Program Bantuan Sanimas / Sanitasi ( WC ) Dari Pusat, Didesa Pematang Kasih Diduga Menyalahi Aturan

LAMPUNG UTARA, INFONASIONAL NEWS.ONLINE

Bantuan sanimas atau sanitasi berbasis masyarakat, adalah program aspirasi yang di peruntukan bagi warga yang belum memiliki sanitasi WC yang kurang layak.


Namun sangat disayangkan program tersebut diduga menjadi lahan kecurangan para oknum,guna mencari keuntungan secara pribadi untuk memperkaya diri.


Hal ini diduga terjadi di Desa Pematang Kasih Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara.


Menurut keterangan dari sumber yang bisa dipercaya,ada beberapa kecurangan yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan Sanimas tersebut.

Mulai dari pengadaan barang dan jasa yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dan Rab yang sudah di tentukan.


Mulai dari alat pelindung diri ( APD ) yang diduga hanya formalitas dan tidak sepenuhnya didapat oleh para pekerja.


Padahal hal tersebut sudah tercantum di anggaran pembelanjaan barang.


Kemudian ada laporan dari salah satu narasumber yang bisa di percaya,beliau mengatakan bahwa , untuk pengalian lubang septic tank menurut keterangan warga yang penerima manfaat," Bahwa warga yang menerima bantuan Sanimas/ sanitasi WC.


Mereka di haruskan menggali sendiri, jika warga yang mendapatkan bantuan tidak mau menggali sendiri, maka warga tersebut harus membayar kepada pelaksana sebesar Rp 350.000,- Sampai dengan Rp 400.000,- 


Hal itu didapati oleh awak media dari keterangan warga, yang menerima sanitasi WC tersebut.

Menurut keterangan kades Darwin, dan juga ketua pelaksana, membenarkan hal tersebut, menurut mereka bahwa hal itu sudah ada perintah dari pihak balai besar.


Mereka menyebut bahwa untuk penerima manfaat Sanimas tersebut di haruskan untuk menggali lubang septic tank sendiri, itu sudah sesuai dengan Rab dan atas perintah pihak pendamping yang bernama Rudi dan untuk dari pihak provinsi pak Iwan. Ujar kades.


Itu tidak dipungkiri permasalahan ada biaya penggalian lubang septic tank yang sudah di tentukan dengan nilai mencapai Rp 350.000,- sampai dengan Rp 400.000,-


Menurut keterangan kades Darwin dan juga Tim pelaksana Kegiatan itu sudah benar," menurut keterangan mereka.


Dan mereka menjelaskan,kalau kami salah dalam penerapan pelaksanaan kegiatan, bermakna pendamping itu juga salah," kata kades Darwin dan TPK, mengatakan kepada kami awak media.


Hal itu diterangkan Langsung oleh kades Darwin dan TPK,tepat dikediaman kades pada hari. Sabtu 23 November 2024.


Hal tersebut patut dipertanyakan kepada pihak terkait,apakah dalam pengerjaan Sanimas atau sanitasi WC ,yang berada di Desa Pematang Kasih Kecamatan Abung Barat sudah sesuai standar operasional prosedur ( SOP )

Yang menjadi kecurigaan kami awak media, setiap pertanyaan kami kepada ketua TPK, yang menjawabnya kades Darwis, apakah ketua TPK dan Bendahara/Sekretaris hanya sekedar di jadikan formalitas saja.


Jikalau hal tersebut ada indikasi kecurangan yang dilakukan oleh pihak tertentu,maka dimohonkan kepada pihak inspektorat, BPKP,kejaksaan, Tipikor polres Lampung Utara,supaya dapat mengevaluasi kembali kegiatan tersebut.


Jika dalam hal ini ada dugaan kesengajaan bukan kelalaian,maka oknum tersebut harus di proses sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Negara ini tentunya.(Afrizal/Tim)

Lebih baru Lebih lama