OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Belitang II, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, menyebabkan dua rumah warga di Desa Sri Jaya terendam banjir pada Selasa malam (13/04/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di RT 002/RW 001, Dusun 01, Desa Sri Jaya. Ketinggian air yang masuk ke dalam rumah diperkirakan mencapai mata kaki orang dewasa dan menggenangi sebagian ruangan.
Kepala Desa Sri Jaya, Herman Budianto, melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Abdul Wahid, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat saluran drainase yang tertutup dan tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi.
“Saluran drainase di sini sudah sempit dan banyak yang tertutup. Saat hujan deras, air tidak mengalir dengan baik sehingga meluap dan masuk ke rumah warga,” ujar Abdul Wahid di lokasi kejadian.
Menanggapi kejadian tersebut, pemerintah desa bersama perangkat langsung turun ke lapangan untuk membantu warga. Mereka memindahkan barang-barang agar tidak rusak akibat genangan air.
Salah satu warga yang mendapat perhatian khusus adalah Lamini, seorang ibu rumah tangga yang sedang menderita stroke. Ia segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman untuk menghindari dampak banjir.
“Alhamdulillah, kami sigap membantu warga. Barang-barang diamankan dan Ibu Lamini kami pindahkan ke tempat yang lebih tinggi karena kondisinya sedang sakit,” tambahnya.
Laporan kejadian tersebut juga telah disampaikan kepada Camat Belitang II, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa setempat. Camat Belitang II, M. Suyadi, SE, menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut ke pemerintah kabupaten dan instansi terkait.
“Saya sudah menerima laporan dari Sekdes Sri Jaya. Ini akan segera kami teruskan ke kabupaten, termasuk kepada Bupati, BPBD, Dinas Sosial, dan instansi terkait lainnya. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada jika curah hujan kembali tinggi,” ujar M. Suyadi melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.
Penyebab Banjir dan Harapan Warga
Meski ketinggian air relatif rendah, banjir ini tetap menimbulkan kekhawatiran bagi warga. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.
Warga menilai kondisi drainase yang tidak memadai menjadi penyebab utama. Banyak saluran yang tertutup dan berukuran kecil sehingga tidak mampu menampung volume air saat hujan deras.
“Drainase di sini banyak yang tertutup dan sempit. Kami berharap segera ada perbaikan agar banjir tidak terulang, apalagi curah hujan belakangan ini cukup tinggi,” ujar salah satu warga.
Perlu Solusi Jangka Panjang
Warga berharap pemerintah desa dan instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret, terutama dalam perbaikan sistem drainase.
Pemerintah desa pun terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kabupaten untuk mencari solusi terbaik.
“Kami terus berkoordinasi agar ada tindakan nyata secepatnya, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang,” kata Abdul Wahid.
Sementara itu, Camat Belitang II menegaskan bahwa persoalan banjir dan drainase menjadi prioritas penanganan.
“Kami akan memastikan laporan ini segera ditindaklanjuti dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk langkah perbaikan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, air telah surut dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
(Agustian)











