Tasyakuran Bersih Desa Srimulyo Dibalut Kebersamaan Dan Semangat Gotong Royong

OKU TIMUR, SUMATERA SELATAN / INFONASIONALNEWS — Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti halaman Balai Desa Srimulyo, Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, pada Kamis malam (24/07). Ratusan warga bersama tokoh agama dan masyarakat berkumpul dalam acara Tasyakuran Bersih Desa, yang diisi dengan kegiatan istigosah bersama.

Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan nikmat, keselamatan, serta keberkahan yang telah diterima sepanjang tahun. Mengusung tema “Bekerja Keras dalam Kegotongroyongan Tanpa Mengharapkan Balas Budi,” acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Ridwansyah.

Kepala Desa Srimulyo, Tamrin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengakui bahwa meskipun acara digelar secara sederhana karena keterbatasan dana, namun esensi kebersamaan dan gotong royong tetap menjadi prioritas utama.

"Acara ini kita laksanakan dengan sederhana, namun penuh makna. Alhamdulillah, tahun ini banyak pembangunan rumah ibadah yang berhasil dilaksanakan. Setidaknya ada empat mushola yang selesai dibangun berkat kerja sama warga dan dukungan para dermawan," ujar Tamrin.
Dalam kesempatan tersebut, Tamrin juga menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat. Ia mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah larangan menanam tanaman di sepanjang bahu jalan demi kelancaran lalu lintas dan keselamatan bersama.

"Tadi sudah kami musyawarahkan dengan para ketua RT. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi tanaman di pinggir jalan karena kondisi lalu lintas yang kini semakin ramai. Akan ada peraturan desa yang mengatur hal ini secara resmi," tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta aktif dalam menjaga ketertiban, serta saling mengingatkan jika ada hal-hal yang mencurigakan. Tamrin menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat guna meningkatkan keamanan desa.

Terkait pengelolaan rumah ibadah, Tamrin menyampaikan bahwa mushola dan masjid yang telah dibangun bukanlah milik pribadi, melainkan milik bersama sebagai tempat ibadah umat. Ia mengimbau agar warga tidak merasa sungkan untuk memakmurkan rumah ibadah, meskipun pembangunannya dilakukan oleh perorangan atau donatur tertentu.
Tamrin juga menyampaikan bahwa proses legalisasi tanah wakaf untuk mushola-mushola baru, termasuk di RT 2, sedang dalam proses pengurusan surat resmi, dan ia berharap masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam memakmurkannya.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Imam Fauzi, sebagai penutup kegiatan istigosah.

Tasyakuran Bersih Desa ini turut dihadiri oleh Babinsa, perangkat desa, Ketua BPD dan anggota, tokoh agama, tokoh masyarakat, ustaz dan ustazah, serta seluruh warga Srimulyo.

Dana kegiatan bersumber dari hasil PHD Pasar sebesar Rp 5.000.000 dan sumbangan dari hasil panen sawah sebesar Rp 3.000.000, sehingga total dana yang digunakan mencapai Rp 8.000.000.

Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan nilai-nilai gotong royong masyarakat Desa Srimulyo kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam membangun desa yang maju, aman, dan sejahtera. (Agustian)
Lebih baru Lebih lama