LAMPUNG BARAT, INFONASIONALNEWS.ONLINE
Sudah ada 2 tahun ini semenjak pplnya diganti oleh pak Agus di tahun yang pertama 2022 kami para petani mendapatkan pupuk urea tidak sesuai dengan lahan kami, dalam satu tahun ini kami cuma mendapatkan pupuk urea 35 kg, itu kami gunakan untuk memupuk satu hektar lahan persawahan, lalu tahun 2023 kami tidak mendapatkan lagi pupuk urea bersubsidi dari bulan Maret sampai ke bulan Maret 2024, dalam jangka satu tahun kami tidak mendapatkan pupuk urea.
Mohon kiranya kepada bapak Menteri pertanian, atau dinas pertanian Kabupaten mau pun dinas pertanian tingkat Propinsi,kami selaku kelompok tani Lampung barat memohon agar kiranya PPL atas nama Agus tolong dipindahkan dari kecamatan batu brak karena kami sangat tidak puas dengan tugas-tugasnya hanya bisa disebut D3 datang duduk duit lain dari PPL sebelumnya PPL sebelumnya sangat memperhatikan kami dan banyak kegiatan-kegiatan penyuluhan penyuluhan tentang pertanian beda dengan PPL atas nama Agus. Ungkap masyarakat tanggal 14/10/2024
Kios Gagak Rimang Tani yang dikelola oleh Pak Suparman telah mempermainkan pupuk subsidi yang disubsidi kan oleh pemerintah tentang pupuk urea mau pun Phonska yang bersubsidi dan kami selaku masyarakat atau selaku kelompok tani tidak pernah merasakan subsidi dari pemerintah tentang pupuk ini karena kami menebus dengan harga Rp 150 sampai 160 hingga kami selaku kelompok tani merasa kecewa dengan Pak Suparman selaku kios pupuk Gagak Rimang Tani.
Menurut keterangan ketua kelompok tani, ada salah satu anggota saya pernah difoto beserta ktp-nya untuk menebus pupuk namun sesudah dipoto pupuk tidak ada dan tidak bisa Bawak pulang pupuk urea dan Phonska, dengan dalih alasannya belum ada pupuknya, namun kelompok tani tersebut sudah meninggalkan uang senilai Rp 220 000.
Untuk penebusan pupuk, namun itu cuma janji belaka Dan iming-iming Pak Suparman, apa yang dijanjikan dari dari pak Suparman kami tunggu dari minggu ke minggu, kemudian minggu terakhir kami ambil duitnya dan mencari tempat kios yang lain, karena kami petani sangat butuh pupuk, untuk kami memupuk padi.
Diduga Pak Suparman telah mempermainkan pupuk bersubsidi di luar harga HET menurut keterangan dari beberapa anggota kelompok tani mohon kiranya pihak yang berwenang di dalam penanggulangan pupuk bersubsidi ini untuk di tindak lanjuti pemberitaan ini jika harga pupuk yang dijelaskan oleh kelompok tani dengan harga yang di atas maka gimana mau petani jadi makmur kalau sudah harga tersebut di mahal kan oleh Pak Suparman.(Red/tim)
