul, terutama dari siswa yang tetap menginginkan kegiatan tersebut dilaksanakan. Menyikapi hal itu, pihak sekolah bersama komite akhirnya mengadakan rapat untuk meminta keputusan langsung dari wali murid.




Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Drs. Ali Syahbanilan, MM menjelaskan bahwa pembatalan sebelumnya dilakukan karena belum adanya koordinasi resmi dengan komite dan wali murid.


“Kegiatan ini sempat saya batalkan karena belum ada rapat dengan komite. Namun, melihat antusias dan harapan siswa, kami mengundang wali murid untuk bermusyawarah dan memastikan dukungan terhadap kegiatan ini,” ujarnya.




Ia juga menegaskan bahwa program tersebut merupakan usulan dari OSIS yang kemudian dikoordinasikan dengan pihak sekolah dan komite, serta akan diajukan rekomendasinya ke Dinas Pendidikan Provinsi.


“Saya mendukung kegiatan ini selama memberikan manfaat positif bagi siswa, dengan catatan ada persetujuan dari orang tua,” tambahnya.



Sementara itu, Ketua Komite Sekolah H. Danial, SE menyampaikan permohonan maaf atas kurangnya koordinasi sebelumnya dengan wali murid.



“Kami memahami adanya pro dan kontra di lapangan. Oleh karena itu, rapat ini bertujuan untuk memastikan secara langsung persetujuan dari orang tua dan siswa terkait keberangkatan ini,” ungkapnya.




Di kesempatan yang sama, perwakilan biro perjalanan wisata menyampaikan rincian biaya yang harus dikeluarkan oleh siswa. Biaya tersebut mencakup konsumsi, pengawasan, layanan medis, dokumentasi, pendamping, hotel, seragam, serta asuransi keselamatan.




“Kami memastikan keselamatan dan kenyamanan siswa sejak keberangkatan hingga kembali pulang menjadi prioritas utama,” jelasnya.


Dalam sesi tanya jawab, sejumlah wali murid menyampaikan dukungan sekaligus masukan. Salah satunya, Wasilrin, yang mendukung kegiatan selama memberikan manfaat positif bagi siswa.



“Yang penting anak-anak diperhatikan dengan baik selama perjalanan dan kegiatan berlangsung,” ujarnya.




Beberapa wali murid lainnya juga menyoroti pentingnya komunikasi yang lebih baik antara sekolah dan orang tua, terutama terkait kegiatan yang melibatkan biaya dan keselamatan siswa.



Menanggapi hal tersebut, pihak komite berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi ke depan, baik dalam kegiatan formal maupun nonformal.



Rapat kemudian ditutup dengan pengambilan keputusan. Secara bulat, wali murid dan siswa yang hadir menyatakan setuju untuk melanjutkan kegiatan outing class project membatik ke Yogyakarta.




Dengan demikian, rapat komite memutuskan bahwa keberangkatan tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan, termasuk aspek keselamatan perjalanan, akomodasi, serta asuransi bagi peserta.



Rapat berlangsung tertib, aman, dan kondusif, serta mencerminkan sinergi yang baik antara pihak sekolah, komite, siswa, dan wali murid dalam mendukung kegiatan pendidikan yang bermanfaat.


(Agustian)
×
Berita Terbaru Update