OKU TIMUR, INFONASIONALNEWS.MY.ID — Ancaman penyalahgunaan narkoba terhadap generasi muda terus menjadi perhatian serius. Di tengah perkembangan teknologi dan semakin luasnya pergaulan, generasi muda dinilai perlu dibekali pemahaman yang kuat agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Menyikapi hal tersebut, Karang Taruna Desa Margo Mulyo, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menggandeng pemerintah desa, unsur TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat untuk menggelar sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba di Kantor Desa Margo Mulyo, Rabu malam (9/9/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersama Wujudkan Generasi Sehat Tanpa Narkoba. Stop Narkoba, Narkoba Merusak Masa Depan. Mari Katakan Tidak!”
Penyuluhan menghadirkan Ketua Harian Gerakan Nasional Anti Narkoba (GRANAT) Kabupaten OKU Timur, Dr. (Cand.) Mohammad Iqbal Tri Hidayat, S.Sos.I., M.Si., sebagai narasumber.
Turut hadir Kepala Desa Margo Mulyo H. Barnu, Camat Belitang II Ican Sagita, SE, Kapolsek Belitang II IPTU Toni Aji, SH, MH, beserta Kanit Reskrim dan Bhabinkamtibmas, perwakilan Danramil, Ketua Karang Taruna Desa Margo Mulyo beserta anggota, Ketua BPD, penyuluh KB Belitang II, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan pemudi, serta tamu undangan lainnya.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, kegiatan diisi sambutan Ketua Karang Taruna, Kepala Desa, Camat Belitang II, dan Kapolsek Belitang II sebelum memasuki sesi utama penyuluhan.
Pemuda Harus Menjadi Benteng Bangsa
Ketua Karang Taruna Desa Margo Mulyo, Waskito, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, pemuda merupakan salah satu benteng utama bangsa. Namun, benteng tersebut harus diperkuat mengingat generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, salah satunya ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Remaja atau pemuda adalah benteng pertahanan utama suatu bangsa. Namun ancaman yang perlu kita benahi adalah penyalahgunaan narkoba yang saat ini menyasar generasi muda tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Menurut Waskito, pencegahan narkoba tidak boleh baru dilakukan setelah muncul korban. Kesadaran harus dibangun sejak dini agar generasi muda memiliki keberanian untuk menolak narkoba.
Karang Taruna Desa Margo Mulyo, lanjutnya, siap bersinergi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh pihak terkait dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Kami berharap mendapatkan bimbingan dari Bapak Camat, Bapak Kapolsek, Danramil dan seluruh pihak terkait. Insyaallah Karang Taruna siap membantu dalam upaya menyelesaikan persoalan penyalahgunaan narkoba di desa kami,” tegasnya.
Kades Jangan Pernah Coba-Coba Narkoba
Kepala Desa Margo Mulyo H. Barnu mengapresiasi inisiatif Karang Taruna yang menggagas kegiatan penyuluhan tersebut.
Menurutnya, edukasi mengenai bahaya narkoba tidak hanya penting bagi remaja, tetapi juga seluruh masyarakat, termasuk orang dewasa dan mereka yang telah berkeluarga.
“Sasarannya bukan hanya anak-anak muda atau Karang Taruna. Orang yang sudah berumah tangga pun apabila tidak mempunyai kontrol pribadi dapat terpengaruh narkoba,” katanya.
H. Barnu secara khusus mengingatkan generasi muda agar tidak pernah mencoba narkoba, meskipun hanya karena rasa penasaran.
Ia menilai banyak persoalan penyalahgunaan narkoba bermula dari rasa ingin tahu dan tindakan coba-coba yang kemudian berkembang menjadi ketergantungan.
“Jangan sampai kita mencicipi yang namanya narkoba. Sekali-sekali jangan mencoba,” tegasnya.
Ia juga meminta peserta menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh dalam penyuluhan kepada keluarga, teman, dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Pengetahuan yang didapat malam ini mohon disampaikan kepada rekan-rekan dan saudara-saudara kita tentang bahayanya narkoba,” ujarnya.
Camat Pemuda Harus Jadi Duta Anti Narkoba
Camat Belitang II Ican Sagita, SE, memberikan apresiasi terhadap gerakan yang dilakukan Karang Taruna Desa Margo Mulyo.
Menurutnya, kegiatan tersebut membuktikan bahwa pemuda tidak hanya mampu berkumpul, tetapi juga dapat melahirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau ingin melihat kemajuan sebuah wilayah atau daerah, kita bisa melihat apa yang dikerjakan anak mudanya pada hari ini,” ungkapnya.
