-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

15 Kasus Kriminal Terungkap dalam 21 Hari, Polrestabes Bandung Luruskan Isu Begal yang Viral

7/21/2026 | 19:47 WIB
Bandung | Infonasionalnews – Polrestabes Bandung mengungkap 15 kasus tindak pidana sepanjang periode 1–21 Juli 2026. Kasus yang berhasil diungkap didominasi pencurian kendaraan bermotor (curanmor), disusul pencurian dengan kekerasan (curas), serta kepemilikan senjata tajam.

Pengungkapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Dedi Supriyadi, S.I.K. dalam konferensi pers di Mapolrestabes Bandung. Kegiatan itu turut dihadiri Wakapolrestabes Bandung AKBP Dr. Dedi Wahyudi, Kabag Ops AKBP Dr. Hj. Asep Saepudin, Kasat Reskrim AKBP Anton, serta Kasi Humas AKP Nurindah Murdiani.

Kapolrestabes menjelaskan, selama 21 hari terakhir jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung bersama Polsek berhasil mengungkap 15 kasus, yang terdiri dari 8 kasus curanmor roda dua, 6 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), dan 1 kasus kepemilikan senjata tajam. Dari hasil pengungkapan tersebut, 19 orang tersangka berhasil diamankan.

Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 11 unit sepeda motor, 14 bilah golok dan clurit, 2 buah kunci astag, 5 mata kunci astag, 4 unit telepon genggam, 1 unit laptop, 5 potong pakaian, 1 stik baton, serta 1 buah kunci pas. Seluruh tersangka kini diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Klarifikasi Isu Begal yang Sempat Viral

Dalam kesempatan yang sama, Kapolrestabes Bandung juga memberikan klarifikasi terkait sejumlah peristiwa yang sebelumnya ramai di media sosial dan disebut sebagai aksi pembegalan.

Menurut hasil penyelidikan kepolisian, tidak semua kejadian yang viral tersebut merupakan tindak pidana begal.

«"Kami sengaja menghadirkan keluarga korban agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar berdasarkan fakta hasil penyelidikan, bukan berdasarkan asumsi maupun informasi yang beredar di media sosial," ujar Kombes Pol. Dedi Supriyadi.»
Orang tua korban dalam salah satu kasus yang sempat viral menjelaskan bahwa peristiwa yang dialami anaknya ternyata merupakan kecelakaan lalu lintas, bukan aksi pembegalan seperti yang banyak diberitakan di media sosial. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada Polrestabes Bandung atas penyelidikan yang dilakukan secara profesional hingga fakta sebenarnya dapat terungkap.

Sementara itu, keluarga korban pada kasus lain yang juga sempat dikaitkan dengan begal menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan tindak pidana pembunuhan yang dipicu persoalan penagihan utang, bukan pembegalan. Pihak keluarga berharap masyarakat tidak lagi menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan keresahan dan menyakiti keluarga korban.

Imbauan untuk Tidak Mudah Percaya Informasi yang Belum Terverifikasi

Kapolrestabes Bandung menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditangani secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Menurutnya, masyarakat sebaiknya menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian agar tidak terbentuk opini yang keliru.

Sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan Kota Bandung, Polrestabes Bandung bersama seluruh jajaran akan terus meningkatkan patroli, langkah-langkah preventif, serta penegakan hukum terhadap berbagai bentuk tindak kriminalitas.

"Polrestabes Bandung akan terus hadir melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat serta memastikan Kota Bandung tetap aman, nyaman, dan kondusif," tegas Kapolrestabes.

Dengan pengungkapan puluhan pelaku kejahatan dalam kurun waktu singkat serta klarifikasi terhadap isu-isu yang sempat viral, Polrestabes Bandung berharap kepercayaan masyarakat terhadap informasi resmi semakin meningkat dan situasi keamanan di Kota Bandung tetap terjaga.**(Ivan sukenda).
×
Berita Terbaru Update