Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sentilan Menohok Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soal Tawuran Pelajar Bandung: “Tidak Semua Harus Diurus Gubernur”

3/15/2026 | 05:06 WIB


*Bandung* Infonasionalnews – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melontarkan kritik tajam kepada orang tua menyusul insiden tawuran maut yang diduga menewaskan seorang pelajar SMA di Bandung. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pengawasan anak di luar jam sekolah sepenuhnya berada di tangan keluarga.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi setelah menerima laporan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait bentrokan yang melibatkan oknum pelajar dari SMAN 5 Bandung dan SMAN 2 Bandung.

Menurut Dedi, banyak pihak kerap menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan dan pengawasan anak kepada sekolah atau pemerintah. Padahal, kata dia, ada batas yang jelas mengenai peran negara dalam mengawasi siswa.

“Tidak semuanya harus diurus sama sekolah atau gubernur. Selama jam sekolah itu tanggung jawab negara, tetapi di luar jam sekolah itu sudah menjadi tanggung jawab orang tua,” tegas Dedi saat kunjungan kerja di Cirebon, Sabtu (14/3).

### Orang Tua Dinilai Langgar Komitmen

Dedi juga menyoroti adanya pelanggaran komitmen dari pihak keluarga siswa. Berdasarkan laporan yang diterimanya, orang tua sebelumnya telah menandatangani pernyataan di atas materai yang menyatakan anak mereka tidak akan menggunakan kendaraan bermotor.

Namun fakta di lapangan menunjukkan siswa tetap membawa motor saat insiden terjadi.

“Saya sudah baca pesan dari Disdik. Orang tuanya sudah menandatangani pernyataan bahwa anaknya tidak akan menggunakan kendaraan bermotor,” ujar mantan Bupati Purwakarta itu.

Ia menilai disiplin di lingkungan keluarga menjadi kunci utama mencegah kenakalan remaja, termasuk tawuran pelajar yang kerap terjadi di berbagai daerah.

“Orang tua harus tahu jam berapa anaknya berangkat, jam berapa dia pulang. Itu yang paling penting,” katanya.

### Tawuran Terjadi di Luar Lingkungan Sekolah

Insiden tragis ini terjadi di kawasan Jalan Cihampelas, Bandung, pada Jumat (13/3) malam hingga Sabtu dini hari. Bentrokan antarkelompok pelajar tersebut diduga melibatkan siswa dari dua sekolah negeri di kota tersebut.

Karena kejadian berlangsung di luar lingkungan pendidikan dan di luar jam belajar, Dedi menegaskan pihak sekolah maupun pemerintah tidak bisa sepenuhnya disalahkan.

### Polisi Masih Dalami Kasus

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kronologi lengkap serta memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Dedi juga mengapresiasi langkah tegas aparat penegak hukum dalam menangani kasus tawuran pelajar. Ia berharap penegakan hukum yang konsisten dapat memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang.

“Semua elemen masyarakat harus bersinergi. Orang tua, sekolah, dan pemerintah punya peran masing-masing,” kata Dedi.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius bahwa pengawasan terhadap remaja tidak hanya menjadi tugas sekolah, tetapi juga tanggung jawab utama keluarga di rumah.
(Ivan Sukenda).**
×
Berita Terbaru Update