Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung dipercepat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Percepatan ini dilakukan usai inspeksi mendadak (sidak) oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang menyoroti dampak proyek terhadap kenyamanan dan keselamatan warga.
Leader Proyek BRT, Gerry, mengakui sempat terjadi miskomunikasi terkait instruksi penghentian sementara pekerjaan yang dikeluarkan pada 12 Maret 2026. Menurutnya, saat instruksi itu turun, kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk langsung dihentikan.
“Galian sudah terbuka semua. Tidak mungkin kami tinggalkan begitu saja karena berisiko bagi masyarakat,” ujarnya saat ditemui di depan The 101 Dago, Selasa (17/3/2026).
Pihak pelaksana kemudian mengajukan tambahan waktu hingga 17 Maret untuk menyelesaikan pekerjaan dasar, seperti penutupan galian dan pengecoran. Gerry menjelaskan, saat sidak berlangsung, proyek memang tengah memasuki tahap pemasangan besi sebagai persiapan pengecoran.
“Setelah sidak, keesokan paginya langsung kami lakukan pengecoran,” katanya.
Sejauh ini, progres pembangunan disebut telah mencapai tahap struktur di lima titik lokasi di Bandung. Dua titik bahkan sudah memasuki tahap finishing dengan pemasangan batu andesit, sementara titik lainnya tinggal proses perapian.
Meski dikebut, pihak proyek menegaskan tetap mengutamakan kepentingan publik, terutama akses bagi pejalan kaki. Sesuai arahan wali kota, jalur pedestrian tidak boleh tertutup selama masa pengerjaan.
“Pesan Pak Wali Kota jelas, jangan sampai pedestrian tertutup. Masyarakat harus tetap bisa berjalan dengan aman tanpa harus turun ke jalan,” tegas Gerry.
Untuk mendukung hal tersebut, pelaksana proyek juga menyiapkan jalur sementara serta memasang rambu-rambu keselamatan di sekitar area pekerjaan.
Di sisi lain, Gerry menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami mohon maaf kepada warga, khususnya pejalan kaki. Kami berupaya mempercepat penyelesaian sekaligus memastikan akses tetap aman,” ucapnya.
Pemkot Bandung sendiri berharap percepatan proyek ini tidak hanya mengejar target pembangunan, tetapi juga menjaga kenyamanan warga selama momentum Lebaran yang identik dengan tingginya mobilitas masyarakat.(Ivan Sukenda).**








