OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS — Sebagai bentuk nyata implementasi Kurikulum Merdeka sekaligus upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kreativitas siswa, SMP Negeri 02 Belitang Mulya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan meluncurkan program inovatif bertajuk “Mudasikin Bemula” yang merupakan akronim dari “Mie dari Daun Singkong Kreatif dan Inovatif Belitang Mulya”. Program ini menjadi bagian integral dari pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah tersebut.
Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu dan dirancang sebagai bentuk pembelajaran tematik berbasis proyek. Melibatkan seluruh peserta didik dan guru pendamping, program ini mendorong siswa untuk mengenali potensi lokal dan mengolahnya menjadi produk bernilai guna dan ekonomi. Dalam hal ini, daun singkong yang selama ini dikenal sebagai bahan pangan sederhana diolah menjadi mie sehat dan alami.
Kepala SMP Negeri 02 Belitang Mulya, Erlisa Ivana A, S.Pd., M.M., M.Pd., Saat di tanya oleh awak media di sekolah ia menjelaskan bahwa Mudasikin Bemula merupakan wujud nyata dari pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter pelajar Pancasila dengan potensi kearifan lokal.
"Kami ingin menambahkan kesadaran pada perseta didik bahwa inovasi tidak harus berawal dari hal yang besar, lingkungan sekitar kita kaya akan potensi, dan singkong adalah salah satu contohnya. Dengan sentuhan kreativitas sederhana ini bisa menjadi produk olahan mie sehat yang berwarna hijau alami, tanpa pewarna dan pengawet,serta berpeluang di kembangkan menjadi usaha mandiri" Ujarnya.
Lebih dari sekadar kegiatan memasak, siswa dibimbing untuk memahami seluruh tahapan produksi, mulai dari seleksi bahan baku, pengolahan, pembuatan adonan, pencetakan mie menggunakan alat manual, hingga teknik pengemasan dan strategi pemasaran.
Menurut Erlisa, pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang utuh. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan praktis, tetapi juga nilai-nilai penting seperti kerja sama tim, tanggung jawab, kemampuan komunikasi, serta pengenalan pada dunia kewirausahaan.
"Dengan modal pembelajaran seperti ini , siswa lebih aktif dan terlibat langsung .mereka belajar dari proses pengelolahan makanan ,belajar ekonomi dari aspek pemasaran,serta belajar nilai nilai gotong royong dan keberlanjutan dari kerja tim dan penggunaan sumber daya lokal" Tambahnya.
Proses pembuatan mie daun singkong dimulai dengan pemilihan daun singkong muda berkualitas. Daun direbus, dihaluskan, lalu dicampur dengan tepung dan bahan tambahan lain untuk membentuk adonan mie. Adonan kemudian diproses dengan alat pencetak mie manual hingga menghasilkan helai-helai mie berwarna hijau alami yang siap diolah lebih lanjut.
Inovasi ini telah mendapat respon positif dari sekolah. Produk mie daun singkong dinilai memiliki cita rasa unik, tampilan menarik, serta manfaat kesehatan karena tanpa bahan tambahan kimia. Tidak hanya menjadi media pembelajaran, produk ini juga menjadi sarana promosi sekolah dalam menunjukkan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka yang relevan dengan konteks lokal.
Program P5 di SMP Negeri 02 Belitang Mulya telah menjadi agenda rutin yang dinantikan setiap pekan. Dengan pendekatan berbasis proyek yang kontekstual, sekolah berupaya mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kreativitas, dan semangat inovatif.
Ia juga menegaskan komitmen pihak sekolah untuk terus mengembangkan inovasi serupa yang mampu mengangkat potensi daerah dan memperkuat karakter siswa.
"Kami berharap Mudasikin Bemula ini dapat menjadi modal pembelajaran yang bisa direplikasi oleh sekolah lain, khususnya di wilayah Oku Timur. Ini bukan sekedar proyek sekolah melainkan bagian dari upaya membangun budaya inovasi berbasis lokal yang berdampak luas bagi pendidikan dan masyarakat" Pungkasnya. (Agustian)
Tags
BERITA