-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Farhan Ingin Tegalega Gratis untuk Semua, Perwal Retribusi Sedang Dievaluasi

6/22/2026 | 19:49 WIB

Bandung Infonasionalnews – Kabar baik bagi warga Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung tengah mengkaji penghapusan tarif masuk Taman Tegalega yang selama ini dikenakan sebesar Rp2.000 per pengunjung. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif, nyaman, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa hambatan biaya.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif masuk Taman Tegalega saat ini masih diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal). Namun, pihaknya sedang melakukan kajian mendalam untuk membuka akses gratis bagi masyarakat.

"Kalau Tegalega memang saat ini masih ada tarif masuk Rp2.000 karena diatur dalam Perwal. Sekarang saya sedang mengkaji bagaimana caranya supaya bisa gratis. Saya sedang mempelajari dulu aturan itu untuk kemudian bisa dicabut," ujar Farhan, Kamis (18/6/2026).

Menurut Farhan, ruang terbuka hijau seharusnya menjadi fasilitas publik yang dapat dinikmati semua warga tanpa terkecuali. Karena itu, Pemkot Bandung berupaya menciptakan akses yang lebih mudah agar masyarakat dapat memanfaatkan Taman Tegalega sebagai tempat rekreasi keluarga, olahraga, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan.

Tegalega Akan Ditata Ulang

Tak hanya mengkaji penghapusan tarif masuk, Pemkot Bandung juga tengah melakukan penataan ulang kawasan Taman Tegalega yang saat ini memiliki beragam fungsi dalam satu kawasan.

Farhan menjelaskan, Tegalega tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi pusat aktivitas olahraga, lokasi usaha masyarakat, hingga area fasilitas pengolahan sampah. Kondisi tersebut dinilai perlu ditata ulang agar kawasan lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung.

"Tegalega sekarang fungsinya campur. Ada ruang terbuka hijau, ada sarana olahraga, ada tempat usaha masyarakat, bahkan ada fasilitas pengolahan sampah. Karena itu kita sedang melakukan penataan ulang supaya semuanya tertata dengan baik," katanya.

Penataan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas Taman Tegalega sebagai salah satu ikon ruang publik Kota Bandung yang ramah lingkungan dan menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Alun-alun Bandung Belum Dibuka Penuh

Selain fokus pada Taman Tegalega, Pemkot Bandung juga terus melakukan penyempurnaan Alun-alun Bandung yang hingga kini belum dibuka secara penuh untuk masyarakat.

Farhan menegaskan keputusan menunda pembukaan dilakukan karena hasil renovasi sebelumnya dinilai belum memenuhi standar kualitas yang diharapkan.

"Kenapa waktu itu saya tutup? Karena pekerjaan renovasinya kurang bagus. Saya minta diperbaiki dulu. Desainnya diperbaiki, hasil pekerjaannya juga harus diperbaiki," tegasnya.

Ia menekankan bahwa keselamatan dan kenyamanan warga menjadi prioritas utama. Karena itu, Alun-alun Bandung baru akan dibuka kembali setelah seluruh pekerjaan selesai dan dipastikan layak digunakan.

"Pokoknya sampai betul-betul selesai dan layak. Saya tidak mau nanti dibuka, tetapi beberapa bulan kemudian rusak lagi. Itu justru merugikan masyarakat," ujarnya.

Wujudkan Ruang Publik yang Lebih Inklusif

Pemkot Bandung berharap evaluasi regulasi terkait retribusi Taman Tegalega dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat bisa menikmati fasilitas publik tanpa biaya tambahan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan ruang terbuka yang aman, berkualitas, dan inklusif bagi seluruh warga Kota Bandung.

Jika kebijakan ini terealisasi, Taman Tegalega berpotensi menjadi salah satu ruang publik gratis terbesar di Kota Bandung yang dapat dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan.**(Ivan Sukenda).
×
Berita Terbaru Update