OKI, INFONASIONALNEWS – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti halaman SDN 1 Cahaya Mas, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, saat digelarnya Pentas Seni dan Tasyakuran Kelulusan Tahun Ajaran 2025/2026, Kamis (4/6/2026).
Mengusung tema "Mengakhiri Perjalanan Bersama, Merangkai Masa Depan", kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi 48 siswa kelas VI yang resmi dilepas setelah dinyatakan lulus ujian sekolah dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SDN 1 Cahaya Mas, Sudarwan, S.Pd., M.Pd., Kepala Desa Cahaya Mas beserta perangkat desa, Ketua Komite Sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, wali murid, serta tamu undangan lainnya.
Sejak pagi, suasana acara berlangsung semarak. Berbagai penampilan seni dan budaya ditampilkan oleh para siswa, mulai dari Pramuka, hadrah dan selawat, tari kreasi, tari Nusantara, tari tanggai, pencak silat, drama rakyat Timun Emas, nyanyi solo, hingga pertunjukan seni tradisional kuda lumping yang sukses memukau para tamu undangan.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh, siswa kelas IV, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Selain prosesi pelepasan siswa, sekolah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa berprestasi yang telah mengharumkan nama sekolah di tingkat kabupaten. Mereka adalah:
Revira Khanza Dewi, Juara I Kriya Tingkat Kabupaten.
Rebertus Oscar Pratama, Juara I Menyanyi Solo Tingkat Kabupaten.
Bayu Hummam Zada, Juara II Pencak Silat Tingkat Kabupaten.
Thyra Vimala Putri, peraih nilai akademik tertinggi pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan nilai Bahasa Indonesia 90,00 dan Matematika 63,33.
Dalam sambutannya, Kepala SDN 1 Cahaya Mas, Sudarwan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kemajuan pendidikan di sekolah tersebut.
Ia menegaskan bahwa kegiatan pelepasan siswa bukan sekadar seremoni, melainkan upaya memberikan kenangan indah bagi para siswa yang telah menempuh pendidikan selama enam tahun.
"Kegiatan ini sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat penting bagi anak-anak kita. Ini adalah momen yang akan mereka kenang sepanjang hidup. Kami ingin memberikan kesan terbaik sebelum mereka melangkah ke jenjang berikutnya," ujarnya.
Sudarwan juga memaparkan berbagai capaian sekolah selama dua tahun terakhir, termasuk program bantuan pendidikan melalui Gerakan Orang Tua Asuh yang didukung Pemerintah Desa Cahaya Mas. Program tersebut membantu meringankan biaya pendidikan siswa melalui penyediaan seragam olahraga, seragam batik, sampul rapor, hingga foto siswa secara gratis.
Di bidang prestasi, SDN 1 Cahaya Mas juga terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Salah satunya melalui cabang olahraga pencak silat yang berhasil mewakili Kecamatan Mesuji Makmur dan meraih prestasi di tingkat kabupaten.
"Kami berharap seluruh siswa yang lulus dapat terus melanjutkan pendidikan, menjaga nama baik sekolah, dan mengejar cita-cita setinggi mungkin. Pendidikan adalah bekal utama untuk masa depan," pesannya.
Sementara itu, Maryono selaku perwakilan wali murid kelas VI menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru yang telah mendidik anak-anak mereka dengan penuh kesabaran dan keikhlasan selama enam tahun.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi para guru. Semoga ilmu yang diberikan menjadi bekal berharga bagi anak-anak kami dalam meraih masa depan yang lebih baik," katanya.
Ucapan serupa juga disampaikan oleh Fanica Saisabila yang mewakili siswa kelas VI. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada para guru dan orang tua yang telah membimbing mereka selama menempuh pendidikan di SDN 1 Cahaya Mas.
"Kami berterima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah mengajarkan ilmu dan akhlak dengan penuh ketulusan. Terima kasih juga kepada orang tua yang selalu mendukung kami. Kami mohon maaf atas segala kesalahan selama ini," ucapnya.
Suasana yang semula penuh keceriaan mendadak berubah haru saat prosesi sungkeman antara siswa dan orang tua dimulai. Isak tangis pecah di bawah tenda sederhana yang menaungi acara tersebut.
Air mata para siswa, orang tua, guru, hingga tamu undangan tak terbendung ketika puisi perpisahan dibacakan. Lantunan kata-kata yang menggambarkan perjuangan orang tua dan guru selama enam tahun terakhir menyentuh hati seluruh hadirin.
Tangisan haru menjadi bukti kuatnya ikatan emosional yang terjalin antara siswa, guru, dan orang tua selama masa pendidikan di sekolah tersebut.
Sebagai penutup, kepala sekolah bersama dewan guru menyerahkan cenderamata kepada 48 siswa yang telah dinyatakan lulus. Prosesi tersebut diiringi lagu perpisahan yang semakin menambah suasana emosional.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh siswa bersama guru serta jajaran sekolah sebagai simbol kebersamaan dan kenangan yang akan terus melekat.
Pentas seni dan tasyakuran SDN 1 Cahaya Mas berlangsung aman, tertib, dan sukses. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, orang tua, dan siswa dalam mendukung kemajuan pendidikan.
Perpisahan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal bagi generasi penerus bangsa untuk terus menggapai cita-cita dan meraih masa depan yang lebih gemilang.
Agustian/Info Nasional News

.jpg)








