Sampah Jadi Alarm Kota, Farhan Ingatkan Peran RW



Bandung Infonasionalnews - Persoalan sampah menjadi salah satu isu utama yang disoroti Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam pelantikan Pengurus RT dan RW Kelurahan Sekeloa. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah Kota Bandung saat ini berada dalam fase kritis.


Farhan mengungkapkan, sekitar 80 persen sampah Kota Bandung masih bergantung pada TPA Sarimukti. Kondisi tersebut membuat kota sangat rentan terhadap gangguan distribusi.

“Kalau TPA Sarimukti terganggu sedikit saja, kita langsung merasakan dampaknya di seluruh kota,” ungkap Farhan.

Ia mengingatkan, pengalaman penumpukan sampah pada Oktober dan November sebelumnya yang mencapai 12 ribu ton dalam dua bulan akibat pengurangan kuota pembuangan.

Menurut Farhan, pengelolaan sampah tidak bisa mengandalkan satu solusi tunggal. Pemilahan dari sumber, khususnya di tingkat rumah tangga dan RW, menjadi kunci utama.

“Tanpa pemilahan sampah, masalah ini tidak akan pernah selesai,” ujarnya.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa teknologi seperti insinerator atau PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) dapat menjadi solusi instan. Teknologi tersebut tetap memerlukan pemilahan dan memiliki risiko lingkungan.

Farhan menyebut, meskipun anggaran pengelolaan sampah mendekati Rp300 miliar per tahun, tanggung jawab utama tetap berada di tangan warga.

“Sampah kita adalah tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab orang lain,” ujarnya.

Ia pun meminta RT dan RW menjadi penggerak perubahan perilaku warga agar lebih disiplin dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah masing-masing. (Ivan Sukenda)**
Lebih baru Lebih lama