Bandung.infonasionalnews-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung telah memetakan potensi pendapatan reklame dari 13 ruas jalan strategis di Bandung, dengan proyeksi konservatif senilai Rp10 miliar per tahun. Bersama dengan PBJT yang rata-rata menyisakan surplus lebih dari Rp200 miliar per tahun, proyek ini dinilai sangat feasible dari sisi fiskal.
Menurut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi, potensi ini akan dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan tambahan untuk mendukung keberlanjutan proyek PJU melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
"Masih banyak ruas jalan di Kota Bandung yang belum memiliki penerangan memadai. Proyek ini didesain untuk menjawab kebutuhan itu, sekaligus memberi peluang investasi yang jelas dan prospektif bagi mitra swasta," kata Panji di Balai Kota Bandung, laman Pemkot Bandung, Kamis 24 Juli 2025.
Kota Bandung memiliki total panjang jalan sekitar 1.295,6 km yang terbagi dalam 3.185 ruas jalan kota. Ditambah 17 ruas jalan nasional sepanjang 45,63 km dan 28 ruas jalan provinsi sepanjang 38,44 km. Dengan kondisi eksisting saat ini, diperlukan 21.067 unit PJU baru untuk menjangkau area yang belum terlayani penerangan.
"Jadi total nilai investasi secara keseluruhan, termasuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 10-20 tahun, ditaksir sebesar Rp426,8 miliar," katanya.
Langkah ini juga mendukung program strategis “Bandung Caang Utama” yang menjadi prioritas Pemkot Bandung untuk mewujudkan kota yang terang, aman, dan ramah lingkungan. Integrasi antara fungsi penerangan, estetika kota, dan potensi komersial menjadi keunggulan tersendiri. Ini membuka peluang kolaborasi tak hanya dengan investor infrastruktur, tapi juga pelaku industri kreatif dan periklanan.
Jika dikelola dengan baik, potensi iklan dari 13 ruas jalan ini bukan hanya mendukung proyek PJU, tapi juga bisa menjadi sumber pembiayaan inovatif lainnya untuk pembangunan kota. Dengan pendekatan ini, Pemerintah Kota Bandung menunjukkan bahwa inovasi dalam tata kota di tengah keterbatasan APBD.***(Ivan Sukenda).








