OKU TIMUR, SUMATERA SELATAN, INFONASIONALNEWS.MY.ID – Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur, dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes., mendorong seluruh kader PKK di tingkat kecamatan hingga desa agar lebih aktif menjalankan peran pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan kader PKK tidak boleh berhenti pada rutinitas menghadiri kegiatan maupun mengenakan seragam organisasi.
Kader harus memahami tugas dan fungsi, memiliki program kerja yang jelas, tertib administrasi, serta mampu turun langsung ke tengah masyarakat untuk melihat dan membantu menangani berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Penegasan tersebut disampaikan dr. Sheila Noberta saat memberikan pembinaan dalam kunjungan kerja TP PKK Kabupaten OKU Timur di Kecamatan Semendawai Timur, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Semendawai Timur itu dirangkaikan dengan pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Semendawai Timur, Hj. Suripah, S.Pd., yang dilantik langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur.
Turut hadir jajaran pengurus TP PKK Kabupaten OKU Timur, Camat Semendawai Timur, para kepala desa, kader TP PKK dari seluruh desa se-Kecamatan Semendawai Timur, perwakilan Danramil dan Kapolsek, KUA, Kepala Puskesmas Semendawai Timur, BPP Pertanian serta sejumlah tamu undangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK, doa, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Semendawai Timur.
Administrasi dan Data Dasawisma Jadi Sorotan
Camat Semendawai Timur, Drs. H. A. Sholihan, M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur beserta jajaran.
Ia berharap kegiatan pembinaan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi TP PKK kecamatan dan desa untuk meningkatkan pelaksanaan program serta memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris TP PKK Kabupaten OKU Timur, Nursiah, menyoroti sejumlah hal yang masih perlu dibenahi, khususnya administrasi organisasi dan pendataan.
Ia menekankan pentingnya kelengkapan tujuh papan data, administrasi sekretariat, buku keuangan, program kerja hingga data Dasa wisma.
Menurutnya, data Dasawisma harus menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Data mengenai kepala keluarga, kepala rumah tangga, jumlah rumah, kepemilikan jamban, kondisi rumah serta berbagai data keluarga lainnya harus diperbarui secara berkala.
“Kalau data Dasa wisma benar, data tersebut bisa menjadi dasar dalam menentukan program dan melihat persoalan yang ada di masyarakat,” jelasnya.
Nursiah menegaskan, data yang tidak akurat berpotensi membuat program yang disusun tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, kader diminta tidak sekadar mengisi data untuk memenuhi administrasi, tetapi memastikan seluruh data benar dan dapat dipertanggung jawabkan.
Ia juga mengingatkan setiap TP PKK kecamatan dan desa agar memiliki program kerja yang jelas sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan.
Bergerak, Belajar dan Hadir di Tengah Masyarakat
Dalam pembinaannya, dr. Sheila Noberta menyampaikan pesan tegas kepada seluruh kader PKK agar tidak terjebak pada rutinitas organisasi semata.
Menurutnya, menjadi kader PKK bukan hanya soal hadir dalam kegiatan, mengenakan seragam atau menjalankan agenda organisasi secara rutin.
Kader harus terus belajar, memahami pedoman PKK, menyusun program kerja dan yang paling penting hadir langsung di tengah masyarakat.
“Jangan sampai kita hanya hadir dalam kegiatan. Kita harus bergerak, belajar dan melihat langsung apa yang menjadi persoalan masyarakat,” tegas dr. Sheila.
Ia menjelaskan, kunjungan kerja TP PKK Kabupaten OKU Timur merupakan bagian dari pembinaan untuk memastikan 10 Program Pokok PKK berjalan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.
Berbagai catatan yang ditemukan selama pembinaan diminta segera ditindak lanjuti dan diperbaiki.
“Kalau ada yang salah atau kurang, langsung diperbaiki. Jangan menunda pekerjaan, karena kalau ditunda bisa lupa dan akhirnya persoalan yang sama kembali ditemukan pada kunjungan berikutnya,” ujarnya.
Dr. Sheila juga mendorong para ketua dan kader PKK meningkatkan kapasitas dengan membaca serta memahami buku hasil Rakernas PKK yang menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi.
Menurutnya, pelaksanaan PKK telah memiliki aturan dan pedoman yang mengatur struktur kepengurusan, administrasi, program kerja hingga tata pelaksanaan kegiatan.
