SUKAMARA/KALTENG, INFONASIONALNEWS. ONLINE
Proyek Transmigrasi dari ke menterian di kabupaten Sukamara yang pekerjaan diduga gagal dengan pemberian waktu dua kali namun tidak bisa diselesaikan semakin mematik berbagai pertanyaan dari publik, minggu (03/05/2026)
Pertanyaan-pertanyaan mulai bermunculan di tengah kedatangan Menteri Transmigrasi yang terkesan dadakan ke lokasi proyek Transmigrasi di kabupaten Sukamara, ada apa?
Saat awak media ini turun ke lapangan dan bertemu dengan salah seorang warga penerima program Transmigrasi ini menyampaikan,
" Kami dadakan disuruh membersihkan lokasi perumahan Transmigrasi ini dan disuruh menempati untuk sementara karena ada kedatangan tamu dari pusat" ujarnya dengan nada polos.
Ini sudah membuktikan bahwa proyek Transmigrasi dari kementerian di kabupaten Sukamara banyak kejanggalan-kejanggalan yang tidak sesuai sehingga membuat instansi terkait merasa seperti kebakaran jenggot saat ada kunker dadakan dari kementerian Pusat.
Ironisnya, instansi terkait terkesan memaksakan bahwa pekerjaan proyek Transmigrasi dari kementerian ini terlihat selesai dengan sempurna agar saat Sidak dadakan dari Kementerian benar bahwa pekerjaan itu sudah selesai.
Parahnya lagi, diduga instansi terkait menyuruh pekerja untuk segera menyelesaikan perumahan meskipun dari segi kwalitas tidak sesuai dengan apa yang di harapkan.
Selain itu awak media ini juga mendapat informasi dari warga setempat yang enggan menyebutkan namanya menyampaikan,
Aneh, gara-gara ada sidak dadakan dari kementerian, instansi terkait langsung menyuruh pekerja untuk memasang pintu-pintu rumah dan disuruh membersihkan lokasi tersebut serta menempati rumah untuk sementara namun sayangnya ketika di pasang pintunya tidak bisa di tutup kembali".
"Inilah akibat pekerjaan yang di paksakan".
Dari semua kronologis yang ada, terlihat jelas bahwa pekerjaan proyek Transmigrasi ini diduga bermasalah sehingga diduga instansi terkait berupaya untuk terlihat selesai meskipun terkesan di paksan agar bisa menggelabui saat kedatangan tamu dari kementerian pusat.
Dan bukan hanya dari segi proyek pembangunan perumahan dan pasilitas umum saja yang diduga gagal.
Namun pembagian jaduk untuk warga yang masuk program Transmigrasi ini sudah melenceng dari aturan yang sebenarnya.
Jaduk yang seharusnya dibagikan sesudah penempatan tetapi malah dibagikan sebelum adanya penempatan dan perumahan pun belum rampung pekerjaannya.
Dan ini semakin menjadi pertanyaan besar bagi publik ada apa dengan proyek Transmigrasi ini sehingga begitu mendengar ada sidak dari kementerian, instansi terkait seolah- olah kalang kabut berupaya agar proyek tersebut terlihat selesai meskipun penyelesaiannya terkesan di paksakan.
Kekhawatiran dinas atau instansi terkait dengan adanya info kedatangan dari Menteri Transmigrasi ini sangat berlebihan, ada apa?
Jangan- jangan ada dugaan pekerjaan proyek Transmigrasi dari kementerian di kabupaten Sukamara, provinsi Kalteng ini ada keterlibatan oknum pejabat tinggi daerah???
Kalau memang proyek ini diduga gagal akibat kelalaian dari pihak kontraktor/rekanan, instansi terkait cukup hanya melakukan blacklist saja terhadap perusahaan rekanannya bukan malah berusaha menutupi yang diduga untuk menggelabui agar terlihat proyek tersebut terlihat sudah selesai.
Kami meminta dan berharap kepada pihak terkait terutama Kementerian Transmigrasi, BPK pusat dan pihak dari APH baik dari Polda Kalteng maupun Mabes Polri, Kejaksaan Negeri, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung untuk sesegera mungkin mengusut tuntas proyek Transmigrasi dari kementerian khususnya di kabupaten Sukamara.
(L/R)
.jpg)








