OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS – Umat Hindu di Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menggelar upacara Melasti bersama sebagai rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Pura Segare, Desa Darma Buana, Senin (16/03/2026). Upacara Melasti tahun ini mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam, Satu Bumi Satu Keluarga”, yang mengandung makna mempererat persaudaraan universal, keharmonisan, serta kesatuan umat manusia di bawah naungan bumi yang sama.
Melasti merupakan ritual penyucian diri dan benda-benda sakral (pratima) bagi umat Hindu yang biasanya dilaksanakan beberapa hari sebelum Hari Raya Nyepi. Tradisi ini bertujuan membersihkan diri secara lahir dan batin, sekaligus menyucikan simbol-simbol keagamaan sebagai persiapan memasuki Tahun Baru Saka.
Kegiatan Melasti bersama ini diikuti oleh umat Hindu dari beberapa desa di Kecamatan Belitang II, yakni Desa Kalirejo, Karang Manik, Sukajaya, Tegal Besar, dan Darma Buana.
Selain prosesi keagamaan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan kegiatan sosial berupa penyerahan bantuan kepada 30 anak yatim dan anak kurang mampu di wilayah tersebut. Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong umat Hindu serta dukungan para donatur dari berbagai desa.
Acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya, di antaranya penampilan baleganjur dari masing-masing kelompok, Tari Pendet yang dibawakan remaja putri, Tari Rejang Anyar oleh ibu-ibu WHDI Kecamatan Belitang II, serta Tari Rejang Dewa yang dipersembahkan oleh para siswa pasraman.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Belitang II, Kadek Pasek, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan Melasti bersama.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan umat Hindu sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
“Melasti bersama ini menjadi wujud kebersamaan umat Hindu di Kecamatan Belitang II dalam menyambut Tahun Baru Saka 1948. Selain itu, melalui kegiatan ini kita juga melaksanakan program sosial dengan mendata dan memberikan bantuan kepada anak yatim dan kurang mampu yang ada di wilayah Belitang II, yang saat ini tercatat sebanyak 30 anak,” ujarnya.
Kadek Pasek juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk membantu anak-anak tersebut.
Ia juga mengajak umat Hindu untuk turut hadir dalam rangkaian kegiatan selanjutnya, termasuk pawai ogoh-ogoh yang akan dilaksanakan di Desa Kalirejo pada Selasa (17/03/2026).
Sementara itu, Dharma Wacana disampaikan oleh Ketut Budiyasa, S.Ag, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten OKU Timur dari Fraksi PDI Perjuangan. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa rangkaian perayaan Nyepi harus dimaknai secara mendalam, bukan sekadar seremonial.
“Rangkaian Nyepi dimulai dari Melasti, pawai ogoh-ogoh, hingga pelaksanaan Catur Brata Penyepian. Semua rangkaian ini akan bermakna apabila kita mampu mengambil nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yaitu membangun keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, serta manusia dengan sesama,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tema “Vasudhaiva Kutumbakam” memiliki makna bahwa seluruh manusia adalah satu keluarga besar di bumi ini.
“Jika kita sudah memandang semua sebagai saudara, maka tidak ada lagi kebencian di antara sesama. Inilah nilai tertinggi dalam ajaran Hindu, yaitu persaudaraan universal,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ketut Budiyasa juga menyampaikan bahwa para pemangku di Kabupaten OKU Timur kini telah didaftarkan dalam program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan sosial.
“Kami berupaya agar para pemangku yang mengabdikan diri dalam pelayanan keagamaan juga mendapatkan jaminan perlindungan apabila terjadi risiko kecelakaan kerja maupun hal lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi panitia serta seluruh pihak, termasuk aparat TNI dan Polri, yang telah membantu kelancaran dan pengamanan kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan Upacara Melasti ditutup dengan prosesi sembahyang bersama oleh seluruh umat Hindu yang hadir.
Selanjutnya, rangkaian perayaan Nyepi di Kecamatan Belitang II akan dilanjutkan dengan Festival Ogoh-Ogoh yang dipusatkan di Desa Kalirejo pada 17 Maret 2026. Kemudian pada 18 Maret 2026 dilaksanakan pengarakan ogoh-ogoh di masing-masing desa.
Puncak perayaan Hari Raya Nyepi dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian akan berlangsung pada 19 Maret 2026, yang dilanjutkan dengan kegiatan silaturahmi umat Hindu pada 20 Maret 2026.
(Agustian)








