Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Padat Karya di Gedebage Berjalan, Warga Terbantu Sementara, Solusi Jangka Panjang Dipertanyakan

5/14/2026 | 13:04 WIB
Bandung Infonasionalnews — Program Padat Karya yang digelar Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) di Kecamatan Gedebage mulai berjalan dan melibatkan ratusan warga dari keluarga prasejahtera. Program tersebut dinilai membantu masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan sekaligus memperbaiki kebersihan lingkungan.

Sebanyak 200 peserta dari empat kelurahan di Kecamatan Gedebage diterjunkan dalam kegiatan pembersihan dan pemeliharaan lingkungan selama 10 hari. Para peserta mendapatkan perlengkapan kerja, makan, snack hingga honor sebesar Rp175 ribu per hari.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, program ini menyasar masyarakat dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1 sampai 5.

“Program ini bertujuan menciptakan kebersihan dan keindahan lingkungan sekaligus membantu mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujar Yayan.

Program padat karya sendiri ditargetkan menjangkau 8.500 warga Kota Bandung sepanjang tahun 2026 melalui pelaksanaan di berbagai kelurahan.

Di lapangan, program tersebut mendapat respons positif dari warga. Selain memperoleh penghasilan tambahan, masyarakat juga diajak terlibat langsung menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong.

Camat Gedebage, Latif menilai kegiatan tersebut memberi dampak sosial yang cukup baik di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

“Bukan hanya mendapatkan bantuan upah, tetapi juga menumbuhkan rasa gotong royong dan kemandirian untuk senantiasa menjaga lingkungan,” katanya.

Namun di balik manfaat yang dirasakan warga, program ini juga memunculkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai padat karya masih bersifat solusi sementara dan belum menyentuh akar persoalan pengangguran serta kemiskinan secara menyeluruh.

Pasalnya, program hanya berlangsung selama 10 hari. Setelah kegiatan selesai, warga kembali dihadapkan pada persoalan sulitnya mencari pekerjaan tetap dan stabil.

Kritik lainnya muncul terkait kondisi kebersihan lingkungan yang dinilai masih bergantung pada program insidental pemerintah. Sejumlah warga berharap Pemkot Bandung tidak hanya menghadirkan bantuan jangka pendek, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja produktif dan berkelanjutan.
Meski demikian, program padat karya tetap dianggap penting sebagai langkah cepat membantu masyarakat berpenghasilan rendah di tengah tekanan ekonomi saat ini.

Kini publik menunggu langkah lanjutan Pemkot Bandung, apakah program seperti ini akan berkembang menjadi solusi ekonomi jangka panjang atau hanya menjadi bantuan sementara yang rutin muncul setiap tahun. (Ivan Sukenda).**
×
Berita Terbaru Update