Piutang Persib ke PT LIB Tembus Rp9,45 Miliar, Belum Termasuk Hak Siar dan Rating

BANDUNG, Infonasionalnews – Persoalan hak keuangan klub kembali menjadi perhatian dalam pengelolaan kompetisi sepak bola Indonesia. Persib Bandung tercatat masih memiliki piutang kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan nilai mencapai Rp9.453.229.703 atau sekitar Rp9,45 miliar.


Nilai tersebut tercantum dalam surat konfirmasi piutang Persib kepada PT LIB tertanggal 31 Agustus 2026. Surat bernomor 225/DIR-PBB/IX/2026 itu ditujukan kepada Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Ferry Paulus, dalam rangka proses administrasi dan rekonsiliasi saldo piutang.


Namun, terdapat hal penting dalam dokumen tersebut. Nilai Rp9,45 miliar belum termasuk hak siar dan rating musim 2025/2026.


Persib dalam surat tersebut menyatakan masih menunggu informasi mengenai besaran hak siar dan rating yang menjadi bagian dari hak finansial klub.


Dengan demikian, total nilai yang masih harus diperjelas antara Persib dan PT LIB dapat lebih besar dari saldo Rp9,45 miliar tersebut. Sejumlah laporan menyebutkan totalnya berpotensi berada di kisaran Rp10–14 miliar, meski nominal final untuk komponen hak siar dan rating masih menunggu kepastian serta proses rekonsiliasi.

Persib Minta Dilakukan Pengecekan


Dalam surat konfirmasi tersebut, manajemen Persib juga meminta PT LIB melakukan pengecekan terhadap rincian saldo piutang.


Apabila terdapat perbedaan pencatatan antara kedua pihak, Persib meminta agar selisih tersebut disertai dokumen pendukung untuk kemudian dilakukan rekonsiliasi.


Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pencatatan hak dan kewajiban antara klub dengan operator kompetisi memiliki dasar administrasi yang jelas.


Persoalan ini juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan sepak bola profesional. Selain aspek pertandingan dan prestasi di lapangan, hak komersial klub, pembayaran, serta penyelesaian kewajiban finansial merupakan bagian dari tata kelola kompetisi.


Publik kini menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai berapa total hak Persib yang sebenarnya masih harus diselesaikan PT LIB, termasuk komponen hak siar dan rating musim 2025/2026.


Penyelesaian dan rekonsiliasi kedua pihak diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai posisi keuangan tersebut.


Kompetisi profesional bukan hanya tentang pertandingan di lapangan. Kepastian hak klub, transparansi pencatatan, dan penyelesaian kewajiban finansial juga menjadi bagian penting dalam membangun industri sepak bola yang profesional.**(Ivan Sukenda).

Lebih baru Lebih lama