BANDUNG.INFONASIONALNEWS - Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung yang tergabung dalam aliansi BEM Nusantara Jawa Barat menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jawa Barat.
Demo 'Indonesia Gelap' di depan gedung DPRD Jawa Barat mulai memanas. Massa meminta masuk gedung Dewan dengan melakukan aksi bakar-bakar hingga melempar petasan ke dalam.
, aksi mulai memanas sekitar pukul 16.50 WIB, Jumat (21/2/2025). Massa yang awalnya duduk-duduk tiba-tiba berdiri dan mendekati pagar gedung yang terletak di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Massa menyanyikan yel-yel meminta agar gerbang dibuka.
Pada saat bersamaan, hujan mulai turun di lokasi. Hal ini membuat situasi kian tidak kondusif lantaran massa berhamburan setelah beberapa lemparan petasan hingga flare dilakukan.
Polisi yang melihat massa merangsek juga langsung bersiaga di dalam gerbang DPRD Jabar.
Diketahui massa di aksi ini adalah mahasiswa dari beberapa kampus dan kelompok yang mengenakan pakaian serba hitam.
Adapun sebelumnya diberitakan massa berpakaian hitam mulai berdatangan dari arah Taman Trunojoyo. Di depan gedung DPRD, massa mahasiswa sudah berkumpul sebelumnya
"Kami menuntut untuk dibatalkan efisiensi anggaran untuk pendidikan dan kesehatan karena anggaran pendidikan dan kesehatan itu adalah anggaran yang paling dasar," kata koordinator aksi, Abdul Sallas.
Ia menegaskan bahwa pemerintah seharusnya mengutamakan pendidikan demi kemajuan bangsa.
"Bangsa yang maju adalah diawali daripada pendidikan, bukan yang lain. Namun, mengapa anggaran pendidikan dikurangi sementara kabinet malah gemuk?" ungkapnya.
Abdul juga mempertanyakan keputusan pemerintah untuk melakukan efisiensi pada anggaran pendidikan dan kesehatan, sementara pos anggaran lain, seperti anggaran untuk TNI, Polri, dan legislatif (DPR), tidak mengalami pengurangan. "Anggaran TNI dan Polri kenapa tidak dikurangi? Bahkan, kenapa anggaran untuk gaji menteri tidak dikurangi? Seharusnya itu yang dikurangi. Kenapa anggaran untuk DPR RI tidak dikurangi? Itu yang harus dikurangi. Kenapa yang dikurangi adalah anggaran pendidikan? Ini sama saja membuat negara ini tidak bisa menjadi bangsa yang pintar," tegasnya.
Mahasiswa juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dianggap kurang tepat jika anggaran pendidikan dipangkas. "Dikasih makan bergizi tapi otak tidak dikasih (pendidikan), itu percuma," ujarnya.
Abdul menambahkan, mahasiswa perlu mewaspadai kemungkinan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT), meskipun saat ini pemerintah menegaskan tidak ada rencana untuk menaikannya. "Untuk kenaikan UKT, kita tahulah pemerintah itu bagaikan belut, ya, ucapannya tidak bisa dipegang," imbuhnya. Ia berharap pemerintah tidak menjadikan pendidikan sebagai lahan bisnis dan tidak mencari keuntungan dari kampus-kampus dengan menganggap mahasiswa sebagai produk yang bisa diperjualbelikan. "Justru anggaran pendidikan dan kesehatan itu harus diutamakan," pungkasnya. Anggaran pendidikan Diberitakan, anggaran pendidikan turut menjadi sasaran efisiensi pemerintah. Anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dipangkas sekitar Rp 8 triliun. Sementara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek) dipangkas hingga Rp 14 Triliun. Pemangkasan ini imbas adanya pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang mengharuskan efisiensi belanja APBN 2025 senilai Rp 306,7 triliun.(Ivan Sukenda)**
Tags
BERITA