Kader Diminta Turun Langsung ke Masyarakat
Dr. Sheila menekankan pentingnya kader PKK mengetahui kondisi masyarakat secara langsung.
Dengan turun ke lapangan, kader dapat menemukan persoalan yang benar-benar dihadapi keluarga dan selanjutnya mencari solusi sesuai kebutuhan.
Ia mencontohkan data Dasawisma yang dapat menjadi sumber informasi penting mengenai kondisi keluarga, seperti rumah tidak layak huni, kepemilikan jamban, akses air bersih, kesehatan maupun persoalan sosial lainnya.
Data tersebut dapat menjadi bahan bagi pemerintah desa dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Kalau kepala desa tidak pernah melihat data, bagaimana bisa mengetahui persoalan desanya? Data Dasa wisma bisa menjadi data dasar untuk menyusun program kerja desa,” katanya.
Karena itu, persoalan yang ditemukan di setiap desa tidak harus diseragamkan. Program PKK justru harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Jika sebuah desa menghadapi persoalan pernikahan dini, misalnya, kader dapat mendorong kegiatan edukasi dan sosialisasi. Demikian pula apabila ditemukan persoalan narkoba, kesehatan, ketahanan pangan maupun masalah sosial lainnya.
Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga
Selain administrasi dan pelayanan masyarakat, dr. Sheila juga mengingatkan kader mengenai pentingnya memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Pemanfaatan pekarangan rumah dapat dilakukan dengan menanam tanaman pangan, tanaman obat dan buah-buahan, termasuk memelihara ikan maupun ternak yang dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan protein keluarga.
Kader juga diminta memetakan potensi unggulan masing-masing desa melalui program UP2K.
Produk makanan, hasil olahan maupun kerajinan yang memiliki potensi ekonomi diharapkan dapat dikembangkan sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Setiap desa harus mengetahui produk unggulannya. Kalau potensinya sudah diketahui, nanti bisa kita bantu untuk dikembangkan,” jelasnya.
Posyandu dan PAUD Tak Boleh Diabaikan
Perhatian juga diberikan terhadap keberadaan PAUD dan Posyandu di setiap desa.
Dr. Sheila, yang juga mengemban tugas sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi OKU Timur, mendorong kader untuk aktif memperhatikan perkembangan pendidikan anak usia dini.
Ia meminta sosialisasi wajib belajar 13 tahun terus diperkuat, termasuk pentingnya pendidikan PAUD minimal satu tahun sebelum anak memasuki pendidikan dasar.
Sementara itu, Posyandu dinilai memiliki peran penting sebagai salah satu tempat pelayanan kesehatan masyarakat yang mencakup ibu hamil, bayi, balita, remaja hingga lansia.
Kader diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan Posyandu, tetapi juga aktif melakukan pemantauan dan memastikan pelayanan serta sarana yang tersedia dapat berjalan dengan baik.
Kepala Desa Diminta Dukung Program PKK
Di hadapan para kepala desa, dr. Sheila juga meminta dukungan terhadap pelaksanaan program TP PKK.
Menurutnya, PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat. Karena itu, program kerja PKK harus disusun secara jelas agar dapat menjadi dasar dalam membangun sinergi dengan pemerintah desa maupun perangkat daerah terkait.
Di tengah kondisi efisiensi anggaran, kader PKK juga diminta tidak kehilangan semangat untuk bergerak dan berinovasi.
“Keterbatasan anggaran jangan sampai mengurangi semangat kita. Justru kita harus semakin kreatif, mampu berpikir kritis dan mencari solusi agar masyarakat tetap berdaya,” katanya.
Dr. Sheila berharap pelantikan dan kunjungan kerja tersebut menjadi momentum bagi TP PKK Kecamatan Semendawai Timur bersama seluruh kader desa untuk melakukan pembenahan, meningkatkan kinerja serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
Ia menegaskan, amanah sebagai kader PKK harus diwujudkan melalui kerja nyata dan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan demikian, keberadaan PKK di tengah masyarakat tidak berhenti pada seragam, rapat maupun kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi bagian dari upaya pemberdayaan keluarga dan pembangunan desa.
Kegiatan pelantikan dan kunjungan kerja TP PKK Kabupaten OKU Timur di Kecamatan Semendawai Timur berlangsung lancar, tertib, aman dan sukses.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan sinergi antara TP PKK Kabupaten OKU Timur, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan seluruh kader PKK.
Laporan: Agustian
Editor: Info Nasional News