Ia menilai kegiatan positif seperti penyuluhan bahaya narkoba merupakan modal penting untuk membangun desa yang sehat dan memiliki generasi penerus berkualitas.
Namun, Ican mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan luasnya pergaulan juga membawa tantangan tersendiri bagi generasi muda.
“Dengan kecanggihan teknologi dan pergaulan yang semakin luas, kalau tidak kuat tentu berbahaya. Sekolah bisa tidak selesai, kuliah bisa tidak selesai, dan masa depan bisa rusak,” katanya.
Karena itu, pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan kekompakan seluruh elemen masyarakat.
“Tidak bisa sendirian. Kita harus kompak antara pemerintah, orang tua, para tokoh masyarakat, dan tentunya adik-adik Karang Taruna,” tegasnya.
Ican juga mendorong pemuda Margo Mulyo menjadi duta anti narkoba di lingkungan masing-masing dengan cara merangkul keluarga dan saling mengingatkan.
“Rangkul keluarga, saling mengingatkan, jangan saling menjatuhkan. Kalau kompak, insyaallah wilayah kita aman dan generasi kita menjadi generasi yang cerah dan cemerlang,” ujarnya.
Kapolsek Jangan Beri Ruang bagi Pengedar
Kapolsek Belitang II IPTU Toni Aji, SH, MH, menyatakan dukungan terhadap kegiatan yang digelar Karang Taruna tersebut.
Menurutnya, upaya memberantas narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum.
Masyarakat, khususnya generasi muda, harus ikut berperan dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.
“Kami dari kepolisian sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan positif seperti ini. Ini merupakan kegiatan yang sangat baik,” katanya.
IPTU Toni mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan ruang kepada jaringan pengedar narkoba.
“Jangan sampai kita memberikan ruang. Jangan sampai mencoba untuk membeli atau sekadar ingin merasakan. Dengan tidak mencoba, berarti kita ikut memutus ruang gerak dan mata rantai mereka,” tegasnya.
Selain narkoba, ia juga mengingatkan generasi muda agar mewaspadai berbagai pengaruh negatif lainnya, termasuk judi online serta konten media sosial yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku.
“Kalau membaca, melihat, atau menonton sesuatu, saring terlebih dahulu. Jangan langsung percaya terhadap berita yang belum tentu benar,” pesannya.
GRANAT Kupas Bahaya dan Modus Peredaran Narkoba
Memasuki sesi utama, Ketua Harian GRANAT Kabupaten OKU Timur, Dr. (Cand.) Mohammad Iqbal Tri Hidayat, S.Sos.I., M.Si., menyampaikan materi secara interaktif.
Materi yang diberikan meliputi pengertian narkotika, psikotropika, zat adiktif, jenis-jenis narkoba, dampak penyalahgunaan, ketergantungan, hingga berbagai modus peredaran narkotika.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai sejumlah jenis narkotika dan zat berbahaya yang kerap disalahgunakan, di antaranya ganja, kokain, opium, heroin, ekstasi, serta berbagai zat lainnya yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan apabila disalahgunakan.
Penyampaian materi berlangsung dialogis dengan melibatkan peserta melalui pertanyaan dan diskusi.
Hal tersebut membuat suasana penyuluhan berlangsung aktif dan tidak monoton.
Peserta tidak hanya diajak memahami bahaya narkoba, tetapi juga diberikan gambaran mengenai faktor yang dapat menyebabkan seseorang terjerumus hingga mengalami ketergantungan.
Jangan Tertipu Iming-Iming Gratis
Salah satu pesan penting dalam penyuluhan adalah kewaspadaan terhadap modus pengedar yang memanfaatkan rasa penasaran generasi muda.
Peserta diingatkan bahwa narkoba dapat saja ditawarkan secara cuma-cuma kepada calon pengguna sebagai upaya menarik mereka untuk mencoba.
Pemberian gratis tersebut bukanlah bentuk kebaikan, melainkan dapat menjadi pintu masuk menuju penggunaan berulang dan ketergantungan.
Karena itu, generasi muda diminta tidak mudah menerima sesuatu yang tidak jelas asal-usulnya.
Jangan tertipu dengan iming-iming gratis.
Narasumber juga menjelaskan bahwa ketika seseorang telah mengalami ketergantungan, persoalan narkoba tidak lagi sebatas masalah hukum. Dampaknya dapat berkembang menjadi persoalan kesehatan, psikologis, sosial, ekonomi, dan keluarga.
