-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Asia Africa Festival 2026 Resmi Dibuka, Bandung Serukan Semangat Baru: Dari Bandung Spirit Menuju Green Bandung Spirit

7/12/2026 | 11:57 WIB
Bandung Infonasionalnews – Ribuan warga memadati kawasan Gedung Merdeka dan Jalan Asia Afrika saat Asia Africa Festival (AAF) 2026 resmi dibuka, Sabtu (11/7/2026). Mengusung tema "Unity in Diversity, Rising in Harmony", festival tahun ini tidak hanya menjadi perayaan sejarah Konferensi Asia Afrika, tetapi juga menjadi panggung dunia untuk menyerukan kolaborasi global, keberlanjutan lingkungan, dan pembangunan yang lebih inklusif.

Pembukaan festival diawali dengan sambutan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, yang menegaskan bahwa Bandung merupakan kota bersejarah tempat lahirnya Dasasila Bandung, sebuah warisan diplomasi yang hingga kini terus menjadi inspirasi bagi hubungan internasional.

Menurutnya, nilai-nilai saling menghormati, kesetaraan, dialog damai, dan kerja sama antarbangsa yang lahir dari Konferensi Asia Afrika tetap relevan dalam menghadapi tantangan global saat ini.

> "Sebagai kota kelahiran Dasasila Bandung, Pemerintah Kota Bandung tetap berkomitmen menjaga warisan tersebut melalui visi Bandung Utama, yakni membangun kota yang unggul, inklusif, amanah, maju, dan agamis," ujar Iskandar.



Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga keramahan khas Kota Bandung sekaligus menjadikan Asia Africa Festival sebagai momentum mempererat persahabatan antarbangsa demi mewujudkan dunia yang damai, harmonis, dan sejahtera.

Green Bandung Spirit Jadi Pesan Utama

Sorotan utama dalam pembukaan festival datang dari Menteri Lingkungan Hidup RI, Muhammad Jumhur Hidayat, yang mengajak negara-negara Asia dan Afrika menghadirkan babak baru dalam Semangat Bandung.

Menurutnya, jika pada tahun 1955 Bandung menjadi simbol perjuangan kemerdekaan dan solidaritas bangsa-bangsa Asia-Afrika, maka kini semangat tersebut harus berkembang menjadi Green Bandung Spirit.

Ia menilai dunia sedang menghadapi tantangan besar berupa perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga kerusakan ekosistem yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja.

> "Sudah saatnya kita mentransformasikan Bandung Spirit menjadi Green Bandung Spirit, sebuah komitmen baru Asia dan Afrika untuk memperkuat solidaritas, inovasi, dan aksi bersama," tegasnya.


Jumhur juga menekankan pentingnya membangun budaya ecological repentance atau pertobatan ekologis, yaitu perubahan cara pandang manusia terhadap alam agar pembangunan berjalan secara adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Suara Inklusivitas Menggema dari Bandung

Pesan kuat mengenai pentingnya pembangunan yang inklusif disampaikan Presiden DILANS Indonesia, Farhan Helmy.

Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh peserta melihat berbagai persoalan dunia melalui perspektif yang lebih terbuka terhadap keberagaman.

Farhan mengatakan, pengalaman hidup sebagai pengguna kursi roda membuatnya memahami bahwa hambatan terbesar bukan berasal dari keterbatasan fisik seseorang, melainkan dari sistem yang belum sepenuhnya ramah bagi semua orang.

Menurutnya, isu perubahan iklim, aksesibilitas, kesehatan, kemiskinan perkotaan, hingga perkembangan teknologi saling berkaitan dan membutuhkan kerja sama lintas sektor.

> "Keberagaman bukanlah kelemahan kita. Yang menjadi kelemahan adalah eksklusi," ujarnya disambut tepuk tangan peserta.



Ia mengajak seluruh negara memperbarui Semangat Bandung melalui kolaborasi, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama untuk menghadapi tantangan abad ke-21.

Karnaval Budaya Meriahkan Jalan Asia Afrika

Usai seremoni pembukaan, kemeriahan berlanjut melalui Asia Africa Carnival yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan masyarakat.

Parade budaya menampilkan delegasi negara-negara Asia dan Afrika, perwakilan kota kembar (Sister City), mahasiswa internasional, peserta dari berbagai daerah di Indonesia, hingga puluhan komunitas seni dan budaya yang memenuhi kawasan Jalan Asia Afrika hingga Jalan Cikapundung Barat.

Atraksi budaya yang penuh warna tersebut menjadi simbol nyata persahabatan antarbangsa sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya yang dipersatukan dalam semangat kolaborasi.

Asia Africa Festival 2026 kembali menegaskan posisi Bandung sebagai kota bersejarah yang tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga aktif membangun masa depan. Melalui semangat "Unity in Diversity, Rising in Harmony", festival ini mengirimkan pesan kepada dunia bahwa perdamaian, keberlanjutan lingkungan, dan inklusivitas merupakan fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.**(Ivan Sukenda).
×
Berita Terbaru Update