Pemuda Diminta Menjaga Diri Sejak Dini
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak membangun pola hidup sehat dan menjauhi lingkungan maupun kebiasaan yang dapat merusak masa depan.
Masa muda dinilai sebagai periode penting untuk mempersiapkan masa depan. Karena itu, kesehatan fisik dan mental harus dijaga sejak dini.
Peserta yang memiliki cita-cita menjadi anggota TNI, Polri maupun profesi lainnya juga diingatkan agar menjaga pola hidup dan menjauhi berbagai kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan serta masa depan.
Pesan yang disampaikan tidak sebatas menjauhi narkoba, tetapi juga membangun gaya hidup sehat dan memilih lingkungan pergaulan yang positif.
Lingkungan Menjadi Benteng Pertama
Penyalahgunaan narkoba dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi individu, lingkungan, dan keberadaan narkoba itu sendiri.
Karena itu, lingkungan yang sehat menjadi salah satu benteng penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Keberadaan Karang Taruna Margo Mulyo yang aktif menggelar kegiatan positif dinilai menjadi kekuatan sosial yang perlu terus dipertahankan.
Pemuda diharapkan dapat menjadi motor penggerak kegiatan positif sekaligus memberikan contoh bagi lingkungan sekitar.
Materi yang diperoleh dari penyuluhan tersebut juga diharapkan dapat diteruskan kepada pemuda di desa-desa lainnya sehingga edukasi mengenai bahaya narkoba dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Narkoba Bukan Sekadar Masalah Individu
Penyalahgunaan narkoba pada akhirnya tidak hanya berdampak terhadap individu pengguna.
Dampaknya dapat merembet ke keluarga, lingkungan sosial, pendidikan, pekerjaan, hingga masa depan generasi berikutnya.
Ketika seorang anak muda kehilangan masa depannya akibat narkoba, keluarga ikut menanggung beban. Masyarakat juga kehilangan potensi generasi produktif dan bangsa kehilangan salah satu calon penerusnya.
Karena itu, upaya melawan narkoba harus dimulai dari pencegahan.
Keluarga harus peduli, orang tua harus melakukan pengawasan, pemuda harus berani menolak, tokoh masyarakat menjadi pengingat, pemerintah hadir, dan aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap jaringan peredaran narkoba.
Margo Mulyo Didorong Jadi Contoh Gerakan Pemuda Anti Narkoba
Kegiatan penyuluhan tersebut menjadi momentum bagi Desa Margo Mulyo untuk memperkuat gerakan kepemudaan yang sehat dan bebas narkoba.
Sinergi antara Karang Taruna, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur lainnya menjadi modal penting dalam membangun sistem pencegahan yang lebih kuat.
Pemuda tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai objek kampanye anti narkoba. Sebaliknya, pemuda harus menjadi subjek sekaligus garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.
Karang Taruna Margo Mulyo diharapkan dapat terus mengembangkan kegiatan positif dan menjadikan penyuluhan tersebut sebagai awal dari gerakan yang lebih besar.
Sebab, melawan narkoba bukan pekerjaan satu malam. Perjuangan tersebut membutuhkan konsistensi, keberanian, kepedulian, dan kekompakan seluruh elemen masyarakat.
Katakan Tidak Sebelum Terlambat
Di penghujung kegiatan, pesan kepada generasi muda disampaikan secara tegas jangan pernah memberikan kesempatan kepada narkoba untuk masuk ke dalam kehidupan.
Jangan mencoba karena penasaran. Jangan menerima karena gratis. Jangan membeli karena ajakan teman. Dan jangan diam ketika melihat lingkungan mulai terpapar narkoba.
“Stop narkoba. Narkoba merusak masa depan. Bersama wujudkan generasi sehat tanpa narkoba.”
Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan berlangsung lancar, tertib, aman, dan sukses. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti adanya sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Momentum ini diharapkan menjadi langkah nyata bagi Desa Margo Mulyo dalam memperkuat peran generasi muda sebagai benteng pertahanan masyarakat.
Sebab, ketika narkoba mulai mengincar generasi muda, perlawanan tidak boleh menunggu sampai korban berjatuhan.
Pemuda harus bergerak. Masyarakat harus peduli.
Pemerintah dan aparat harus hadir. Dan narkoba tidak boleh diberi ruang.
Reporter: Agustian
Editor: Info Nasional News.


